Sulut

Gubernur Yulius: Majukan Pendidikan Sulut Butuh Kerjasama Semua Pihak

165
×

Gubernur Yulius: Majukan Pendidikan Sulut Butuh Kerjasama Semua Pihak

Sebarkan artikel ini

Sulut1news.com, Manado – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 di Provinsi Sulawesi Utara tidak hanya menjadi seremoni tahunan, melainkan momen refleksi mendalam tentang arah dan masa depan pendidikan di daerah ini. Gubernur Yulius Selvanus, yang memimpin langsung upacara di halaman Kantor Gubernur pada Sabtu (2/5/2026), menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar proses transfer ilmu, melainkan fondasi utama pembangunan bangsa dan instrumen strategis untuk mengangkat martabat masyarakat.

Dalam sambutannya, Gubernur Yulius menekankan bahwa layanan pendidikan harus hadir untuk seluruh anak bangsa tanpa terkecuali. “Pendidikan harus mampu menghadirkan layanan yang inklusif, bermutu, dan berkemajuan. Tidak boleh ada yang tertinggal, baik dari segi akses maupun kualitas pembelajaran,” ujarnya.

Ia juga menyoroti peran pendidikan dalam meningkatkan mobilitas sosial. Melalui pendidikan yang baik, masyarakat memiliki kesempatan lebih besar untuk mengubah nasib dan berkontribusi lebih besar bagi kemajuan daerah maupun negara.

Baca Juga:  Gubernur Sulut Dorong Atlet Raih Medali: Bantuan Peralatan Diberikan ke Berbagai Cabang Olahraga

Pemerintah pusat, lanjut Gubernur, menempatkan sektor pendidikan sebagai prioritas utama pembangunan. Berbagai langkah strategis terus digulirkan, mulai dari peningkatan sarana dan prasarana sekolah, transformasi pembelajaran berbasis digital, hingga peningkatan kualitas dan kesejahteraan tenaga pendidik.

Hal ini sejalan dengan program nasional yang baru saja diresmikan, di mana tahun 2026 ini sebanyak 248 satuan pendidikan di Sulut akan direvitalisasi—termasuk 247 sekolah direnovasi dan 1 sekolah baru—dengan total anggaran mencapai Rp231 miliar. Selain itu, distribusi perangkat teknologi seperti interactive flat panel (IFP) juga terus diperluas untuk mendukung pembelajaran modern.

Tidak hanya fokus pada aspek akademik dan infrastruktur, Yulius juga mengingatkan kembali filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara melalui sistem among: asah, asih, dan asuh. Menurutnya, pendidikan harus dijalankan dengan ketulusan, kasih sayang, dan pendampingan berkelanjutan untuk mengembangkan potensi alami setiap anak.

Baca Juga:  Dinas Kominfo Sulut Bantah Keras Isu Pemerasan Pejabat ke Media: "Fitnah Murni, Siap Tempuh Jalur Hukum!"

“Kita tidak hanya ingin mencetak generasi yang cerdas, tapi juga yang beriman, berakhlak mulia, terampil, dan memiliki tanggung jawab sosial yang tinggi. Pendidikan adalah proses memanusiakan manusia,” tegasnya.

Meskipun berbagai kemajuan telah dicapai, masih ada tantangan yang harus dihadapi. Data menunjukkan bahwa sebagian besar sekolah di Sulut masih membutuhkan perbaikan, terutama di wilayah kepulauan dan pedalaman. Oleh karena itu, Gubernur mengajak seluruh elemen masyarakat—mulai dari pemerintah daerah, tenaga pendidik, orang tua, hingga dunia usaha—untuk bersatu dan bersinergi.

“Pendidikan bukan tanggung jawab satu pihak saja. Kita harus bekerja sama untuk memastikan kemajuan pendidikan yang merata dan berkelanjutan. Investasi hari ini adalah jaminan masa depan yang lebih baik untuk Sulawesi Utara dan Indonesia,” katanya.

Baca Juga:  DPRD Sulut Setujui Tahap Lanjut Ranperda APBD 2026, Ini Penjelasan Lengkap Gubernur

Upacara peringatan Hardiknas tahun ini berlangsung khidmat dan penuh semangat. Diikuti oleh ratusan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan, kepala sekolah, serta pejabat daerah, acara ini menjadi bukti komitmen bersama untuk terus memajukan dunia pendidikan.

Dengan semangat yang dibangkitkan pada hari ini, diharapkan Sulawesi Utara dapat terus melangkah maju, membangun sumber daya manusia yang unggul, dan menjadi kontributor nyata bagi terwujudnya Indonesia Emas 2045.
EL