Sulut1news.com, Manado – Merger antara nilai sejarah perjuangan dan semangat kasih sayang menjadi daya tarik utama dalam peringatan Hari Merah Putih Sulawesi Utara yang jatuh pada 14 Februari mendatang. Hal itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) persiapan kegiatan yang digelar di Ruang Tumbelaka Kantor Gubernur, Senin (02/02/2026), yang dibuka oleh Asisten I Pemprov Sulut Dr. Denny Mangala, M.Si.
Hari Merah Putih Sulut diperingati sebagai simbol perjuangan masyarakat daerah dalam membangun dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tahun ini, acara akan diangkat dengan konsep yang lebih inklusif, dengan mengintegrasikan berbagai potensi daerah dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat.
“Pelaksanaan kegiatan ini akan mengusung konsep masamper massal, yang menggambarkan kesatuan masyarakat Sulut secara keseluruhan dengan melibatkan 3 etnis besar yaitu Minahasa Raya, Bolmong Raya, dan Nusa Utara,” jelas Mangala dalam kesempatan tersebut.
Sebagai bagian utama dari peringatan, akan digelar aksi kolosal yang menghadirkan keberagaman budaya dan potensi dari berbagai wilayah di Sulut. Selain itu, pentas drama kolosal akan menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan para pahlawan Sulut, yang diharapkan menjadi media edukasi bagi generasi muda tentang kontribusi daerah dalam menjaga keutuhan NKRI.
Menariknya, peringatan yang bertepatan dengan Hari Valentine akan diisi dengan sentuhan hangat dari Pemerintah Provinsi Sulut. Gubernur berharap momen bersejarah ini juga dapat menjadi ajang untuk menyebarkan kasih sayang, dengan merencanakan pembagian bunga dan coklat bagi anak-anak sekolah serta seluruh peserta yang hadir pada hari tersebut.
“Ini Peristiwa Merah Putih juga momentum bagi anak-anak muda sebagai hari kasih sayang. Melalui pembagian bunga dan coklat, kita ingin menyampaikan bahwa semangat perjuangan juga tumbuh dari rasa cinta terhadap tanah air dan sesama,” tambah Mangala.
Tak hanya fokus pada sejarah dan budaya, peringatan tahun ini juga menjadi wadah bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Sulawesi Utara. Mereka akan mendapatkan kesempatan untuk memamerkan dan memasarkan produk unggulan, sekaligus menunjukkan kontribusi ekonomi daerah dalam membangun bangsa.
ELVIS






