SulutTerkini

Sulut Bidik Lompatan Energi dari Sampah: Proyek PSEL Wori Didorong Tuntas 2027

51
×

Sulut Bidik Lompatan Energi dari Sampah: Proyek PSEL Wori Didorong Tuntas 2027

Sebarkan artikel ini

Sulut1news.com, Jakarta – Upaya mengubah persoalan klasik sampah menjadi kekuatan baru sektor energi mulai digarap serius oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Di tengah dorongan pemerintah pusat mempercepat program Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), Sulut memposisikan diri bukan sekadar peserta, tetapi calon pionir di kawasan timur Indonesia.

Komitmen itu ditegaskan langsung Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, saat menghadiri rapat nasional percepatan PSEL yang melibatkan lintas kementerian dan kepala daerah penerima alokasi proyek.

Rapat strategis tersebut dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan dan dihadiri Menteri Lingkungan Hidup, Wakil Menteri Sekretaris Negara, Wakil Menteri Dalam Negeri, serta sejumlah gubernur dan kepala daerah. Fokus utama pertemuan adalah memastikan kesiapan riil daerah, mulai dari ketersediaan lahan, kepastian pasokan sampah, hingga skema operasional menuju target nasional.

Baca Juga:  Gubernur Yulius Selvanus Gandeng Antam, Harga Emas Rakyat Dibenahi

Sulut Siap “Gas Penuh” dari Hulu ke Hilir

Di hadapan forum nasional, Gubernur Yulius memaparkan kesiapan konkret Sulawesi Utara. Pemprov telah menyiapkan lahan seluas 10 hektare di wilayah Ilo-Ilo, Kecamatan Wori, sebagai lokasi pembangunan fasilitas PSEL.

Lebih dari sekadar kesiapan lahan, Sulut juga mulai membangun fondasi kolaborasi regional. Sedikitnya lima kabupaten/kota telah diajak berkoordinasi untuk menjamin suplai sampah sebagai bahan baku utama pembangkit listrik.

Langkah ini dinilai krusial, mengingat keberhasilan PSEL sangat bergantung pada kontinuitas pasokan sampah.

“Sinkronisasi antar daerah menjadi kunci agar pasokan sampah stabil dan proyek ini berjalan optimal,” menjadi penekanan Gubernur dalam forum tersebut.

Dari Krisis Sampah ke Ketahanan Energi

Pemerintah pusat sendiri melihat PSEL bukan hanya solusi lingkungan, tetapi bagian dari strategi besar ketahanan energi nasional berbasis sumber daya lokal.

Baca Juga:  Gerak Cepat Yulius Selvanus–Victor Mailangkay, Bantuan Korban Kebakaran Singkil Langsung Disalurkan

Menko Pangan menegaskan, percepatan proyek tidak bisa ditawar. Dengan target operasional pada akhir 2027, seluruh daerah diminta bergerak cepat menyelesaikan tahapan teknis, administratif, hingga skema pembiayaan.

Di sinilah posisi Sulawesi Utara menjadi menarik. Dengan karakter wilayah kepulauan dan pertumbuhan kawasan perkotaan seperti Manado dan sekitarnya, persoalan sampah selama ini menjadi tantangan serius. Namun melalui PSEL, masalah tersebut justru dibalik menjadi peluang ekonomi dan energi.

Efek Ganda: Lingkungan Bersih, Energi Bertambah

Jika proyek ini berjalan sesuai rencana, dampaknya tidak hanya pada pengurangan volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), tetapi juga pada penyediaan energi alternatif yang lebih berkelanjutan.

Selain itu, proyek PSEL berpotensi membuka lapangan kerja baru, mendorong investasi, serta memperkuat ekosistem ekonomi hijau di Sulawesi Utara.

Baca Juga:  Jaminan Rasa Aman: LKBH Korpri Sulut Beri Payung Hukum Bagi ASN Kominfo

PSEL Wori bahkan diproyeksikan menjadi model integrasi pengelolaan sampah lintas daerah—sebuah pendekatan yang bisa direplikasi di wilayah lain di Indonesia timur.

Ujian Konsistensi dan Sinergi

Meski optimisme menguat, tantangan tetap terbentang. Mulai dari konsistensi pasokan sampah, kesiapan regulasi daerah, hingga dukungan investasi menjadi faktor penentu keberhasilan proyek ini.

Namun dengan sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota yang mulai terbangun, Sulawesi Utara kini berada di jalur yang tepat untuk menjadikan sampah sebagai sumber energi masa depan.

Jika target 2027 tercapai, maka sejarah baru akan tercipta: dari tumpukan sampah menuju pembangkit listrik—dari masalah menjadi solusi.

(EL)