Sulut1news.com, Manado – Komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menjadikan kawasan pesisir sebagai wajah pariwisata yang bersih dan tertata ditunjukkan langsung oleh Wakil Gubernur Sulawesi Utara, .
Jumat pagi (20/02/2026), Wagub turun langsung memimpin kerja bakti Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) di sejumlah titik strategis pesisir Kota .
Tak sekadar seremoni, aksi bersih-bersih ini menyasar kawasan yang menjadi etalase ibu kota provinsi: , LOS Malalayang, hingga sepanjang Boulevard.
Pesisir sebagai Wajah Sulut
Sejak pagi, ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) bersama berbagai instansi pemerintah tampak menyisir garis pantai, memungut sampah, memangkas rumput liar, hingga merapikan fasilitas umum. Kehadiran langsung Wagub di lapangan memberi pesan kuat bahwa kebersihan lingkungan bukan sekadar agenda rutin, melainkan prioritas strategis daerah.
Kawasan Malalayang sendiri selama ini dikenal sebagai ruang publik favorit warga untuk berolahraga, bersantai, hingga menikmati panorama matahari terbenam. Di sisi lain, kawasan ini juga menjadi pintu masuk persepsi wisatawan terhadap citra Sulawesi Utara.
“Gerakan ASRI adalah komitmen bersama. Kita ingin menghadirkan ruang publik yang bersih dan nyaman, sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga kebersihan adalah tanggung jawab kita semua,” tegas Mailangkay di sela-sela kegiatan.
Menurutnya, pesisir bukan hanya ruang interaksi sosial, tetapi juga tulang punggung sektor pariwisata. Ketika kawasan ini tertata dan bersih, dampaknya langsung terasa pada kenyamanan warga serta daya tarik wisata.
Instruksi Nasional, Aksi Lokal
Gerakan Indonesia ASRI merupakan bagian dari instruksi Presiden Republik Indonesia, , dalam mendorong budaya hidup bersih dan sehat secara nasional. Program ini menekankan kolaborasi lintas sektor—pemerintah daerah, instansi, hingga partisipasi masyarakat.
Di Sulawesi Utara, implementasi gerakan ini diarahkan pada kawasan-kawasan strategis yang memiliki nilai sosial dan ekonomi tinggi, termasuk pesisir Manado.
Langkah ini juga dinilai sejalan dengan upaya pemerintah provinsi memperkuat branding pariwisata daerah. Lingkungan yang bersih dan tertata diyakini mampu meningkatkan kepercayaan wisatawan, memperpanjang lama tinggal, hingga berdampak pada pertumbuhan ekonomi lokal.
Menuju Gerakan Berkelanjutan
Pemprov Sulut berharap Gerakan ASRI tidak berhenti pada kerja bakti periodik, melainkan berkembang menjadi budaya kolektif masyarakat. Edukasi, pengawasan, serta konsistensi aksi lapangan menjadi kunci agar perubahan benar-benar terasa.
Dengan semangat gotong royong yang terus digelorakan, kawasan Malalayang dan sekitarnya diharapkan dapat menjadi contoh nyata transformasi ruang publik yang aman, sehat, bersih, dan indah.
Lebih dari sekadar bersih-bersih, gerakan ini menjadi simbol bahwa menjaga lingkungan adalah investasi jangka panjang bagi kualitas hidup warga dan masa depan pariwisata Sulawesi Utara.
(EL)






