Sulut

WASPADA CUACA EKSTREM: BMKG Prediksi Hujan Lebat & Angin Kencang, 11 Wilayah Sulut Berpotensi Bencana

121
×

WASPADA CUACA EKSTREM: BMKG Prediksi Hujan Lebat & Angin Kencang, 11 Wilayah Sulut Berpotensi Bencana

Sebarkan artikel ini

Sulut1news.com, Manado – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui peringatan dini Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan himbauan serius kepada seluruh masyarakat. Berdasarkan data analisis atmosfer terbaru, rentang waktu 19 hingga 21 Mei 2026, wilayah Sulut diprediksi mengalami gejolak cuaca signifikan yang dikategorikan ekstrem. Warga diminta meningkatkan siaga maksimal guna menghindari risiko ancaman bencana hidrometeorologi.

Kondisi alam ini dipicu oleh gabungan sejumlah fenomena geofisika yang aktif secara bersamaan, meliputi gelombang atmosfer Madden-Julian Oscillation (MJO) yang kuat, kehadiran Gelombang Kelvin, terbentuknya daerah tekanan rendah (Low Pressure Area) di timur laut khatulistiwa, serta pola pertemuan dan belokan angin atau konvergensi. Interaksi seluruh unsur ini menumpuk massa awan hujan dalam skala besar yang bergerak melintasi wilayah Sulawesi Utara.

Baca Juga:  Di Bawah Kepemimpinan Yulius–Victor, Sulut Jadi Provinsi Terbaik Pemanfaatan Data Pendidikan

Dampak nyata yang akan dirasakan di lapangan adalah curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang terjadi secara berturut-turut, disertai sambaran kilat atau petir serta hembusan angin berkecepatan cukup kencang. Kondisi ini dinilai sangat berpotensi memicu rangkaian bencana, mulai dari genangan air, banjir perkotaan, banjir bandang yang datang tiba-tiba di aliran sungai, hingga longsor tanah di wilayah berbukit dan pegunungan.

Berikut daftar wilayah administrasi yang masuk dalam zona pengawasan ketat dan diminta paling waspada:

– Kota Manado
– Kota Tomohon
– Kota Bitung
– Kabupaten Minahasa
– Kabupaten Minahasa Tenggara
– Kabupaten Minahasa Selatan
– Kabupaten Bolaang Mongondow
– Kabupaten Bolaang Mongondow Utara
– Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan
– Kabupaten Kepulauan Talaud

Baca Juga:  Gubernur Yulius Selvanus Dorong Hilirisasi Inovasi Lokal: Sulawesi Utara Siap Jadi Lumbung Teknologi Indonesia Timur

Menanggapi potensi bahaya ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara merumuskan 5 langkah konkret kesiapsiagaan yang wajib diketahui dan diterapkan oleh setiap warga demi keselamatan bersama:

1. Pantau Informasi Resmi: Terus ikuti perkembangan kondisi cuaca melalui siaran berita atau kanal resmi milik BMKG agar mendapatkan data akurat dan terbaru, terhindar dari kabar tidak jelas.
2. Cek dan Bersihkan Lingkungan: Segera bersihkan saluran air, selokan, dan parit di sekitar rumah maupun lingkungan tempat tinggal agar aliran air lancar dan tidak menimbulkan genangan yang meluas.
3. Siapkan Tas Siaga: Kemas barang kebutuhan mendesak, dokumen penting, obat-obatan, dan pangan siap saji ke dalam satu wadah agar mudah dibawa sewaktu-waktu jika harus dievakuasi. Kenali juga titik kumpul dan jalur evakuasi aman terdekat di wilayah masing-masing.
4. Jauhi Daerah Rawan: Hindari beraktivitas, berteduh, maupun melintas di lereng tebing, bantaran sungai, daerah aliran sungai lama, serta lokasi yang sebelumnya pernah mengalami banjir atau longsor.
5. Utamakan Nyawa: Jangan memaksakan diri mengambil barang berharga jika situasi sudah membahayakan jiwa. Utamakan keselamatan diri sendiri, keluarga, dan bantu orang di sekitar yang membutuhkan pertolongan.

Baca Juga:  Gubernur YSK Sambut Mendikdasmen Abdul Mu'ti di Manado, Bahas Pembangunan Pendidikan Sulut

“Mari bersama tingkatkan kewaspadaan dan saling menjaga serta peduli antar sesama melewati masa ini,” demikian pesan harapan sekaligus imbauan resmi yang disampaikan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara kepada seluruh elemen masyarakat. (EL)