Sulut

YSK Ubah Arah Birokrasi Sulut: Stop Andalkan Pajak, Saatnya Aset Daerah Jadi Mesin Uang

201
×

YSK Ubah Arah Birokrasi Sulut: Stop Andalkan Pajak, Saatnya Aset Daerah Jadi Mesin Uang

Sebarkan artikel ini

Sulut1News.com, Manado – Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling (YSK), mulai mendorong perubahan besar dalam pola pengelolaan pemerintahan di Sulawesi Utara. Di hadapan seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Selasa (7/7/2026), YSK menegaskan bahwa era birokrasi yang hanya bergantung pada penerimaan pajak dan menjalankan rutinitas administratif harus segera ditinggalkan.

Dalam rapat kerja yang berlangsung di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado, Gubernur YSK meluncurkan arah baru pembangunan daerah dengan menempatkan aset pemerintah sebagai sumber utama peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurutnya, Sulawesi Utara memiliki banyak potensi ekonomi yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.

“Aset pemerintah tidak boleh hanya menjadi beban anggaran. Semua harus memberikan nilai tambah dan menghasilkan pendapatan bagi daerah,” tegas YSK.

Menurut Gubernur, peningkatan PAD tidak boleh terus dibebankan kepada masyarakat melalui penambahan pajak maupun retribusi. Sebaliknya, pemerintah harus mampu mengoptimalkan aset yang telah dimiliki agar menjadi sumber pemasukan baru.

Sebagai contoh, ia menyoroti sejumlah kapal milik Dinas Perhubungan yang setiap tahun menghabiskan anggaran pemeliharaan tanpa memberikan kontribusi ekonomi.

Baca Juga:  Ferdinand Novi Mewengkang Aklamasi Terpilih Jadi Ketua PWRI Sulut Periode 2026-2030

“Jangan setiap tahun hanya mengajukan docking kapal. Cari cara agar aset itu bisa dimanfaatkan. Minimal biaya perawatannya dapat ditutup dari hasil operasionalnya,” ujarnya.

BUMD Disiapkan Menjadi Motor Penggerak Ekonomi Daerah

Untuk mewujudkan strategi tersebut, YSK meminta seluruh OPD memperkuat kolaborasi dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), antara lain PT Membangun Sulut Maju (MESMA), PT Pengembangan Pariwisata Sulawesi Utara (PPSU), Bank SulutGo (BSG), serta Tim Khusus yang telah dibentuk Pemerintah Provinsi.

Menurutnya, BUMD harus bertransformasi menjadi perusahaan daerah yang profesional dan mampu menghasilkan keuntungan bagi pemerintah daerah.

“BUMD hadir bukan untuk membebani masyarakat dengan pajak baru, tetapi menjadi mesin yang menghasilkan pendapatan dari potensi dan aset yang kita miliki,” katanya.

Di sektor pariwisata, Gubernur menargetkan PPSU menjadi pengelola utama seluruh aset wisata milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Pemerintah, lanjutnya, cukup menjalankan fungsi pengawasan, sementara pengelolaan bisnis dilakukan secara profesional oleh perusahaan daerah.

Baca Juga:  Sulut Borong Piala & Jadi Juara Umum Pesparawi XIV: Bawa Pulang Piala Presiden

YSK bahkan meminta Biro Hukum mengkaji kemungkinan pengambilalihan aset strategis Hotel Tasik Ria apabila seluruh aspek hukumnya memungkinkan.

Menurutnya, apabila aset tersebut dapat kembali dikelola pemerintah daerah melalui PPSU, maka kawasan itu berpotensi menjadi pusat kegiatan pemerintahan maupun event berskala nasional yang sekaligus mampu meningkatkan PAD.

OPD Diminta Jemput Bola ke Jakarta

Selain mengoptimalkan aset daerah, YSK juga mengubah pola hubungan pemerintah daerah dengan pemerintah pusat. Ia meminta seluruh kepala OPD tidak lagi menunggu program datang dari kementerian, melainkan aktif memperjuangkan berbagai peluang pendanaan dan investasi.

“Jangan menunggu. Kita harus jemput bola. Kalau kita diam, pemerintah pusat menganggap Sulawesi Utara tidak membutuhkan bantuan. Tapi setelah urusan selesai, segera kembali karena pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas,” tegasnya.

Untuk mempercepat proses tersebut, Pemerintah Provinsi telah membentuk Tim Khusus yang bertugas membuka akses ke kementerian, lembaga pemerintah, maupun calon investor.

YSK menegaskan Tim Khusus bukanlah pesaing OPD, melainkan mitra strategis yang bertugas mempercepat masuknya program pembangunan dan investasi ke Sulawesi Utara.

Baca Juga:  Misteri "Radio Kiamat" Rusia Kembali Aktif, Sebut Nama Latvia Picu Kekhawatiran Global

Target BSG Naik, PAD Harus Terus Bertumbuh

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga memberikan apresiasi kepada Bank SulutGo yang berhasil memenuhi target laba sebesar Rp420 miliar. Meski demikian, ia menilai capaian tersebut masih harus terus ditingkatkan.

YSK menargetkan Bank SulutGo mampu membukukan laba hingga Rp500 miliar sebagai bagian dari kontribusi nyata terhadap penguatan ekonomi daerah.

Menutup arahannya, Gubernur mengajak seluruh jajaran pemerintah mengubah cara berpikir dalam mengelola pemerintahan.

Baginya, setiap aset, peluang investasi, dan potensi ekonomi harus mampu diubah menjadi sumber pendapatan baru yang pada akhirnya kembali kepada masyarakat melalui pembangunan, peningkatan pelayanan publik, serta kesejahteraan rakyat.

“Kita hidupkan kembali PPSU, MESMA, dan seluruh kekuatan BUMD. Mari kita bekerja bersama agar PAD terus meningkat. Semua yang kita lakukan ini semata-mata untuk kesejahteraan masyarakat Sulawesi Utara,” pungkas YSK.

EL