Sulut1news.com, Manado – Kepulangan Kontingen Sulawesi Utara dari ajang Pesparawi Nasional XIV di Manokwari bukan sekadar parade kemenangan membawa pulang piala. Di balik gemerlap trofi dan medali, tersimpan sebuah pesan yang lebih besar: Sulawesi Utara kembali menegaskan jati dirinya sebagai daerah yang menjadikan iman, budaya, disiplin, dan harmoni sebagai fondasi lahirnya prestasi nasional.
Prestasi yang diraih memang luar biasa. Sulut sukses dinobatkan sebagai Juara Umum Pesparawi Nasional XIV, sekaligus membawa pulang Piala Presiden. Lebih membanggakan lagi, kontingen Nyiur Melambai juga meraih predikat Grand Champion pada kategori Paduan Suara Dewasa Campuran (PSDC) yang berhak atas Piala Menteri Agama.
Dominasi Sulut semakin lengkap dengan empat gelar Champion pada kategori Paduan Suara Dewasa Campuran (PSDC), Paduan Suara Pria (PSP), Paduan Suara Wanita (PSW), dan Musik Gerejawi Nusantara (MGN), ditambah raihan lima medali emas serta tiga medali perak.
Namun, bagi Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, deretan prestasi tersebut bukanlah tujuan akhir. Kemenangan ini menjadi bukti bahwa pembinaan seni gerejawi yang selama ini dilakukan mampu melahirkan generasi yang bukan hanya memiliki kualitas musikal, tetapi juga karakter yang kuat, disiplin, serta semangat melayani.
Suasana penuh haru menyelimuti Graha Gubernuran Sulut saat rombongan tiba. Sejak di pintu masuk, Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE bersama Wakil Gubernur Dr. J. Victor Mailangkay, SH, MH telah menunggu untuk menyambut para juara.
Penyambutan itu bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk penghormatan pemerintah kepada putra-putri daerah yang telah mengharumkan nama Sulawesi Utara di tingkat nasional.
Saat Piala Presiden diangkat tinggi memasuki halaman Graha Gubernuran, tepuk tangan panjang pecah dari seluruh tamu yang hadir. Senyum, pelukan, rasa syukur, dan haru berpadu menjadi satu, menandai berakhirnya perjalanan panjang yang dilalui para peserta sejak masa seleksi hingga berbulan-bulan menjalani latihan intensif.
Di balik kemenangan itu tersimpan kisah tentang latihan yang berlangsung hampir setiap hari, pengorbanan meninggalkan keluarga, kedisiplinan menjaga kualitas vokal, hingga doa yang terus dipanjatkan sebelum setiap penampilan.
Bagi Gubernur Yulius Selvanus, keberhasilan tersebut menjadi cerminan karakter masyarakat Sulawesi Utara yang selama ini dikenal menjunjung tinggi persaudaraan, mencintai harmoni, dan menempatkan pujian kepada Tuhan sebagai bagian dari kehidupan.
“Prestasi ini bukan hanya milik para penyanyi, pelatih, atau ofisial. Ini adalah kemenangan seluruh masyarakat Sulawesi Utara. Kalian telah mengangkat nama daerah dengan kehormatan dan membuktikan bahwa ketika talenta dipadukan dengan disiplin, kerja keras, dan iman, maka tidak ada panggung yang terlalu tinggi untuk ditaklukkan,” ujar Gubernur.
Ia menegaskan, pemerintah daerah akan terus memberikan perhatian terhadap pembinaan generasi muda, termasuk di bidang seni dan budaya gerejawi, karena dari ruang-ruang pembinaan seperti itulah lahir sumber daya manusia yang memiliki kualitas sekaligus karakter.
Sementara itu, Wakil Gubernur Victor Mailangkay yang sebelumnya menjemput langsung kontingen di Bandara Internasional Sam Ratulangi mengatakan, keberhasilan membawa pulang Piala Presiden menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Sulawesi Utara.
Menurutnya, kemenangan ini membuktikan bahwa daerah ini tidak hanya dikenal karena keindahan alam maupun kekayaan budayanya, tetapi juga karena kualitas sumber daya manusianya yang mampu bersaing di tingkat nasional melalui semangat kebersamaan dan pelayanan.
“Kalian telah menunjukkan kepada Indonesia bahwa Sulawesi Utara tidak hanya kaya akan keindahan alam dan budaya, tetapi juga memiliki generasi yang mampu berprestasi dengan semangat kebersamaan, disiplin, dan pengabdian. Terima kasih karena telah membawa pulang kebanggaan ini,” kata Victor.
Keberhasilan di Manokwari juga memperkuat reputasi Sulawesi Utara sebagai salah satu barometer paduan suara gerejawi di Indonesia. Tradisi bermusik yang tumbuh kuat di tengah masyarakat, didukung pembinaan yang berkelanjutan, terus melahirkan generasi-generasi unggul yang mampu tampil kompetitif di berbagai ajang nasional.
Lebih dari sekadar kemenangan kompetisi, Pesparawi Nasional XIV menjadi bukti bahwa investasi pada karakter, spiritualitas, dan seni mampu melahirkan prestasi yang membanggakan.
Piala Presiden dan Piala Menteri Agama yang kini berada di Bumi Nyiur Melambai bukan hanya simbol keberhasilan sebuah kontingen. Kedua trofi itu menjadi penanda bahwa Sulawesi Utara terus meneguhkan posisinya sebagai rumah harmoni, lumbung talenta gerejawi nasional, sekaligus daerah yang mampu mengubah pujian kepada Tuhan menjadi prestasi yang mengharumkan nama bangsa.
EL






