Sulut

30 Tahun Otonomi Daerah: Gubernur Yulius Selvanus Tekankan Sinergi dan Efisiensi Wujudkan Asta Cita

130
×

30 Tahun Otonomi Daerah: Gubernur Yulius Selvanus Tekankan Sinergi dan Efisiensi Wujudkan Asta Cita

Sebarkan artikel ini

Sulut1news.com, Manado – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara memperingati 30 tahun perjalanan Otonomi Daerah dengan penuh khidmat. Upacara peringatan yang dilaksanakan di Lapangan Kantor Gubernur, Senin (27/4/2026), dipimpin langsung oleh Gubernur Sulut, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, S.E., dan dihadiri oleh Wakil Gubernur Victor Mailangkay, Plt. Sekretaris Daerah Denny Mangala, serta jajaran pejabat tinggi di lingkungan Pemprov Sulut.

Momen bersejarah ini menjadi refleksi mendalam atas perjalanan kebijakan desentralisasi di Indonesia, sekaligus menjadi momentum penguatan komitmen untuk memajukan daerah.

Momentum Perkuat Sinergi Wujudkan Asta Cita

Dalam amanatnya, Gubernur Yulius Selvanus menegaskan bahwa peringatan ke-30 ini bukan sekadar seremonial, melainkan ajakan untuk mempererat kerja sama. Sinergi yang solid, baik antara pemerintah provinsi dengan kabupaten/kota, maupun dengan pemerintah pusat, menjadi kunci utama keberhasilan pembangunan.

Baca Juga:  Yulius Selvanus Nahkodai Pelantikan KKT Sulut: Sinergi Masyarakat Toraja dan Pembangunan Daerah Jadi Sorotan

“Peringatan 30 tahun ini tentu menjadi momentum kita untuk memperkuat sinergitas, baik dengan Pemerintah Kota/Kabupaten, maupun Pusat, guna mewujudkan visi besar Asta Cita,” ucap Gubernur Yulius.

Ia menekankan bahwa otonomi daerah adalah wadah yang tepat untuk memperjuangkan kesejahteraan masyarakat, dengan tetap menjaga semangat persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Efisiensi Bukan Sekadar Pangkas Anggaran

Salah satu poin penting yang disorot adalah soal manajemen pemerintahan ke depan. Gubernur mengingatkan seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor, namun tetap berpegang pada prinsip tata kelola yang baik dan efisien.

Yulius menegaskan, konsep efisiensi anggaran harus dipahami secara bijak. Bukan berarti sekadar memotong biaya secara membabi buta, melainkan menjaga keseimbangan antara penghematan dengan keberlanjutan program kerja.

Baca Juga:  Paskah Nasional 2026 di Pohon Kasih, Recky Langie: Manado Bersiap Sambut Lautan Umat

“Kita harus tetap memperhatikan keseimbangan antara penghematan anggaran dan keberlanjutan program kerja, bukan sekadar pemangkasan biaya yang justru menghambat laju pembangunan,” tegasnya.

Tingkatkan Kemandirian dan Pelayanan

Di akhir amanatnya, Gubernur Yulius kembali menegaskan tujuan utama pelimpahan wewenang melalui otonomi daerah, yaitu untuk menciptakan kemandirian daerah.

Dengan kemandirian yang kuat, diharapkan kualitas pelayanan publik akan semakin meningkat, kesejahteraan masyarakat menjadi prioritas utama, dan hubungan pusat-daerah semakin harmonis dalam mendukung setiap program strategis nasional.

“Dengan Otonomi Daerah, kita wujudkan Asta Cita. Kita tingkatkan kemandirian, layanan publik, dan kesejahteraan bersama,” pungkas Gubernur Yulius.
(EL)