Sulut

“Boleh Datang Kapan Saja, Bahkan Jam Dua Pagi” – Gubernur Sulut Buka Pintu Komunikasi Tanpa Batas Protokol untuk MUI

148
×

“Boleh Datang Kapan Saja, Bahkan Jam Dua Pagi” – Gubernur Sulut Buka Pintu Komunikasi Tanpa Batas Protokol untuk MUI

Sebarkan artikel ini

Sulut1news.com, Manado – Suasana  hangat dan penuh keakraban menghiasi  ruang kerja Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, pada  hari Minggu (15/02/2026), saat menerima kunjungan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulut, KH Abdul Wahab Abdul Gafur.  Pertemuan yang awalnya terasa sebagai silaturahmi biasa ternyata menjadi titik balik penting dalam  menjembatani kesalahpahaman dan memperkuat sinergi antara pemerintah  daerah dan lembaga keagamaan terkemuka.

Kesalahpahaman Hanya Akibat Miskomunikasi

Dalam pertemuan yang terbuka tanpa  beban protokol, KH Abdul Wahab mengakui bahwa kurangnya komunikasi  intens selama ini telah menimbulkan persepsi salah di kalangan MUI Sulut terkait gaya kerja gubernur. Namun, setelah bertemu langsung,  semua kekhawatiran pun sirna.

“Dengan adanya komunikasi ini, semua  jadi plong. Apa yang terjadi sebelumnya,  ternyata hanya miskomunikasi,” ujar Ketua MUI Sulut dengan nada lega.

Baca Juga:  Sulut Bangkit di Tengah Tantangan: Gubernur Yulius Buktikan Komitmen dengan Program Pro-Rakyat

Ia juga mengungkapkan kekagumannya  terhadap gaya kepemimpinan Yulius  yang jauh dari kaku. “Rupanya Pak Gubernur ini bukan seorang yang terlalu protokoler. Kita tidak perlu selalu  menunggu waktu resmi, tapi bisa membangun komunikasi secara  langsung. Itu yang selama ini kami kurang pahami,” jelasnya.

Menurutnya, keterbukaan tersebut  menjadi modal berharga untuk membangun hubungan yang lebih erat  antara pemerintah dan umat Islam di Sulut, serta seluruh masyarakat secara luas.

“Saya melihat beliau sangat  terbuka. Tidak ada yang ditutupi. Tinggal bagaimana kita membangun komunikasi yang baik,” tambahnya.

KH Abdul Wahab juga memastikan bahwa ke depan MUI Sulut akan mengagendakan silaturahmi bersama pengurus baru untuk memperkuat kerja sama dengan pemerintah provinsi.

Baca Juga:  Sidak Mendadak Wagub Sulut: Banyak Dapur MBG Masih 'Tabiar' Kusam, Belum Siap Layani Masyarakat

“Tidak Ada Organisasi  yang Luput dari Perhatian”

Sementara itu, Gubernur Yulius Selvanus  menegaskan bahwa tidak ada satu pun organisasi masyarakat di Sulawesi Utara yang terlewat dari  perhatian pemerintah provinsi. Menurutnya, dinamika yang  menyebabkan kurang lancarnya komunikasi lebih disebabkan oleh padatnya aktivitas pemerintahan.

“Tidak ada satu pun organisasi di Sulawesi Utara yang terlepas dari perhatian gubernur. Itu komitmen saya,” tegasnya.

Ia mengakui bahwa kesibukan yang tinggi, baik di tingkat daerah maupun pusat, seringkali menjadi kendala. “Kadang komunikasi terputus karena jadwal yang padat. Ketika komunikasi kurang, muncul persepsi yang tidak baik, padahal sebenarnya tidak ada masalah,” ucapnya.

Untuk menjawab hal tersebut, gubernur bahkan membuka pintu komunikasi tanpa batasan waktu.

“Jangan selalu menunggu protokoler. Kalau perlu, ‘curi waktu’. Jam dua pagi pun kalau perlu, kami tetap terima,” tandasnya dengan semangat.

Baca Juga:  YSK Ubah Arah Birokrasi Sulut: Stop Andalkan Pajak, Saatnya Aset Daerah Jadi Mesin Uang

Gubernur juga menyoroti pentingnya kerja sama antara pemerintah dan MUI dalam menjaga keharmonisan kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.

“MUI wajib berkolaborasi dengan pemerintah. Kita sama-sama menjaga umat dan rakyat. Pemerintah melihat dari semua aspek, sementara MUI dari sudut keagamaan. Kalau ini berjalan bersama, Sulawesi Utara akan semakin maju, bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara moral dan spiritual,” jelasnya.

Pertemuan tersebut menjadi bukti nyata bahwa dialog terbuka dan komunikasi yang hangat serta tulus mampu menghilangkan dinding persepsi yang salah. Di tengah dinamika perkembangan daerah, kebersamaan dan harmoni di Bumi Nyiur Melambai terus dijaga sebagai pondasi utama kemajuan.
(EL)