MinutSulut

Dari Minut, Gubernur Yulius Selvanus Saksikan Prabowo Luncurkan Sejarah Baru Ekonomi Rakyat: 1.061 Koperasi Merah Putih

176
×

Dari Minut, Gubernur Yulius Selvanus Saksikan Prabowo Luncurkan Sejarah Baru Ekonomi Rakyat: 1.061 Koperasi Merah Putih

Sebarkan artikel ini

Sulut1news.com, Minut – Sebuah babak baru perekonomian Indonesia resmi dimulai. Langkah besar yang akan mengubah wajah pembangunan dari akar rumput hingga ke tingkat nasional dikukuhkan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, Sabtu (16/05/2026). Momen bersejarah ini disaksikan langsung oleh Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE., bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dari titik lokasi penghubung di Desa Kauditan II, Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara.

Melalui sambungan video konferensi yang dipusatkan di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Presiden Prabowo secara resmi menekan tombol peluncuran sekaligus meresmikan operasionalisasi 1.061 titik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Ini bukan sekadar pembukaan layanan biasa, melainkan tanda dimulainya strategi besar negara untuk membangun kekuatan ekonomi yang kokoh, mandiri, dan berpihak sepenuhnya kepada rakyat kecil.

“Ini Prestasi Jarang Ditemukan di Negara Lain”

Di hadapan para kepala daerah, pimpinan TNI/Polri, dan pejabat tinggi negara yang tersebar di seluruh Indonesia, Presiden Prabowo membacakan pernyataan resmi pengukuhan yang menjadi tonggak sejarah.

Baca Juga:  Misteri "Radio Kiamat" Rusia Kembali Aktif, Sebut Nama Latvia Picu Kekhawatiran Global

“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada siang hari ini, Sabtu, 16 Mei 2026, saya, Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini meresmikan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih,” tegas Presiden sebelum secara simbolis menandai dimulainya pengoperasian koperasi-koperasi tersebut.

Presiden menegaskan, kehadiran koperasi ini adalah jawaban nyata atas kebutuhan kemandirian daerah. Koperasi ini diproyeksikan menjadi motor penggerak utama ekonomi desa yang mampu memutus ketergantungan rantai pasokan panjang, serta memastikan keuntungan ekonomi berputar dan dinikmati langsung oleh warga setempat.

Perencanaan matang telah dilakukan sejak November tahun lalu, dan kini pelaksanaannya mulai menampakkan hasil nyata. Bahkan, ambisi pemerintah sangat besar. Prabowo menargetkan percepatan pembangunan masif hingga mencapai angka 30 ribu koperasi yang beroperasi penuh di seluruh Indonesia paling lambat Agustus 2026 mendatang.

“Kalau umpamanya tidak sampai 30 ribu, kalau hanya sampai 20 ribu, saya katakan 20 ribu ini juga adalah prestasi yang saya kira jarang diketemukan di negara lain,” ujar Presiden dengan penuh keyakinan, menggambarkan skala besarnya revolusi ekonomi yang sedang dibangun ini.

Baca Juga:  Fernando Rorimpandey Kawal Ketat Persiapan Natal dan Kunci Taong KKK 2026, Momentum Perkuat Iman dan Identitas Kawanua

Peresmian akbar ini menunjukkan keseriusan dan keterpaduan seluruh elemen negara. Presiden Prabowo Subianto didampingi langsung oleh jajaran kabinet dan pimpinan lembaga negara, antara lain Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, serta Ketua MPR RI Ahmad Muzani. Kehadiran para pemimpin tertinggi ini menjadi jaminan bahwa program ini memiliki dukungan penuh dari sisi kebijakan, keamanan, hingga pendanaan.

Pada tahap awal ini, sebanyak 1.061 koperasi yang resmi beroperasi tersebar merata, terdiri dari 530 unit di tujuh kabupaten di Jawa Timur dan 531 unit di delapan kabupaten/kota di Jawa Tengah. Namun, gelombang ini akan segera merambah ke seluruh pelosok Nusantara, termasuk Sulawesi Utara.

Salah satu daya tarik terbesar dari program ini adalah dampak langsungnya terhadap pengurangan angka pengangguran dan pemerataan pendapatan. Setiap unit koperasi dirancang dan diwajibkan menyerap tenaga kerja minimal 17 orang yang keseluruhannya merupakan warga asli atau penduduk setempat. Artinya, dengan beroperasinya 1.061 koperasi pada tahap ini, negara telah menciptakan puluhan ribu lapangan kerja baru yang siap menopang ekonomi keluarga.

Baca Juga:  Gubernur Yulius Selvanus Tegaskan Hak ASN Harus Diimbangi Kewajiban, TTP Natal-Tahun Baru Disalurkan Tanpa Potongan

Pembangunan infrastruktur fisiknya pun berjalan secepat kilat. Melalui BUMN strategis PT Agrinas Pangan Nusantara, pemerintah saat ini tengah menyelesaikan pembangunan sekitar 25 ribu unit tambahan yang tersebar di berbagai provinsi. Target besarnya jelas: menjelang peringatan kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia nanti, seluruh Indonesia akan dikelilingi jaringan ekonomi kerakyatan yang kuat, mandiri, dan menjadi benteng ketahanan ekonomi negara di tingkat paling bawah.

Bagi Sulawesi Utara yang diwakili langsung oleh Gubernur Yulius Selvanus, momen ini menjadi sinyal kuat bahwa daerah ini siap masuk dalam peta besar pembangunan nasional, membawa harapan baru bagi kemajuan ekonomi desa-desa di tanah Nyiur Melambai.

EL