Sulut1news.com – Makassar, 31 Januari 2026 — Presiden ke-7 Joko Widodo menghadirkan diri dalam penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Makassar, Sulawesi Selatan, dengan membawa arahan tegas untuk menguatkan partai muda tersebut dari sisi jaringan hingga struktur politik yang menjangkau akar rumput.
Dalam pidatonya pada Sabtu malam, Jokowi menyoroti dua pilar utama yang harus diperkuat guna mengangkat kapasitas PSI, yaitu jaringan daring dan luring yang saling melengkapi.
Presiden Jokowi menekankan pentingnya menguasai ruang digital sebagai bagian tak terpisahkan dari strategi politik masa kini.
“Kita perlu memperkuat jaringan. Ada dua tempat yang kita perlukan untuk kita perkuat, yaitu jaringan sosial media, perkuat jaringan dengan warganet, perkuat jaringan-jaringan dengan netizen, perkuat jaringan-jaringan online,” jelasnya.
Tak hanya fokus pada dunia maya, ia juga menekankan perlunya memperkuat koneksi secara langsung dengan masyarakat.
“Semuanya harus kita perkuat, mulai dari kota sampai ke desa,” tegasnya.
Selain jaringan, Jokowi juga menekankan pentingnya pembangunan struktural partai yang kuat hingga ke tingkat terkecil.
“Bolak-balik saya sampaikan, perkuat, bangun struktur sampai ke kecamatan, sampai ke desa, sampai ke RT/RW,” ucapnya.
Presiden mengungkapkan bahwa hal ini telah menjadi pembicaraan bersama dengan pengurus tertinggi PSI.
“Kemarin saya ngomong-ngomong dengan Ketua Dewan Pembina, dengan Ketua Umum, Ketua Harian, saya tanya kapan kira-kira ini bisa kita selesaikan? Dan harus kita selesaikan. Akhir 2026 itu harus selesai,” tandasnya dengan nada tegas.
Jokowi menegaskan bahwa PSI memiliki target yang ambisius untuk menghadapi pemilu mendatang, sehingga membutuhkan fondasi yang kokoh.
“Target PSI sangat besar, targetnya tinggi, jadi mesinnya harus mesin besar. Nggak bisa struktur hanya sampai DPD, nggak bisa,” katanya.
Menurutnya, kekuatan dan solidaritas kader terletak pada struktur yang hidup dan mampu menyentuh masyarakat terbawah.
“Karena kekuatan partai politik itu terletak pada struktur yang kuat. Tapi strukturnya harus yang hidup, struktur yang benar-benar bisa bekerja sampai ke akar rumput, menyentuh betul masyarakat terbawah kita. Itu struktur yang ideal,” pungkasnya.
Redaksi Sulut1News






