Sulut

Lompatan 14 Kali Lipat: Sulut Dapat 10.800 Unit Bedah Rumah 2026, Gubernur Yulius: Angka Bukan Segalanya, Manfaat yang Menentukan

77
×

Lompatan 14 Kali Lipat: Sulut Dapat 10.800 Unit Bedah Rumah 2026, Gubernur Yulius: Angka Bukan Segalanya, Manfaat yang Menentukan

Sebarkan artikel ini
Signature: +4ZIOgk625kP4ZeqauXqKUGxys+AnYLqbR0Ch5vjlE54x18aMMrp7/M2f7QI6NZbdldzDglT97x9/wUdH5Vu4+7MjwVdv2OtKjmz+Ie8SWn9ww3zK09lY+1T63Ga0BxLyYwMROIIA5gKLouRMFedKlLB8oURemak0YIrILyoTP9flz96vJCUt3q2zqUBG106zdi0iSolhnKLJ5YMTIaj1hOLz/iSh32yEnOsWyjNySwna/8jle1meczy7SIN/XvT7abK4xp1wyfyTJDV02wHK9GLVJcXZiMahmxeKN+x6sRyqnQgNqV8pY35+0qooQxtYsoya57078Rmq5W4ClS2gFNmbGqCEyrpXdqxnQfoS48txxKlxgXHzsz8TIPRX/jZJXSmTXdWnI1jiiRpM63PVzsoyfensCZt+SwVAsMLZklCy7rwNHk7Ab8qAC3el6CjSBDdgRXeAb4XR0yg/cMBwwHVLZbr5v1yK5hpjHcgr26Hd6XF4PnJTzcl79pKrgRV6r2X6rKwfa8zuX/6GLzfcicrRybXMOD8tX49fmikq/EclW4MJNCRWNBFR7kPCGEslAwQPP13B8Tlm/G/vzIjwG/ASLIUEgKIne6gEz3G20MaUzw0PvZzVkidLHPmXao9Y/uZmtKUvLNKLsCyvxfg665AVTieYQGeamiQmozJZFlY7qJNOHNBEyxhljdPLVW1aObDJ8kZimkcuFGKXRIpovFCjQscjbvE69CL8HkQEgn1Q116JhD5BxyAHjSZru5aTN//QoxUAzOEdR69aEoO8B0JFeGcdS60kd5blAdU48tdy2VcppyWcJf61FvfOXVPgGLQIibJ1Lh9682hBTtoQmkgo40F6KAT0wQ2qRsfg9n8d3n0yqbyJlOYw2E7970hA2osBE08OEJi4sZq2Zwoqo8cZqMGfwCT4KkKIrIr+HuTwnctny8RnVA86indWogusqs/iQ+TdGNhj7ouUrrDSV8blm7C7nAbuNzGBRmN3S0=

Sulut1news.com, Manado — Langkah besar Pemprov Sulawesi Utara bersama pemerintah pusat dalam memperbaiki kualitas hunian warga semakin nyata. Pada tahun 2026, kuota Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau program Bedah Rumah melonjak drastis menjadi 10.800 unit, naik lebih dari 14 kali lipat dibandingkan tahun 2025 yang hanya 747 unit.

Pertemuan strategis yang digelar di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado, Rabu (30/9/2026), menegaskan: besarnya tambahan kuota ini bukan sekadar angka, melainkan komitmen nyata menghadirkan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah di seluruh penjuru Sulut.

Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, SE menegaskan, keberhasilan program tidak boleh diukur semata dari target yang megah.

“Angka yang tinggi belum tentu bermakna jika tidak dirasakan langsung oleh warga. Yang paling penting: manfaatnya nyata, tepat sasaran, dan berkelanjutan,” ujar Gubernur Yulius membuka arahan dalam rapat koordinasi yang memantau sekaligus mempercepat pelaksanaan beragam program perumahan dan permukiman.

Baca Juga:  Hadirkan Mentan & Gubernur, HIPMI Sulut Luncurkan Diklatda & Forbisda: Bangkitkan Ekonomi Lewat Generasi Muda

Dari 10.800 unit yang menjadi target utama, per akhir September 2026 telah terbangun atau sedang dalam proses 4.533 unit, dengan 224 unit telah rampung 100 persen. Realisasi anggaran mencapai Rp95,28 miliar atau 41,83% dari total pagu Rp227,81 miliar.

Angka ini menunjukkan laju pembangunan terus bergerak, meski perjalanan menuju target penuh masih memerlukan kerja sama yang erat antar semua pihak — dari pusat, provinsi, kabupaten/kota, hingga di tingkat desa.

Salah satu fokus utama perbaikan lingkungan hidup berada di Kecamatan Bolaang Uki, Bolaang Mongondow Selatan. Di kawasan seluas 18,09 hektare ini, pemerintah menargetkan penanganan kawasan kumuh sekaligus membangun dan memperbaiki fasilitas sanitasi bagi warga.

Secara rinci:

– 60 unit MCK baru lengkap dengan bilik dan septic tank
– 21 unit MCK yang sudah ada ditingkatkan kualitasnya
– Tersebar di Desa Sondana, Tolondadu, dan Tabilaa

Baca Juga:  Komisi I DPRD Sulut Apresiasi Kinerja Jurnalis, Braien Waworuntu Minta Kerja Sama Media Diperpanjang Hingga Akhir Tahun

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perumahan Perdesaan Rini Dyah Mawarty menjelaskan, meskipun pekerjaan fisik belum dimulai — terkendala proses lelang yang sempat mendapat sanggahan — supervisi sudah berjalan dan kontrak pelaksanaan konstruksi direncanakan ditandatangani 7 Oktober 2026 dengan nilai Rp6,2 miliar.

“Kami jujur sampaikan kendalanya. Tidak ada yang ditutupi. Yang penting: proses diperbaiki, waktu dipersempit, hasilnya berkualitas,” tegas Rini.

Secara keseluruhan, progres fisik program sanitasi di Bolaang Uki telah mencapai 24,52%, dengan target keseluruhan 200 unit.

Upaya menyediakan tempat tinggal layak tidak berhenti di bedah rumah:

– FLPP / KPR Bersubsidi: Alokasi 14.854 unit, telah teraliri 1.757 unit
– KUR Perumahan: 791 debitur, total Rp239,735 miliar — membantu warga memiliki rumah sendiri
– Rusun MBR Manado: 1 menara, 44 unit hunian sedang dibangun, progres awal 0,54%

Untuk 1.000 unit bedah rumah tahun ini — berpotensi naik hingga 2.000 unit mencakup Minahasa, Minahasa Selatan, hingga Sitaro.

Baca Juga:  Fernando Rorimpandey Kawal Ketat Persiapan Natal dan Kunci Taong KKK 2026, Momentum Perkuat Iman dan Identitas Kawanua

Pertemuan ini juga terbuka membahas hambatan di lapangan:

– Kelangkaan solar mengganggu distribusi material bangunan
– Keterbatasan tenaga kerja terampil, terutama di wilayah kepulauan
– Proses pengadaan yang memerlukan ketelitian agar tidak meleset sasaran

Namun, di balik kendala tersebut, semangat tidak surut. Pemprov Sulut melalui Dinas Perkimtan terus menyelaraskan langkah dengan Satker, balai terkait, dan pemerintah kabupaten/kota. Koordinasi menjadi kunci agar setiap rupiah dan setiap unit yang dibangun benar-benar menjawab kebutuhan warga.

Bagi Gubernur Yulius Selvanus dan seluruh jajaran Pemprov Sulut, program perumahan bukan sekadar proyek pembangunan fisik. Rumah yang layak adalah awal dari keluarga yang sehat, produktif, dan sejahtera.

“Kami tidak mengejar angka gemilang semata. Kami ingin setiap warga Sulut memiliki tempat pulang yang aman, bersih, dan membanggakan,” pesan Gubernur Yulius.

(EL)