Sulut1news.com, Manado – Babak baru sejarah pelestarian budaya dan sejarah Sulawesi Utara kian dekat wujudnya. Pemerintah Provinsi Sulut kini bergerak cepat mematangkan seluruh persiapan akhir menjelang peresmian Museum Negeri Sulawesi Utara yang dijadwalkan digelar dalam waktu dekat. Langkah strategis ini dikukuhkan dalam Rapat Koordinasi khusus yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Tahlis Gallang, guna memastikan setiap detail, dari aspek teknis, penyusunan koleksi, hingga konsep acara, berjalan maksimal dan siap diserahkan ke publik.
Dalam memimpin jalannya rapat, Tahlis Gallang menegaskan kepada seluruh jajaran perangkat daerah terkait untuk mempercepat penyelesaian tahapan akhir yang tersisa. Fokus utama saat ini bukan lagi pada pembangunan fisik, melainkan pembenahan mutu isi dan layanan. Sejumlah poin krusial yang dituntut penyelesaiannya meliputi penataan tata ruang dan interior bangunan, kesiapan area pameran yang nyaman dan informatif, sistem pengamanan ketat bagi benda-benda bersejarah, hingga penyusunan skema pelayanan pengunjung yang ramah dan edukatif pasca museum resmi dibuka.
Pemerintah daerah menempatkan keberadaan museum ini pada posisi yang jauh lebih penting daripada sekadar bangunan publik biasa. Revitalisasi besar-besaran yang telah dilakukan ini dinilai sebagai langkah strategis penguatan identitas daerah. Museum Negeri Sulut yang baru ini dipandang sebagai simbol kebangkitan dan penguatan identitas sejarah serta budaya masyarakat Sulawesi Utara. Karena nilai strategisnya itu, Tahlis Gallang menekankan tidak boleh ada satu pun aspek yang belum sempurna saat peresmian dilaksanakan.
Pembangunan fisik museum ini sendiri sejatinya telah rampung 100 persen pada akhir tahun 2025 lalu. Kini, seluruh energi dan perhatian pemerintah tercurah pada pembenahan sisi internal, mulai dari proses kurasi dan penataan koleksi benda bersejarah, penyempurnaan fasilitas pendukung, hingga penyusunan narasi sejarah yang tepat dan mudah dipahami. Targetnya jelas, museum ini harus bertransformasi menjadi pusat unggulan edukasi sekaligus destinasi wisata budaya utama di Sulawesi Utara.
Lebih dari sekadar tempat penyimpanan benda kuno atau artefak masa lalu, museum ini diproyeksikan menjadi ruang hidup bagi generasi muda. Di sini, anak-anak dan remaja diharapkan dapat belajar langsung, mengenal, dan memahami perjalanan panjang sejarah daerah, kekayaan budaya, serta nilai-nilai kearifan lokal yang diwariskan para leluhur.
Pemerintah Provinsi Sulut menaruh harapan besar agar bangunan yang telah direvitalisasi total ini nantinya mampu menjadi daya tarik tersendiri, memikat minat masyarakat luas maupun wisatawan dari luar daerah. Tak hanya berfungsi sebagai tempat melihat koleksi, museum ini dirancang menjadi ruang publik yang aktif, dinamis, dan hidup sebagai wadah berbagai kegiatan budaya, penelitian, pendidikan, serta literasi sejarah yang akan terus menjaga api kebudayaan Sulawesi Utara tetap menyala. (EL)






