ManadoSulut

Menteri Abdul Mu’ti Pastikan Revitalisasi Sekolah Tepat Sasaran di Sulut

154
×

Menteri Abdul Mu’ti Pastikan Revitalisasi Sekolah Tepat Sasaran di Sulut

Sebarkan artikel ini
oplus_0

Sulut1news.com, Manado — Transformasi pendidikan  di Sulawesi Utara kini tak lagi  sekadar wacana. Dari ruang kelas yang  dulunya bocor saat hujan hingga menjadi  lingkungan belajar yang nyaman dan modern, program revitalisasi sekolah mulai  menunjukkan dampak  nyata bagi siswa dan guru di daerah ini.

Momentum  tersebut ditandai dengan  peresmian revitalisasi satuan pendidikan  melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) bertajuk “Wujudkan Sekolah Asri”, yang  merupakan bagian dari kebijakan Presiden . Kegiatan ini dipusatkan di dan dipimpin  langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, , Selasa (21/4/2026).

Berbeda dari pendekatan sebelumnya yang  lebih berfokus pada pembangunan fisik,  program ini mengusung konsep  menyeluruh—menggabungkan infrastruktur, lingkungan hijau, hingga  integrasi teknologi pembelajaran dalam satu ekosistem pendidikan.

Gubernur Sulawesi Utara, , menegaskan  bahwa program ini menjadi jawaban atas  berbagai persoalan mendasar pendidikan di  daerah, termasuk kondisi sekolah rusak  yang selama ini menghambat proses belajar mengajar.

“Ini bukan hanya soal bangunan baru,  tetapi bagaimana kita menghadirkan harapan baru  bagi anak-anak Sulawesi Utara untuk belajar lebih baik dan berani bermimpi lebih besar,” ujarnya.

Baca Juga:  Respons Keluhan Warga, Gubernur Yulius Selvanus Genjot Perbaikan Jalan Strategis di Manado

Kisah  perubahan paling terasa datang dari TK Negeri 10 Manado. Sebelum  direvitalisasi, bangunan sekolah disebut kerap tergenang air saat hujan, bahkan  menyerupai “kolam kecil” yang mengganggu aktivitas belajar. Kini, wajah  sekolah berubah total—lebih bersih, aman, dan ramah anak.

Perubahan tersebut berdampak langsung  pada semangat belajar siswa serta motivasi  para guru. Lingkungan yang layak dinilai  menjadi faktor penting dalam membangun kualitas pendidikan sejak usia dini.

Secara nasional, Kementerian Pendidikan  Dasar dan Menengah mencatat capaian  revitalisasi yang melampaui target. Pada  2025, sebanyak 16.167 satuan pendidikan  berhasil dibangun dan diperbaiki. Angka ini  jauh melampaui target awal 10.440 sekolah.

Untuk tahun 2026, target kembali  ditingkatkan menjadi 11.744 satuan  pendidikan, didukung tambahan anggaran dari  pemerintah pusat hingga Rp60 triliun.

Baca Juga:  Batu Keti Beach: Destinasi Pantai dengan Makna Filosofis di Ujung Utara Indonesia

Khusus Sulawesi Utara, total 248 satuan  pendidikan telah direvitalisasi, terdiri dari 247 sekolah dan 1 unit sekolah baru dengan  nilai anggaran lebih dari Rp231 miliar. Angka ini menunjukkan bahwa Sulut menjadi salah satu daerah prioritas dalam  percepatan peningkatan kualitas pendidikan nasional.

Tak hanya infrastruktur, distribusi teknologi pembelajaran juga menjadi perhatian. Ribuan perangkat Interactive Flat Panel (IFP) telah disalurkan ke berbagai jenjang pendidikan di Sulut, termasuk ratusan unit di Kota Manado, guna mendukung  pembelajaran digital di era modern.

Pemerintah  juga menyoroti aspek sumber  daya manusia, khususnya guru. Program  bantuan pendidikan bagi guru yang belum bergelar S1 menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan kualitas pengajaran.

Selain itu, kebijakan  wajib belajar 13 tahun—yang dimulai dari taman kanak-kanak— menjadi langkah besar dalam memperluas akses pendidikan sejak usia dini. Bahkan, untuk pertama kalinya, siswa TK akan  menerima bantuan Program Indonesia Pintar (PIP).

Baca Juga:  Rolling Jabatan di Pemkot Manado, Jefri Mongdong Dilantik Jadi Kepala Bapenda

Konsep “Sekolah Asri” yang diusung dalam  program ini tak hanya berbicara soal estetika, tetapi juga tentang menciptakan  lingkungan yang sehat, aman, dan berkelanjutan. Hal ini dinilai relevan dengan karakter Sulawesi Utara sebagai  daerah pariwisata yang mengandalkan keindahan alam.

Dalam suasana penuh makna, kegiatan  peresmian turut diwarnai penampilan  anak-anak yang membawakan lagu nasional dan daerah, menambah nuansa  emosional sekaligus mengingatkan pentingnya pendidikan karakter sejak dini.

Di akhir kegiatan, Menteri bersama jajaran  pemerintah daerah meninjau langsung  ruang kelas yang telah direvitalisasi. Wajah-wajah antusias para siswa menjadi gambaran sederhana namun kuat: bahwa  perubahan nyata dalam pendidikan memang sedang terjadi.

Revitalisasi ini bukan sekadar proyek  pembangunan, melainkan investasi jangka panjang dalam membentuk generasi unggul. Dengan sinergi yang terus diperkuat antara pusat dan daerah, Sulawesi Utara kini melangkah lebih pasti menuju masa depan pendidikan yang lebih baik. (EL)