DaerahEkonomi & BisnisSulut

Batu Keti Beach: Destinasi Pantai dengan Makna Filosofis di Ujung Utara Indonesia

198
×

Batu Keti Beach: Destinasi Pantai dengan Makna Filosofis di Ujung Utara Indonesia

Sebarkan artikel ini

Sulut1news.com, Sangihe – 29 Januari – Terletak di Kampung Likuang, Kecamatan Tabukan Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Batu Keti Beach muncul sebagai destinasi wisata kuliner dan alam yang memikat hati pengunjung. Tak hanya menghadirkan hamparan laut biru dengan suasana pantai alami, tempat ini juga menyimpan makna filosofis mendalam yang menjadi dasar nama dan konsep usahanya.

Beroperasi sejak 27 November 2025, destinasi yang terletak di wilayah paling utara Negara Kesatuan Republik Indonesia ini berhasil menarik perhatian wisatawan tanpa bergantung pada promosi besar-besaran. Bahkan pada akhir pekan, tempat ini kerap dipadati pengunjung dari dalam dan luar daerah, termasuk wisatawan mancanegara yang menjelajahi Kepulauan Sangihe.

Baca Juga:  DPRD Sulut Resmikan Dua Ranperda Krusial: Dorong Pemberdayaan Muda dan Kemandirian Fiskal

Nama dengan Makna Alkitabiah: Batu Karang Sebagai Simbol Keteguhan

Nur Afni Oktavia Mokol, pemilik Batu Keti Beach, mengungkapkan bahwa pemilihan nama dan lokasi usaha ini tidak semata-mata karena potensi wisata alam yang menjanjikan, tetapi juga nilai filosofis yang diangkat dari ayat Alkitab.

“Nama ‘Batu Keti’ terinspirasi dari batu karang yang digambarkan sebagai simbol keteguhan dan kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan. Kami ingin destinasi ini tidak hanya menjadi tempat bersantai, tetapi juga membawa pesan tentang ketahanan dan keindahan yang abadi,” ujarnya.

Fasilitas Ramah Kantong dan Pelayanan yang Menarik Hati

Batu Keti Beach tidak hanya menawarkan panorama pesisir yang memukau, tetapi juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang mulai dari area bersantai hingga penginapan dengan tarif yang terjangkau. Keberadaan akomodasi ini memungkinkan wisatawan menikmati keindahan pantai dari matahari terbit hingga terbenam tanpa harus berpindah lokasi.

Baca Juga:  Wajib UKW! Gubernur Andi Sudirman Tetapkan Standar Baru, Wartawan Peliput Harus Profesional

Evander Imanuel Lalela, salah seorang pengunjung yang datang dari Tahuna, mengaku terkesan dengan pengelolaan destinasi ini. “Pelayanannya ramah dan pengelolanya kreatif. Itu yang membuat wisatawan dari berbagai daerah seperti Tahuna, Manganitu, hingga kampung-kampung sekitar tertarik datang ke sini,” ucapnya dengan senyum.

Potensi Besar sebagai Ikon Wisata Sulawesi Utara

Saat ini, Batu Keti Beach telah dipandang sebagai salah satu destinasi wisata potensial di Kabupaten Kepulauan Sangihe, yang memperkaya pilihan destinasi pantai di Sulawesi Utara. Letaknya yang berada di ujung paling utara Indonesia memberikan pengalaman wisata yang berbeda, dengan suasana yang masih alami dan jauh dari keramaian kota besar.

Pengelola berharap kerja sama erat antara pengunjung dan masyarakat lokal dapat terus terjalin. “Kami mengharapkan dukungan semua pihak untuk menjaga kelestarian pantai serta merawat fasilitas yang ada, agar Batu Keti Beach dapat berkembang secara berkelanjutan dan menjadi destinasi yang membuat bangga bagi daerah kita,” tutup Nur Afni.
(EL)