Sulut1news.com, Manado — Kerukunan umat beragama yang selama ini menjadi kekuatan utama Sulawesi Utara tak boleh dianggap terjadi begitu saja — ia butuh dijaga, diperkuat, dan diserahkan kepada generasi penerus menghadapi tantangan zaman yang makin berubah. Inilah pesan inti Gubernur Yulius Selvanus saat mengarahkan peran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di tengah dinamika saat ini.
Menghadapi tantangan baru yang makin kompleks — terutama arus informasi yang cepat dan berpotensi memecah belah — Gubernur meminta FKUB tak hanya bergerak di lingkungan tokoh agama saja, melainkan turun langsung merangkul kalangan pelajar dan mahasiswa. Melalui program FKUB Go To School maupun FKUB Go To Campus, nilai‑nilai saling menghormati, toleransi, dan persaudaraan ditanamkan sejak dini — supaya pemahaman itu tumbuh kuat sebelum terpaan berita bohong serta ujaran kebencian menyasar mereka.
“Kini perselisihan tak selamanya datang dari pertemuan langsung, melainkan lewat tulisan dan kabar yang melesat di gawai kita. Kita harus pandai menyaring sekaligus mengajarkan anak‑anak kita membedakan mana kebenaran dan mana rekayasa,” tegas Gubernur.
Karena itu, penguatan literasi digital menjadi bagian tak terpisahkan dari tugas kerukunan bersama — menangkal hoaks, narasi yang memprovokasi, serta paham yang tak saling menghormati sebelum meluas.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara pun menegaskan tak akan berjalan sendiri: seluruh kekuatan lembaga agama, tokoh masyarakat, hingga kalangan pendidikan tetap bersatu padu menjalin kerja sama yang erat.
“Menjaga kerukunan bukan tugas sebagian orang saja — melainkan tanggung jawab kita semua. Di atas persatuan inilah kita membangun daerah yang aman, damai, makmur, dan sejahtera untuk seluruh warga Sulawesi Utara,” tutup tegas Gubernur Yulius Selvanus.
(EL)






