Sulut1news.com, Manado – Sebuah babak baru pelestarian sejarah dan kebudayaan Sulawesi Utara resmi dibuka. Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, didampingi Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Komaling (YSK), secara resmi meresmikan Museum Negeri Sulawesi Utara yang telah rampung direvitalisasi total. Momen bersejarah ini menjadi bukti nyata komitmen kuat pemerintah pusat dan daerah dalam mengangkat kembali identitas, sejarah, dan kearifan lokal masyarakat Minahasa Raya ke tingkat yang lebih tinggi, modern, dan berstandar nasional.
Suasana khidmat dan penuh nuansa budaya mewarnai seluruh rangkaian acara. Peresmian diawali dengan doa lintas agama sebagai wujud persatuan dan kerukunan masyarakat Sulut, dilanjutkan dengan penampilan spektakuler pertunjukan teater bertajuk “Abadi: Budaya Sulawesi Utara” yang menceritakan perjalanan panjang sejarah dan kekayaan tradisi daerah.
Tak hanya sekadar peresmian gedung, kegiatan ini menjadi ajang pemberian perhatian besar bagi pelestari budaya. Dalam kesempatan tersebut, dilakukan penyerahan alat musik tradisional kolintang yang diserahkan kepada tujuh perwakilan penerima dari berbagai wilayah. Langkah ini bertujuan menjaga warisan leluhur agar terus hidup dan dimainkan generasi penerus.
Bentuk kepedulian nyata lainnya adalah pemberian jaminan perlindungan sosial. Sebanyak 1.000 orang yang merupakan pekerja seni dan budayawan di Sulawesi Utara kini resmi terdaftar dan mendapatkan perlindungan BPJS Kesehatan. Selain itu, Kementerian Kebudayaan juga memberikan sejumlah penghargaan prestisius kepada para tokoh dan institusi yang dinilai berjasa besar dalam menjaga dan mengembangkan kebudayaan daerah.
Dalam sambutan selamat datangnya, Gubernur Yulius Selvanus melaporkan pencapaian luar biasa yang telah dikerjakan pemerintah daerah bersama para ahli. Ia mengungkapkan, kerja keras Dinas Kebudayaan bersama puluhan sejarawan dan budayawan se-Sulawesi Utara telah membuahkan hasil nyata.
“Perjuangan panjang telah kami lakukan. Kami mengumpulkan para ahli, sejarawan, dan budayawan dari seluruh penjuru daerah. Hasilnya sangat membanggakan, hingga saat ini sudah 90 persen kekayaan sejarah dan budaya kita telah tercatat, terdokumentasi, dan tersusun rapi. Ini adalah aset tak ternilai harga,” ungkap YSK penuh rasa syukur.
Meski pencapaian ini besar, YSK mengakui tugas belum selesai. Masih ada sisa 10 persen data dan jejak sejarah yang harus ditelusuri kembali. “Sisa 10 persen ini adalah bagian yang paling sulit, harus dibongkar kembali jejak-jejak masa lalu. Memang butuh waktu panjang dan kesabaran, tapi kami berkomitmen akan menyelesaikannya hingga tuntas,” tambahnya.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon tampak sangat mengapresiasi pembenahan besar-besaran yang dilakukan Pemprov Sulut. Mengawali sambutannya dengan pantun yang memancing senyum hadirin, Fadli menegaskan bahwa keberadaan museum yang megah ini adalah bukti nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap identitas bangsa.
“Saya sampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Gubernur Yulius Selvanus dan seluruh jajaran. Pembenahan ini bukan sekadar membangun gedung, tapi membangun jati diri. Saya ikut memantau, museum ini sempat menjadi perbincangan publik, namun respons cepat Pemprov Sulut menyelesaikannya hingga menjadi wajah baru yang sangat representatif ini patut diacungi jempol,” ujar Fadli Zon.
Pujian tertinggi pun terlontar dari pemimpin tertinggi kebudayaan Indonesia ini. Ia menilai kualitas bangunan, tata kelola, hingga isi museum ini jauh melampaui standar umum.
“Jujur saya katakan, menurut penilaian saya, Museum Negeri Sulawesi Utara ini bukan hanya yang terbaik di Pulau Sulawesi, tetapi merupakan salah satu museum terbaik di Indonesia. Sangat megah, sangat lengkap, dan sangat bermutu,” tegas Fadli yang disambut tepuk tangan meriah seluruh undangan.
Fadli Zon juga mengungkapkan rencana strategis Kementerian Kebudayaan ke depan. Ia memastikan akan mendorong proses registrasi dan pengembangan standar museum ini agar mendapatkan dukungan anggaran yang jauh lebih besar.
“Tahun depan kami harapkan alokasi dana untuk kegiatan kebudayaan dan museum akan jauh lebih besar. Saya melihat fasilitas di sini sudah sangat layak untuk mencapai Standar A, standar tertinggi nasional. Kami akan dukung penuh agar museum ini hidup dan bergerak,” janjinya.
Lebih jauh, Fadli Zon menegaskan definisi museum di era modern telah berubah total. Bukan lagi sekadar gudang barang kuno, museum kini harus menjadi ruang hidup masyarakat.
“Museum adalah kantong kebudayaan, ruang edukasi, dan ruang literasi. Berdasarkan pengalaman saya di berbagai negara maju, museum justru menjadi pusat aktivitas publik yang sangat ramai, sekaligus penggerak ekonomi kreatif dan pariwisata,” jelasnya.
Ia melihat potensi raksasa yang dimiliki Sulawesi Utara. Dengan kekayaan budaya yang beragam mulai dari wilayah Minahasa, Nusa Utara, hingga Bolaang Mongondow, Fadli yakin museum ini bisa menjadi magnet wisatawan.
“Sulut punya modal budaya yang sangat kuat, jejak peradabannya panjang. Ke depannya, museum ini harus memanfaatkan teknologi digital, lebih menarik bagi generasi muda, dan wajib menjadi destinasi wajib wisatawan domestik maupun mancanegara. Dari sinilah anak-anak muda kita belajar mengenal siapa mereka dan dari mana asal-usulnya. Saya sangat yakin, Museum Negeri Sulut ini akan menjadi kebanggaan seluruh rakyat Indonesia dan contoh bagi daerah lain,” pungkas Fadli Zon menutup momen bersejarah tersebut. (EL)






