Sulut1news.com, Manado – Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Nasional IV yang akan digelar di Provinsi Sulawesi Utara pada November 2027.
Dukungan tersebut disampaikan Gubernur Yulius saat menerima pengurus Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Nasional (LP3KN) bersama LP3KD Sulut di Wisma Negara Bumi Beringin, Kamis (22/1/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Yulius yang didampingi Asisten I Pemprov Sulut Denny Mangala menyampaikan rasa bangga karena Sulawesi Utara kembali dipercaya menjadi tuan rumah ajang nasional berskala besar.
“Pesparani bukan hanya kegiatan perlombaan paduan suara, tetapi menjadi wadah pembinaan iman dan karakter generasi muda Katolik melalui seni liturgi, sekaligus memperkuat citra Sulawesi Utara sebagai daerah yang religius, rukun, dan menjunjung tinggi nilai toleransi,” ujar Gubernur Yulius.
Gubernur menegaskan, Pemerintah Provinsi Sulut siap mendukung dan mendorong sinergi lintas sektor demi menyukseskan Pesparani Katolik Nasional IV, mengingat kegiatan ini juga berpotensi memberikan dampak positif bagi promosi daerah dan pengembangan pariwisata.
Sementara itu, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Kementerian Agama RI, Suparman, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemprov Sulut. Ia optimistis pelaksanaan Pesparani Nasional IV di Sulawesi Utara akan berlangsung sukses dan memberikan manfaat nyata bagi pembinaan umat Katolik di Indonesia.
“Kami optimistis Sulawesi Utara mampu menjadi tuan rumah yang baik, karena memiliki pengalaman serta dukungan pemerintah daerah yang kuat,” kata Suparman.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Kepala Kanwil Kemenag Sulut H. Ulyas Taha, jajaran pengurus LP3KD Sulut, Ketua LP3KN Muliawan Margadana, serta Sekretaris Umum LP3KN Salman Habeahan.
Pesparani Katolik Nasional IV di Sulawesi Utara diharapkan menjadi momentum memperkuat persatuan, pembinaan umat, serta memperkenalkan Sulut sebagai daerah yang aman, damai, dan terbuka bagi kegiatan nasional.
(EL)






