Ekonomi & BisnisInternasionalJakarta

Selat Hormuz Kembali Dibuka, Dua Kapal Pertamina Siap Berlayar

105
×

Selat Hormuz Kembali Dibuka, Dua Kapal Pertamina Siap Berlayar

Sebarkan artikel ini

Sulut1news.com, Jakarta – Situasi di jalur perdagangan strategis Selat Hormuz mulai membaik menyusul diumumkannya pembukaan kembali jalur tersebut. Menyambut perkembangan positif ini, PT Pertamina International Shipping (PIS) segera bergerak cepat dengan menyiapkan rencana pelayaran bagi dua kapalnya yang sebelumnya tertahan akibat blokade, yakni KM Pertamina Pride dan KM Gamsunoro.

PIS menegaskan pihaknya terus melakukan pemantauan situasi secara intensif dan menyusun perencanaan matang demi memastikan perjalanan laut yang aman dan lancar.

“Strategi yang disiapkan meliputi penyusunan rute yang optimal, identifikasi risiko terkini, optimalisasi navigasi elektronik, serta penyiapan rencana kontinjensi yang komprehensif,” ungkap PIS dalam keterangan resminya, Sabtu (18/4/2026).

Koordinasi Ketat dengan Kemlu dan Berbagai Pihak

Baca Juga:  Kabar Duka Nasional, Jenderal (Purn) Try Sutrisno Tutup Usia, Dari Medan Perang ke Kursi Wakil Presiden

Untuk menjamin keselamatan dan kelancaran operasional, PIS tidak bekerja sendiri. Perusahaan mengaku aktif berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI. Peran diplomasi dinilai sangat krusial dalam menjalin komunikasi dengan otoritas setempat.

Selain dukungan diplomatik, PIS juga terus berkoordinasi erat dengan perusahaan asuransi, manajemen kapal (ship management), pemilik kargo, hingga otoritas pelabuhan di wilayah tersebut. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh prosedur hukum dan perizinan terpenuhi sempurna sebelum kapal bergerak.

“Prioritas utama perusahaan tetap pada keselamatan awak kapal, serta keamanan aset kapal dan seluruh muatannya,” tegas PIS.

Selat Hormuz Resmi Dibuka Pasca Gencatan Senjata

Kepastian ini didapat setelah pemerintah Iran dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Jumat (17/4/2026) secara resmi menyatakan bahwa Selat Hormuz kini telah terbuka kembali bagi seluruh kapal komersial.

Baca Juga:  "Kepala Daerah Harus Pimpin Langsung!" - Wamendagri Minta Eliminasi TBC Jadi Prioritas, Kasus Masih Nomor Dua di Dunia

Pernyataan ini muncul menyusul diberlakukannya gencatan senjata antara Israel dan Lebanon yang mulai efektif sehari sebelumnya. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa jalur strategis tersebut telah “sepenuhnya terbuka”.

“Jalur ini dinyatakan sepenuhnya terbuka dan akan tetap terbuka selama periode gencatan senjata 10 hari antara Israel dan Lebanon berlangsung,” tulis Araghchi.

Kondisi ini memicu optimisme di pasar global dan komunitas internasional, termasuk bagi pelayaran nasional Indonesia yang kini mulai bisa kembali beroperasi normal di jalur vital tersebut.

Redaksi