Sulut

SMSI ke-82 GMIM Dibuka, Yulius Selvanus Soroti Tantangan Gereja di Tengah Perubahan Zaman

100
×

SMSI ke-82 GMIM Dibuka, Yulius Selvanus Soroti Tantangan Gereja di Tengah Perubahan Zaman

Sebarkan artikel ini

Sulut1news.com, Manado – Gereja tidak hanya dituntut untuk menjaga tradisi dan kehidupan persekutuan, tetapi juga harus mampu menjawab perubahan zaman yang bergerak semakin cepat.

Pesan itulah yang disampaikan Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, saat menghadiri Ibadah Pembukaan Sidang Majelis Sinode Istimewa (SMSI) ke-82 Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Tahun 2026 di Manado Convention Center (MCC), Kamis (24/9/2026).

Di hadapan peserta persidangan, Yulius menyoroti sejumlah perubahan yang kini ikut memengaruhi kehidupan gereja dan masyarakat, mulai dari perkembangan teknologi, perubahan sosial, dinamika kehidupan keluarga, hingga kebutuhan pelayanan yang semakin kompleks.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus momentum bagi GMIM untuk terus memperkuat pelayanan tanpa kehilangan jati diri.

Baca Juga:  Sang Stabilisator: Tahlis Gallang Resmi Nahkodai Birokrasi Sulut—Pekan Depan

Salah satu hal yang menjadi perhatian Yulius adalah Tata Gereja. Ia menilai perangkat aturan gereja harus mampu mengikuti kebutuhan zaman, tetapi tetap memiliki pijakan yang kuat pada Alkitab serta identitas GMIM.

“Tata Gereja perlu senantiasa mampu menjadi pedoman yang menjawab kebutuhan zaman, namun tetap berlandaskan pada Alkitab, tanpa kehilangan dasar iman dan identitas GMIM itu sendiri,” kata Yulius.

Bukan Sekadar Mengatur Organisasi

Yulius menekankan bahwa pembahasan dalam SMSI tidak semata-mata berkaitan dengan sistem, aturan, maupun tata kelola organisasi.

Lebih dari itu, keputusan yang lahir dari persidangan diharapkan memberi dampak terhadap kehidupan persekutuan dan pelayanan GMIM di tengah masyarakat.

Karena itu, ia mengajak seluruh peserta SMSI ke-82 mengikuti setiap tahapan persidangan dengan hati yang tulus, pikiran terbuka, serta mengedepankan semangat persaudaraan.

Baca Juga:  Kanwil DJP Suluttenggomalut Luncurkan Taxpayers’ Charter 2025 dan Siapkan Coretax di Forum Konsultasi Publik

Yulius berharap perbedaan pandangan yang mungkin muncul dalam proses persidangan dapat ditempatkan dalam semangat membangun kehidupan gereja yang semakin kuat.

“Tuhan kiranya memberikan hikmat kepada setiap peserta, menerangi setiap pembahasan, menuntun setiap keputusan, dan memberkati seluruh proses persidangan,” ujarnya.

Bagi Yulius, kekuatan gereja pada akhirnya bukan hanya terletak pada kokohnya struktur organisasi, tetapi pada bagaimana persekutuan orang percaya mampu menghadirkan nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan nyata.

“Yang kita bangun adalah kehidupan persekutuan orang percaya agar semakin mampu menghadirkan kasih Kristus di tengah dunia,” tegasnya.

GMIM Diharapkan Semakin Relevan

Pesan tersebut sekaligus menjadi dorongan agar GMIM terus memperkuat perannya di tengah perubahan sosial yang berlangsung cepat.

Baca Juga:  WOW! HARGA EMAS SEMPAI US$4.689, REKOR BARU DIDORONG SENGKETA GREENLAND

Gereja diharapkan tetap menjadi ruang persekutuan dan pelayanan yang mampu menjawab kebutuhan umat, sekaligus hadir memberikan kontribusi bagi kehidupan masyarakat.

Menutup sambutannya, Yulius menyampaikan selamat melaksanakan SMSI ke-82 GMIM Tahun 2026.

Ia berharap seluruh rangkaian persidangan menghasilkan keputusan yang membawa GMIM semakin kokoh dalam iman, kuat dalam persekutuan, teguh dalam kesaksian, serta semakin nyata dalam pelayanan.

SMSI ke-82 pun diharapkan tidak berhenti pada lahirnya keputusan organisasi, tetapi menjadi bagian dari perjalanan GMIM untuk terus membaca perubahan zaman, memperkuat kehidupan jemaat, dan menghadirkan kasih Kristus di tengah masyarakat. (EL)