MinahasaSulut

Sumaru Endo Resmi Dibuka, Pariwisata Mulai Menggerakkan Ekonomi Warga Minahasa

450
×

Sumaru Endo Resmi Dibuka, Pariwisata Mulai Menggerakkan Ekonomi Warga Minahasa

Sebarkan artikel ini

Sulut1news.com, Minahasa – Provinsi  Sulawesi Utara memasuki babak baru  pembangunan pariwisata di bawah  kepemimpinan Gubernur Julius Silvanus. Sektor pariwisata kini tidak lagi dipandang sekadar sebagai potensi,  melainkan ditetapkan sebagai kekuatan ekonomi strategis yang mampu memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara  menempatkan pariwisata sebagai sektor prioritas pembangunan, dengan  pendekatan  yang lebih nyata, terukur,  dan berorientasi pada manfaat ekonomi  bagi rakyat. Fokus  pembangunan diarahkan pada peningkatan fasilitas wisata, keselamatan dan kenyamanan  pengunjung, serta keterlibatan aktif  masyarakat lokal sebagai penerima manfaat utama.

Komitmen tersebut mulai diwujudkan  secara  konkret melalui dibukanya  kembali  objek wisata Sumaru Endo yang  berlokasi di Desa Leleko, Kecamatan Remboken, Kabupaten  Minahasa. Destinasi wisata alam ini resmi kembali  beroperasi pada 23  Januari 2026, setelah melalui penataan dan pembenahan.

Baca Juga:  ANIK YULIUS SELVANUS: JEMBATAN KERJASAMA SULUT-JEPANG, DARI PENJAJAKAN SAMPAI PERHATIAN TERHADAP WARGA

Kini, Sumaru Endo hadir dengan wajah   baru—lebih tertata, aman, dan inklusif. Penataan kawasan dilakukan dengan  memperhatikan aspek kenyamanan  pengunjung sekaligus kelestarian   lingkungan, menjadikannya destinasi   yang ramah bagi wisatawan lokal maupun luar daerah.

Lebih dari sekadar tempat rekreasi,  Sumaru Endo diproyeksikan menjadi   penggerak ekonomi masyarakat sekitar. Kehadiran kembali objek wisata ini membuka peluang usaha bagi warga,  mulai dari pelaku UMKM, jasa wisata, hingga sektor pendukung lainnya.

Dibukanya kembali Sumaru Endo  menjadi simbol kebangkitan pariwisata  daerah sekaligus menegaskan arah baru pembangunan pariwisata Sulawesi Utara  di era kepemimpinan Gubernur Julius Silvanus—pariwisata yang tidak hanya indah untuk dinikmati, tetapi juga memberi harapan dan kesejahteraan nyata bagi masyarakat.

Baca Juga:  Konferensi VIII KBK Keuskupan Manado Usai: Siapa Ketum 2026–2031? 4 Nama Mengerucut, Kuda Hitam Bisa Muncul

(EL)