BolselBoltimDaerah

“Tanam yang Dimakan, Makan yang Ditanam” – Gubernur Sulut Dorong Swasembada Pangan Lewat Tanam Padi Langsung di Bolmong

224
×

“Tanam yang Dimakan, Makan yang Ditanam” – Gubernur Sulut Dorong Swasembada Pangan Lewat Tanam Padi Langsung di Bolmong

Sebarkan artikel ini

Produksi Beras Naik Signifikan 233 Ribu Ton, Provinsi Siap Buka Akses Lahan dan Bantu Alat Pertanian

Sulut1news.com – Dalam aksi nyata  mendukung swasembada pangan, Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Yulius Selvanus Komaling (YSK) turun langsung  ke lahan sawah di Desa Solog, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), untuk  menanam padi, Jumat (23/01/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Tanam Apa yang Dimakan dan Makan Apa yang Ditanam” menjadi bukti komitmen  pemerintah provinsi dalam menguatkan sektor pertanian dan menjaga stabilitas  pangan.

Berlangsung di hamparan lahan  pertanian seluas 30 hektare (dengan 28 hektare sudah ditanami padi), acara ini  diikuti Bupati Bolmong beserta jajaran Forkopimda setempat, dan disambut  dengan antusias oleh kelompok tani serta masyarakat setempat.

Baca Juga:  511 MVA: PLN Bangun Ekosistem Digital Terbesar di Batam

Dalam sambutannya, Gubernur YSK  menegaskan bahwa ketersediaan beras  di Sulut saat ini dalam kondisi aman dan  tercukupi, berkat berbagai kebijakan strategis yang telah diterapkan.

“Beras kita tercukupi di Sulut. Kita juga  rutin melakukan Gerakan Pangan Murah  dan membagikan beras  cadangan pemerintah, terutama saat  menghadapi Natal dan Tahun Baru. Apalagi cuaca cukup ekstrem, jadi harus  kita antisipasi agar inflasi bahan pokok tidak terjadi,” ucapnya.

Kinerja tersebut tercermin dari angka  inflasi Sulut tahun 2025 yang tercatat  sebesar 1,23 persen, menjadikan provinsi ini peringkat ketiga terendah  secara nasional. “Ini hasil dari gerakan dan program yang kita lakukan bersama,” tambahnya dengan rasa syukur.

Untuk meningkatkan produksi pangan  lebih lanjut, pemerintah provinsi akan  mendistribusikan lahan pertanian seluas sekitar 2.000 hektare. Selain itu, bantuan  alat dan sarana pertanian terus digenjot.

Baca Juga:  Artikel Sulut1news.com

“Kita bantu hand tractor dua unit untuk  Bolmong – satu di Solog dan satu di  lokasi lain. Saya juga akan berikan lima  pompa air agar saat musim kemarau  nanti, panen kita tidak tergantung hujan,” jelas Gubernur YSK.

Ia menjelaskan bahwa pompa air sangat  penting mengingat sumber air berada  cukup jauh dari area persawahan,  sehingga pengelolaannya harus dilakukan secara merata agar seluruh  lahan tetap terjaga ketersediaan airnya.

Terkait keluhan Bupati Bolmong  mengenai lahan pertanian yang belum  digarap akibat akses jalan yang terbatas, Gubernur YSK memastikan dukungan  penuh.

“Kalau perlu kita turunkan ekskavator untuk buka akses, kemudian diaspal. Biar petani makin semangat – petani sejahtera, masyarakat sejahtera, pemerintah bahagia,” tandasnya.

Baca Juga:  Bara Lumbaa di Bolmut: Literasi Bukan Sekadar Baca-Tulis, Tapi Kunci Bertahan di Era Digital

Diketahui, produksi beras Sulut tahun 2025  mengalami peningkatan signifikan  sebesar 233 ribu ton dibandingkan tahun 2024. Peningkatan ini tidak lepas dari  hasil lobi Gubernur YSK ke pemerintah pusat, yang berbuah bantuan alat dan  mesin pertanian (alsintan) serta benih dengan total nilai sekitar Rp65 miliar sepanjang tahun 2025.

Gubernur YSK juga mengingatkan petani  untuk memanfaatkan hasil panen dengan bijak.

“Tanam yang kita makan, makan yang kita tanam, sebagiannya dijual – jangan ditimbun karena bisa memicu inflasi. Daerah lain juga butuh suplai pangan dari Bolmong,” tegasnya.
(EL)