Sulut

Yulius Selvanus Dorong Keamanan Maritim Sulut Lewat Mako Bakamla

134
×

Yulius Selvanus Dorong Keamanan Maritim Sulut Lewat Mako Bakamla

Sebarkan artikel ini

Sulut1news.com, Manado – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE., bersama Kepala Zona Tengah Bakamla RI, Laksamana Pertama TNI Teguh Prasetya dan Kepala Pangkalan Armada Bakamla Minahasa Utara, Kolonel Bakamla Heriwansyah Putra Agam, meresmikan Gedung Baru Markas Komando (Mako) Zona Tengah BAKAMLA RI di Desa Kalasey Dua, Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa, Kamis (23/04/2026.).

Sulut, kata Gubernur Yulius Selvanus merupakan wilayah dengan posisi strategis, yakni sebagai daerah kepulauan yang berada di kawasan paling Utara NKRI, berbatasan langsung dengan negara tetangga Philipina.

“Provinsi Sulawesi Utara memiliki wilayah sekitar 15 ribu kilometer persegi dengan dominasi perairan mencapai 77 persen serta terdiri dari ratusan pulau. Ini menjadi tantangan besar di sektor maritim,” kata Yulius.

Baca Juga:  Gubernur YSK Resmi Buka Liga Debat Mahasiswa Sulut 2025: Dorong Kritis, Logis, dan Berbasis Data

Untuk itu, lanjut Yulius, dibutuhkan pengawasan maritim yang kuat.
Sulut juga, imbuhnya, berbatasan langsung dengan Laut Pasifik dan dilalui Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) membuat wilayah perairannya rawan terhadap berbagai potensi ancaman.

Maka, kehadiran Bakamla Zona Tengah memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan keselamatan laut, mencegah pelanggaran hukum, serta memastikan stabilitas wilayah perairan tetap terjaga.

“Pemerintah daerah memberikan apresiasi atas dedikasi Bakamla. Kami juga berharap keselamatan personel selalu menjadi prioritas dalam setiap pelaksanaan tugas,” tukasnya.

Sementara Laksma TNI Teguh Prasetya mengatakan peresmian markas baru ini menjadi simbol penguatan keamanan laut di wilayah Indonesia Tengah.

“Keberadaan markas ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan dalam menjaga kedaulatan perairan nasional,” katanya.

Baca Juga:  Hashim Djojohadikusumo Tiba di Manado, Disambut Gubernur Yulius

Ia menambahkan wilayah Indonesia Tengah memiliki posisi strategis karena dilalui ALKI dan berdekatan dengan Laut Pasifik, sehingga memiliki potensi kerawanan terhadap berbagai pelanggaran di laut.

Menurut Teguh, markas baru tersebut akan difungsikan sebagai pusat komando, koordinasi, serta respons cepat dalam menghadapi dinamika keamanan maritim.

Selain itu, fasilitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme personel serta memperkuat sinergi antarinstansi dalam menjaga keamanan laut.

Turut hadir Wakil Komandan Koarmada VIII, Laksma TNI Tony Herdijanto, Kapoksahli Pangdam XIII/Merdeka Brigjen TNI Saptono, Dirpolairud Polda Sulut Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas, Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar, Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang, Wali Kota Bitung Hengky Honandar serta sejumlah pejabat terkait.

Baca Juga:  Wagub Victor Mailangkay: Tulude Simbol Ketangguhan Masyarakat Sangihe

(EL)