Sulut1news.com, Manado – Semangat kebersamaan dan kemenangan spiritual membuncah di Lapangan Tikala, Kota Manado, saat ribuan warga Sulawesi Utara melaksanakan Salat Idulfitri 1447 Hijriah pada Sabtu (21/3/2026). Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, S.E., hadir langsung memberikan sambutan hangat, disambut tepuk tangan meriah dan sorak gembira dari masyarakat yang memadati lokasi sejak subuh.
Pelaksanaan Salat Id tahun ini menjadi momen istimewa, tidak hanya sebagai penutup ibadah puasa Ramadan, tetapi juga simbol peningkatan kesejahteraan dan persatuan di Bumi Nyiur Melambai. Gubernur Yulius menyoroti dua indikator kuat yang mencerminkan kemajuan Sulawesi Utara: lonjakan luar biasa arus mudik hingga 55 persen dibandingkan tahun sebelumnya, serta gema takbir konvoi malam sebelumnya yang melebihi ekspektasi.
“Kalau laporan awal menyebut sekitar 300 unit kendaraan ikut konvoi takbir, kenyataannya di lapangan mencapai ribuan—meningkat dua hingga tiga kali lipat dibanding tahun-tahun lalu. Ini menunjukkan antusiasme masyarakat yang luar biasa,” ujar Gubernur Yulius dalam sambutannya yang penuh semangat.
Ia menambahkan, lonjakan arus mudik yang membludak—dengan seluruh moda transportasi darat, laut, dan udara dilaporkan penuh—merupakan bukti nyata peningkatan daya beli dan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Utara. “Ini sinyal positif bahwa ekonomi daerah kita terus bergerak maju, dan masyarakat semakin mampu merayakan hari kemenangan bersama keluarga di kampung halaman,” tambahnya.
Lebih dari sekadar perayaan fisik, Gubernur menekankan makna mendalam Idulfitri sebagai kemenangan atas hawa nafsu selama sebulan penuh berpuasa. “Kemenangan sejati adalah ketika kita berhasil mengendalikan diri, menjaga hati, dan memperkuat iman. Inilah pencapaian spiritual yang paling bermakna bagi umat Muslim,” katanya, mengajak seluruh jamaah untuk terus menjaga semangat Ramadan sepanjang tahun.
Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, pribadi, serta keluarga, Gubernur Yulius Selvanus mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. “Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga ke depan, iman kita semakin kuat dalam menjalani kehidupan bermasyarakat dan bernegara,” ucapnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjalin silaturahmi, mempererat persatuan, dan mengedepankan semboyan Torang Samua Basudara (Kita Semua Saudara). “Perbedaan suku, agama, dan latar belakang hendaknya menjadi kekuatan, bukan pemisah. Mari kita bangun bersama Sulawesi Utara yang lebih maju, sejahtera, dan berkelanjutan,” tegas Gubernur.
Acara Salat Id di Lapangan Tikala dihadiri pula oleh Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Haji Syarul Poli, S.E., selaku Komisaris Utama PT Bank Sulut Gorontalo, sejumlah pejabat tinggi pratama Pemprov Sulut, aparatur sipil negara, tokoh agama, serta tokoh masyarakat dari berbagai kabupaten/kota di Sulawesi Utara.
Gubernur menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan daerah. “Terima kasih atas kerja keras dan pengabdian saudara-saudara. Mari kita lanjutkan pembangunan Sulawesi Utara yang lebih baik lagi ke depan,” pungkasnya.
Dengan suasana khidmat namun penuh sukacita, pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 H di Manado tidak hanya menjadi ritual keagamaan, tetapi juga momentum memperkuat solidaritas dan optimisme masyarakat Sulawesi Utara menuju masa depan yang lebih cerah.
(EL)






