Sulut1news.com, Jakarta – Dinamika pemilihan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sulawesi Utara mulai mengerucut. Pengurus Pusat (PWI) resmi mengumumkan tujuh nama yang dinyatakan memenuhi syarat untuk maju dalam Konferensi PWI Sulut, setelah melalui proses verifikasi administrasi dan faktual yang ketat.
Keputusan tersebut tertuang dalam surat bernomor 624/PWI-P/LXXX/III/2026 tertanggal 25 Maret 2026, yang menjadi penanda dimulainya fase krusial dalam kontestasi kepemimpinan organisasi wartawan tertua di Indonesia tersebut di tingkat daerah.
Empat Kandidat Ketua, Tiga Penjaga Etik
Untuk posisi Ketua PWI Provinsi Sulawesi Utara, empat nama dinyatakan lolos verifikasi, yakni , , , dan .
Sementara itu, untuk posisi Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP), tiga nama dinyatakan memenuhi syarat, yaitu , , dan .
Penetapan ini mengacu pada ketentuan Anggaran Dasar PWI, khususnya Pasal 26 ayat (2) untuk Ketua PWI dan Pasal 34 ayat (4) dan (5) untuk Ketua DKP, yang mengatur standar kompetensi, integritas, dan rekam jejak calon.
Bukan Sekadar Administrasi, Tapi “Filter Kepemimpinan”
PWI Pusat menegaskan bahwa proses verifikasi bukan hanya formalitas administratif, melainkan bagian dari mekanisme penyaringan untuk memastikan calon yang maju benar-benar memiliki kapasitas kepemimpinan dan komitmen terhadap etika jurnalistik.
Surat persetujuan tersebut ditandatangani langsung oleh Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal , bersama jajaran bidang organisasi.
Peta Persaingan Mulai Terbentuk
Dengan disahkannya tujuh kandidat ini, peta persaingan dalam Konferensi PWI Sulut dipastikan akan berlangsung kompetitif. Empat calon Ketua membawa latar belakang dan basis dukungan berbeda, yang berpotensi memunculkan dinamika menarik dalam proses pemilihan nanti.
Sementara itu, posisi Ketua DKP dinilai tak kalah strategis. Selain menjaga marwah organisasi, DKP juga berperan sebagai penjaga etik dan profesionalisme wartawan di daerah, terutama di tengah tantangan disrupsi media dan arus informasi digital yang semakin cepat.
Momentum Reposisi Peran Wartawan
Lebih dari sekadar kontestasi internal, konferensi ini juga dipandang sebagai momentum penting untuk menentukan arah baru PWI Sulut ke depan. Di tengah perubahan lanskap media, organisasi profesi dituntut tidak hanya adaptif, tetapi juga mampu memperkuat integritas dan kualitas jurnalistik.
Keputusan PWI Pusat ini sekaligus menjadi sinyal bahwa proses menuju konferensi akan berjalan sesuai koridor organisasi, dengan menempatkan profesionalisme dan aturan sebagai fondasi utama.
Kini, perhatian publik pers di Sulawesi Utara tertuju pada tahapan berikutnya: bagaimana para kandidat membangun gagasan, meraih dukungan, dan menawarkan visi untuk masa depan dunia jurnalistik di daerah Nyiur Melambai.
(EL)






