Sulut1news.com, Manado – Satgas Wilayah Sulawesi Utara Densus 88 Anti Teror Polri bersama Direktorat Binmas Polda Sulut menggelar edukasi kepada siswa SMA Eben Haezer Manado, Senin (15/9/2026). Kegiatan ini mengangkat tema Bahaya Radikalisme Daring dan Kekerasan Terhadap Anak.
Kasatgaswil Sulut Densus 88 AT Polri Kombes Polisi I Nyoman Sarjana S.I.K., M.A.P. menegaskan, saat ini kelompok kekerasan berbasis TCC (True Crime Community) menyasar anak muda melalui media sosial hingga platform game online. Para pelaku memanfaatkan ruang digital untuk melakukan perekrutan.
“Fenomena ini seperti gunung es. Yang terlihat di permukaan hanya sedikit, namun di bawahnya jauh lebih besar. Kami menjelaskan bagaimana proses perekrutan, ciri-ciri anak yang terpapar, hingga aksi peniruan yang dilakukan kelompok ini secara global,” ujar Kasatgaswil.
Ia juga menegaskan, penanganan kelompok TCC tidak merujuk pada satu agama tertentu, melainkan murni pada perilaku kekerasan yang melanggar hukum.
Sementara itu, Dir Binmas Polda Sulut Kombes Polisi Rio Alexander Panelewen,S.I.K, mengingatkan siswa agar bijak bermedia sosial. Ia mengedukasi bahaya memposting konten kekerasan dan mengimbau agar tidak menormalisasi kekerasan di dunia digital.
“Jangan asal posting. Konten kekerasan bisa merusak pola pikir. Hati-hati dalam membuat judul dan caption yang provokatif. Termasuk bahaya narkoba yang mengintai generasi muda,” tegas Dir Binmas.
Kegiatan berlangsung interaktif. Ratusan siswa tampak antusias mengikuti materi hingga sesi tanya jawab. Pihak sekolah mengapresiasi langkah preventif ini untuk melindungi anak dari pengaruh negatif dunia maya.
Kegiatan berjalan aman, tertib dan lancar.
(EL)






