Sulut

Gubernur Yulius Selvanus Dorong Sulut Jadi Kekuatan Ekonomi Biru Dunia

52
×

Gubernur Yulius Selvanus Dorong Sulut Jadi Kekuatan Ekonomi Biru Dunia

Sebarkan artikel ini

Sulut1news.com, Manado — Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mulai mengarahkan langkah yang lebih agresif untuk menempatkan daerahnya sebagai pemain penting dalam agenda ekonomi biru dunia. Komitmen itu ditegaskan langsung oleh Gubernur Sulut, Yulius Selvanus, dalam forum strategis bersama delegasi diplomatik dari 13 negara, perwakilan badan PBB, serta organisasi internasional di Wisma Negara Bumi Beringin, Kamis (23/4/2026).

Momentum jamuan diplomatik tersebut tidak sekadar seremoni, melainkan menjadi panggung diplomasi daerah untuk menawarkan konsep pembangunan berbasis kelautan yang berkelanjutan dan inklusif.

Gubernur menekankan bahwa Sulawesi Utara tidak hanya memiliki kekayaan sumber daya laut, tetapi juga kesiapan sistem dan arah kebijakan yang jelas dalam mengelola potensi tersebut secara berkelanjutan.

“Sulawesi Utara siap menjadi mitra strategis dalam pengembangan ekonomi biru global, dengan pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Selvanus.

Baca Juga:  RUU Daerah Kepulauan: Jawaban Harapan Sangihe-Talaud-Sitaro, Perjuangan DPD Sulut Dapat Dukungan Penuh Gubernur

Diplomasi Daerah, Bukan Sekadar Investasi

Dalam forum tersebut, Pemprov Sulut menggeser pendekatan kerja sama dari sekadar menarik investasi menjadi membangun kemitraan jangka panjang berbasis ekosistem. Fokus utama diarahkan pada perlindungan laut, penguatan ekonomi pesisir, serta inovasi sektor maritim.

Dengan komposisi wilayah laut mencapai sekitar 73 persen, Sulut dinilai memiliki keunggulan geografis yang tidak hanya strategis secara nasional, tetapi juga relevan dalam konteks kawasan Asia Pasifik.

Tak hanya itu, stabilitas sosial dengan tingkat toleransi yang tinggi menjadi nilai tambah yang ditawarkan kepada mitra internasional.

Data Ekonomi Perkuat Daya Tawar

Kinerja ekonomi Sulawesi Utara turut menjadi sorotan dalam forum tersebut. Pertumbuhan ekonomi tahun 2025 yang mencapai 5,66 persen serta realisasi investasi sebesar Rp10,2 triliun menjadi indikator kuat bahwa daerah ini memiliki fondasi ekonomi yang solid.

Baca Juga:  DKIPS Sulut Perkuat Komunikasi Publik, Jadikan Informasi Antikorupsi Lebih Dekat dengan Masyarakat

Di sektor kelautan, produksi perikanan yang menembus 750.857 ton dengan nilai ekspor sekitar 140 juta dolar AS memperlihatkan bahwa sektor ini bukan hanya potensial, tetapi sudah menjadi tulang punggung ekonomi daerah.

Strategi Nyata: Dari Konservasi hingga Industri

Pemerintah daerah juga memaparkan langkah konkret dalam implementasi ekonomi biru, antara lain:

  • Perluasan kawasan konservasi laut
  • Penerapan sistem kuota penangkapan ikan
  • Pengembangan budidaya berkelanjutan (udang, rumput laut, tuna)
  • Penguatan pengawasan wilayah pesisir dan pulau kecil
  • Gerakan rutin pengendalian sampah plastik laut

Langkah-langkah ini menunjukkan bahwa Sulut tidak hanya berbicara konsep, tetapi sudah bergerak dalam eksekusi kebijakan yang terukur.

Pariwisata Bahari Jadi Etalase Global

Selain perikanan, sektor pariwisata bahari juga didorong sebagai wajah ekonomi biru Sulut. Destinasi bawah laut hingga desa wisata seperti Desa Wisata Budo menjadi contoh keberhasilan integrasi antara konservasi dan ekonomi masyarakat.

Baca Juga:  Bukan Janji Kosong! Revitalisasi Ranowangun Rp12,9 Miliar Sedang Berproses, Target Standar Internasional

Pengembangan sektor ini diarahkan tidak hanya untuk menarik wisatawan, tetapi juga sebagai sarana edukasi global tentang pentingnya menjaga ekosistem laut.

Menuju Hub Ekonomi Biru Regional

Dengan status sebagai tuan rumah Sekretariat Regional Coral Triangle Initiative, Sulawesi Utara memiliki peluang besar untuk menjadi pusat koordinasi dan inovasi ekonomi biru di kawasan.

Di akhir pertemuan, Gubernur Selvanus mengajak seluruh mitra internasional untuk tidak hanya melihat Sulut sebagai daerah tujuan investasi, tetapi sebagai laboratorium kolaborasi global dalam membangun masa depan kelautan yang berkelanjutan.

“Kolaborasi adalah kunci. Kita tidak bisa bekerja sendiri untuk menjaga laut dunia,” tegasnya.

Dengan strategi yang semakin terarah dan dukungan jejaring internasional, Sulawesi Utara kini mulai memposisikan diri bukan hanya sebagai daerah maritim, tetapi sebagai aktor penting dalam peta ekonomi biru dunia. (EL)