Politik

Ruang Sidang Berubah Jadi Kelas Terbuka: DPRD Sulut Buka Pintu Demokrasi Bagi Siswa Manado Independent School

38
×

Ruang Sidang Berubah Jadi Kelas Terbuka: DPRD Sulut Buka Pintu Demokrasi Bagi Siswa Manado Independent School

Sebarkan artikel ini

Sulut1news.com, Manado – Gedung DPRD Provinsi Sulawesi Utara yang kesehariannya dipenuhi perdebatan kebijakan, pembahasan anggaran, dan pengambilan keputusan strategis bagi masyarakat, untuk sekejap bertransformasi menjadi ruang kelas yang hidup dan penuh semangat. Rabu (13/05/2026), rombongan siswa-siswi Manado Independent School (MIS) melakukan kunjungan istimewa dalam rangka Educational Fieldtrip, menjadikan pusat legislasi daerah ini sebagai laboratorium nyata pembelajaran demokrasi.

Kegiatan ini bukan sekadar agenda kunjungan biasa. Ini adalah momen bersejarah di mana lembaga perwakilan rakyat membuka pintu selebar-lebarnya untuk memperkenalkan secara langsung, terbuka, dan transparan bagaimana roda pemerintahan dan pengambilan kebijakan dijalankan demi kepentingan publik.

Ratusan pelajar yang didampingi para guru itu disambut hangat dan resmi oleh jajaran Pimpinan Sekretariat DPRD Sulut tepat di Ruang Rapat Paripurna, ruang sakral tempat lahirnya berbagai aturan besar yang mengatur kehidupan warga Sulawesi Utara.

Menerima rombongan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris DPRD Provinsi Sulut, Weliam Niklas Silangen, S.Sos., M.Si., didampingi Kepala Bagian Persidangan, Yahya Rondonuwu, serta Kepala Subbagian Administrasi dan Kepegawaian, Menli Ivana. Di hadapan wajah-wajah penuh rasa ingin tahu itu, struktur dan fungsi DPRD dibedah secara rinci, mulai dari fungsi legislasi (pembuatan aturan), fungsi anggaran, hingga fungsi pengawasan yang menjadi penyeimbang kekuasaan eksekutif.

Baca Juga:  Hillary Tuwo Apresiasi Gerak Cepat Pemprov Sulut Perbaiki Jalan SBY Minut

Plt. Sekwan Niklas Silangen dalam sambutannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak sekolah yang berinisiatif membawa siswa bertemu langsung dengan realita pemerintahan. Menurutnya, mempelajari demokrasi tidak cukup hanya lewat teori di ruang kelas, melainkan harus dilihat, dirasakan, dan dipahami proses nyatanya sejak dini.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran adik-adik dari Manado Independent School ke gedung ini. Ini adalah langkah yang sangat positif dan tepat sasaran. Di sini, kami ingin adik-adik paham bahwa setiap kebijakan, setiap aturan, dan setiap keputusan yang dinikmati oleh masyarakat Sulawesi Utara, lahir dari proses yang panjang, terukur, dan demokratis di ruangan-ruangan seperti ini,” ujar Silangen, menyambut antusiasme para siswa.

Ia menegaskan, keterbukaan ini adalah bukti nyata bahwa lembaga DPRD adalah milik rakyat, termasuk milik generasi muda yang kelak akan meneruskan tonggak kepemimpinan daerah.

Suasana ruang sidang yang biasanya serius itu berubah ceria dan hidup saat sesi diskusi dibuka. Rasa penasaran para siswa meledak dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan cerdas yang langsung menohok ke inti kerja lembaga legislatif. Mulai dari pertanyaan tentang tugas pokok anggota dewan, bagaimana usulan warga bisa menjadi kebijakan, hingga teknis jalannya sidang paripurna.

Baca Juga:  Niklas Silangen Pastikan Reses DPRD Sulut Digelar 28–31 Maret 2026

Menjawab rasa penasaran itu, Kepala Bagian Persidangan, Yahya Rondonuwu, membuka selubung “dapur” pembuatan peraturan daerah. Ia menjelaskan secara rinci alur birokrasi, mulai dari masuknya aspirasi, pembahasan di komisi, hingga proses pengesahannya menjadi produk hukum yang sah.

“Kalian semua yang hadir di sini adalah calon pemimpin masa depan Sulawesi Utara. Saya ingin kalian tahu satu hal penting: di gedung ini, suara rakyat adalah segalanya. Setiap aspirasi yang masuk dikelola melalui administrasi yang sangat ketat dan dibahas dalam persidangan yang terbuka serta transparan. Tidak ada yang ditutup-tutupi. Kami berharap kunjungan ini tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga memotivasi kalian untuk mencintai daerah ini dan bersiap membangunnya kelak,” tegas Yahya Rondonuwu.

Sisi lain yang jarang diketahui publik, yaitu roda penggerak administrasi di balik kerja dewan, juga dipaparkan secara jelas. Melalui penjelasan Kepala Subbagian Administrasi dan Kepegawaian, Menli Ivana, para siswa diajak memahami bahwa di balik lahirnya sebuah kebijakan besar, terdapat sistem dukungan manajemen dan pelayanan yang kuat dari Sekretariat DPRD.

Baca Juga:  Komisi IV DPRD Sulut Menyoroti Dinkes Soal Anggaran dan Pemerataan Layanan Kesehatan

“Kami adalah mesin pendukung agar seluruh agenda kedewanan, mulai dari rapat, kunjungan, hingga pembahasan kebijakan, bisa berjalan tepat waktu, tertib, dan menghasilkan keputusan yang bermanfaat bagi masyarakat,” jelas Menli Ivana, memperkenalkan fungsi vital birokrasi di lembaga legislatif.

Kegiatan edukasi yang penuh makna ini ditutup dengan momen yang tak terlupakan: penelusuran fasilitas gedung dan sesi foto bersama di kursi-kursi wakil rakyat. Para siswa tampak antusias menyentuh langsung fasilitas demokrasi yang selama ini hanya mereka lihat di layar kaca.

Pihak Manado Independent School pun menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas sambutan hangat dan keterbukaan luar biasa yang ditunjukkan Sekretariat DPRD Sulut. Bagi mereka, kesempatan ini adalah pengalaman berharga yang menjembatani teori akademis dengan praktik nyata negara, menjadi bekal berharga bagi tumbuhnya kesadaran bernegara generasi penerus Sulawesi Utara. (Mars)