KesehatanSulut

Tonggak Sejarah Pendidikan Kesehatan: Menteri Diktisaintek Tekankan Kualitas & Jiwa Pengabdian

113
×

Tonggak Sejarah Pendidikan Kesehatan: Menteri Diktisaintek Tekankan Kualitas & Jiwa Pengabdian

Sebarkan artikel ini

Sulut1news.com, Minahasa – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D., menegaskan bahwa peresmian Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Manado (FK UNIMA) merupakan tonggak sejarah penting yang tidak hanya bagi Sulawesi Utara, tetapi juga bagi kemajuan pendidikan dan kesehatan di seluruh wilayah Indonesia Timur.

Pernyataan tersebut disampaikannya saat meresmikan peluncuran fakultas baru tersebut, yang turut dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus serta sejumlah pimpinan daerah dan perguruan tinggi.

“Peresmian Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Manado ini adalah bukti nyata komitmen pemerintah untuk mewujudkan pemerataan akses pendidikan tinggi berkualitas hingga ke wilayah timur Indonesia. Pemerintah pusat memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada UNIMA, Pemerintah Provinsi Sulut, dan seluruh pihak yang telah berjuang keras mewujudkan fakultas ini,” tegas Menteri Brian.

Baca Juga:  Gubernur Yulius Siapkan Jurus 2026: Sulut Tumbuh 5,66 Persen, Inflasi Dikunci, Digitalisasi Digenjot, Investasi Dipacu

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kehadiran FK UNIMA hadir untuk menjawab tantangan utama yang selama ini dihadapi, yaitu keterbatasan jumlah tenaga medis yang tersebar merata hingga ke pelosok kepulauan. Menurutnya, tujuan utama pendirian fakultas ini bukan hanya mencetak dokter yang cerdas secara akademik, melainkan melahirkan tenaga kesehatan yang memiliki jiwa pengabdian tinggi.

“Kami berharap FK UNIMA tidak hanya mencetak dokter yang menguasai ilmu pengetahuan, tetapi yang memiliki semangat mengabdi, siap ditempatkan hingga ke daerah terdepan, terluar, dan tertinggal di Sulawesi Utara dan sekitarnya,” tambahnya.

Untuk mencapai hal tersebut, Menteri Brian menekankan bahwa kualitas pendidikan harus menjadi prioritas utama yang tidak boleh dikompromikan. Ia meminta agar pengelola fakultas terus mengembangkan kurikulum yang relevan dengan perkembangan zaman, mempersiapkan tenaga pengajar yang berkualifikasi, serta melengkapi fasilitas penunjang seperti laboratorium dan rumah sakit jejaring.

Baca Juga:  Gubernur Yulius Pimpin Karya Bakti Skala Besar di Perbatasan, Talaud-Sangihe Disiapkan Jadi Wajah Kemajuan Beranda Utara NKRI

“Kualitas harus menjadi fondasi utama. Dengan standar yang baik, lulusan FK UNIMA akan diakui kompetensinya secara nasional maupun internasional,” jelasnya.

Selain aspek pendidikan, fakultas ini juga diharapkan berkontribusi lebih luas sebagai pusat penelitian yang fokus pada permasalahan kesehatan khas daerah, seperti penanganan penyakit endemik, perbaikan gizi masyarakat, dan tantangan kesehatan di wilayah kepulauan. Melalui pengabdian masyarakat, kehadiran fakultas ini diharapkan dapat langsung meningkatkan derajat kesehatan warga setempat.

Di akhir sambutannya, Menteri Brian menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk terus mendukung pengembangan FK UNIMA, baik melalui pembinaan akademik maupun fasilitasi kerja sama dengan perguruan tinggi ternama. Ia berharap sinergi yang terjalin antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi dapat terus terpelihara demi melahirkan generasi tenaga kesehatan andal yang memajukan pelayanan kesehatan di Indonesia Timur.
( EL)