Sulut

Yulius Selvanus Titip Misi Besar untuk Remaja GMIM: Indonesia Emas 2045 Dimulai dari Karakter, Bukan Sekadar Prestasi

79
×

Yulius Selvanus Titip Misi Besar untuk Remaja GMIM: Indonesia Emas 2045 Dimulai dari Karakter, Bukan Sekadar Prestasi

Sebarkan artikel ini

Sulut1news.com, Manado – Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, SE, memanfaatkan momentum pembukaan Pesta Seni Remaja (PSR) Sinode GMIM 2026 untuk menyampaikan pesan yang melampaui seremoni pembukaan sebuah ajang perlombaan. Di hadapan ribuan remaja GMIM yang memadati Aula Mapalus Kantor Gubernur Sulawesi Utara, Selasa (28/7/2026) malam, Yulius menitipkan misi besar: membangun generasi Indonesia Emas 2045 dengan menjadikan karakter dan iman sebagai fondasi utama.

Berbeda dari penekanan yang biasanya berfokus pada prestasi atau kemeriahan kegiatan, Gubernur menegaskan bahwa masa depan bangsa akan ditentukan oleh kualitas moral generasi mudanya. Menurutnya, kecerdasan tanpa integritas hanya akan melahirkan persoalan baru, sementara iman yang kuat akan melahirkan pemimpin yang mampu membawa perubahan.

“Bagi saya, yang paling utama adalah moral dan keimanan. Percuma kita pintar kalau moral kita tidak beres. Spiritual dan intelektual harus berjalan bersama, tetapi keimanan kepada Tuhan Yesus Kristus harus menjadi fondasi yang tidak boleh ditinggalkan,” tegas Yulius disambut tepuk tangan peserta.

Baca Juga:  Kuatkan Toleransi & Kebersamaan: Gubernur YSK Salurkan 46 Hewan Kurban, 16 Ekor Bantuan Presiden untuk Umat Muslim Sulut

Pesan tersebut menjadi benang merah dari seluruh arahannya kepada para remaja GMIM. Ia mengingatkan bahwa tantangan generasi muda saat ini tidak hanya datang dari persaingan akademik, tetapi juga derasnya arus digital, perubahan sosial, hingga berbagai pengaruh negatif yang dapat mengikis nilai-nilai kehidupan.

Karena itu, Yulius menilai PSR bukan sekadar panggung untuk menunjukkan bakat seni, kreativitas, atau mengejar gelar juara. Lebih dari itu, kegiatan gerejawi tersebut merupakan ruang pembentukan karakter, kedisiplinan, kebersamaan, serta penguatan iman bagi generasi muda Kristen.

Menurutnya, keberhasilan seorang remaja tidak hanya diukur dari banyaknya prestasi yang diraih, tetapi juga dari kemampuannya menjaga nama baik diri sendiri, keluarga, gereja, dan daerah di mana pun berada.

Baca Juga:  Ketua TP PKK Sulut Anik Fitri Wandriani Kampanyekan 'Stop Boros Pangan' dengan Pesan Menyentuh

Kepada seluruh peserta yang akan mengikuti berbagai rangkaian kegiatan di wilayah Manado Tenggara dan Manado Selatan, Gubernur berpesan agar tetap menjadikan firman Tuhan sebagai pedoman dalam setiap aktivitas.

“Teruslah mengembangkan kemampuan, tingkatkan prestasi di semua bidang. Tetapi saya mengingatkan, tetaplah berjalan dalam koridor keimanan kepada Yesus Kristus. Hindari hal-hal negatif dan jagalah kehormatan sebagai remaja GMIM,” pesannya.

Di akhir sambutannya, Yulius mengajak seluruh peserta menghidupi hukum kasih yang diajarkan Yesus Kristus, yakni mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama. Menurutnya, nilai sederhana itulah yang akan menjadi kekuatan utama dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berintegritas dan memiliki kepedulian terhadap sesama.

Baca Juga:  RUU Daerah Kepulauan: Jawaban Harapan Sangihe-Talaud-Sitaro, Perjuangan DPD Sulut Dapat Dukungan Penuh Gubernur

Ia optimistis, apabila gereja terus berhasil membina remaja dengan karakter yang kuat, maka Sulawesi Utara akan memiliki sumber daya manusia yang siap menjadi pemimpin masa depan sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Melalui PSR Sinode GMIM 2026, Yulius berharap lahir generasi muda yang tidak hanya unggul dalam seni dan kreativitas, tetapi juga kokoh dalam iman, berakhlak mulia, serta mampu menjadi teladan di tengah masyarakat. Dengan karakter yang kuat, menurutnya, remaja GMIM akan menjadi aset penting bagi gereja, daerah, dan bangsa di masa mendatang. (EL)