PolitikSulut

HUT ke-62 Sulut, Gubernur Yulius Bicara Apa Adanya: Ekonomi Tumbuh, Tapi Pengangguran Jadi PR

17
×

HUT ke-62 Sulut, Gubernur Yulius Bicara Apa Adanya: Ekonomi Tumbuh, Tapi Pengangguran Jadi PR

Sebarkan artikel ini

Sulut1news.com, Manado – Usia 62 tahun bukan sekadar angka bagi Provinsi Sulawesi Utara. Di balik perayaan dan kebanggaan atas berbagai capaian pembangunan, masih terdapat pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pemerintah.

Pesan itulah yang mengemuka dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Sulawesi Utara dalam rangka memperingati HUT ke-62 Provinsi Sulut, Selasa (22/9/2026).

Rapat yang berlangsung di Ruang Paripurna DPRD Sulut tersebut dipimpin Ketua DPRD Sulut dr. Fransiscus Andi Silangen, Sp.B, KBD, didampingi Wakil Ketua DPRD dr. Michaela Elsiana Paruntu, MARS, Wakil Ketua Royke Anter dan Wakil Ketua Stella Runtuwene.

Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, S.E., dalam sambutannya tidak hanya mengajak masyarakat mensyukuri perjalanan 62 tahun Sulut, tetapi juga menekankan pentingnya melihat secara jujur tantangan yang masih dihadapi daerah.

Gubernur Yulius menyampaikan, perekonomian Sulawesi Utara pada Triwulan II 2026 tumbuh 5,42 persen. Pertumbuhan tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi masyarakat tetap bergerak, mulai dari transaksi perdagangan, usaha mikro dan kecil, daya beli hingga aktivitas investasi.

Namun, pertumbuhan ekonomi tersebut belum sepenuhnya berbanding lurus dengan kemampuan daerah menciptakan lapangan kerja.

Baca Juga:  Sekdaprov Tahlis Gallang Ajak Generasi Sulut Kuasai AI, Siapkan SDM Unggul Menuju Asia

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Sulut pada Triwulan II 2026 tercatat 5,85 persen, masih berada di atas rata-rata nasional sebesar 4,85 persen.

“Pesatnya laju pertumbuhan ekonomi daerah harus diimbangi dengan daya serap tenaga kerja lokal yang lebih agresif,” tegas Yulius.

Bagi pemerintah daerah, angka tersebut menjadi sinyal bahwa pembangunan tidak cukup hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi. Investasi dan aktivitas ekonomi harus mampu menghasilkan kesempatan kerja yang lebih luas bagi masyarakat Sulawesi Utara.

Karena itu, Pemprov Sulut mengarahkan investasi pada sektor-sektor yang memiliki daya serap tenaga kerja tinggi, memperkuat perlindungan tenaga kerja lokal serta meningkatkan pelatihan vokasi agar angkatan kerja memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Dalam pidatonya, Yulius juga memaparkan sejumlah indikator pembangunan yang menunjukkan capaian Sulawesi Utara.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulut tahun 2025 tercatat 76,32, lebih tinggi dibandingkan angka nasional 75,90. Angka kemiskinan Sulut pada Triwulan II 2026 berada di level 6,32 persen, sedangkan Gini Ratio tercatat 0,344.

Namun, Gubernur menegaskan bahwa berbagai capaian tersebut tidak boleh membuat pemerintah menutup mata terhadap persoalan yang masih ada.

Baca Juga:  Apresiasi Tinggi: Komisi IV Dukung Penuh Kebijakan Gubernur Batasi Gawai Bawah 16 Tahun

“Pemerintah yang memegang teguh transparansi dan akuntabilitas di hadapan dewan yang terhormat serta rakyat Sulut, kami tidak akan menutup mata terhadap hal-hal yang masih menjadi tantangan,” ujar Yulius.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu pesan penting dalam peringatan HUT ke-62 Sulut: keberhasilan pembangunan harus berjalan beriringan dengan keberanian mengakui dan menyelesaikan persoalan.

Guberjur Yulius juga mengatakan, 62 tahun perjalanan Sulawesi Utara merupakan hasil kerja panjang para pendahulu yang harus diteruskan oleh generasi saat ini.

Menurutnya, Sulut telah berkembang sebagai daerah yang memiliki kekayaan alam, budaya, keragaman masyarakat dan potensi ekonomi yang besar.

Karena itu, momentum HUT tidak boleh berhenti pada seremoni, tetapi harus menjadi ruang evaluasi sekaligus memperbarui komitmen pembangunan.

“Kita tidak hanya merayakan apa yang telah dicapai, tetapi berjanji untuk melakukan yang lebih baik lagi,” ujar Yulius.

Ia menegaskan, Sulawesi Utara adalah rumah bersama yang harus dibangun secara inklusif, dari wilayah kepulauan hingga daratan, dari kawasan perkotaan hingga desa-desa.

Dalam arah pembangunan ke depan, Gubernur menekankan empat hal utama, yakni menjaga persatuan dan kerukunan, memperkuat ekonomi yang berkeadilan, meningkatkan pelayanan dasar masyarakat serta membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan dan akuntabel.

Baca Juga:  Victor Mailangkay Tegaskan Komitmen Sulut dalam Tata Kelola Pemerintahan Bersih Bersama KPK

Sektor kelautan, pertanian, pariwisata dan pengembangan sumber daya manusia juga dinilai harus terus diperkuat agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya terkonsentrasi pada wilayah atau kelompok tertentu.

Di hadapan pimpinan dan anggota DPRD, jajaran Forkopimda, pejabat pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat serta berbagai elemen masyarakat, Yulius juga menyampaikan apresiasi atas kerja bersama membangun Sulut.

Ia mengajak seluruh elemen daerah mempertahankan persaudaraan dan kerukunan yang selama ini menjadi salah satu kekuatan Sulawesi Utara.

“Masa depan Sulawesi Utara ditentukan bukan oleh satu orang, melainkan oleh kita semua yang bersatu tekad,” katanya.

Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-62 tersebut akhirnya menjadi lebih dari sekadar agenda peringatan hari jadi provinsi.

Di tengah berbagai capaian pembangunan, pemerintah juga dihadapkan pada tuntutan untuk memastikan pertumbuhan ekonomi menghasilkan lapangan kerja, pembangunan semakin merata dan pelayanan dasar benar-benar dirasakan masyarakat.

Usia 62 tahun menjadi catatan perjalanan. Tetapi tantangan ke depan akan menentukan seperti apa Sulawesi Utara memasuki babak berikutnya. (EL)