DaerahSulut

BSG Masuk Kampus BMR, Bangun Ekosistem Pendidikan dan SDM Sulut dari Kotamobagu

116
×

BSG Masuk Kampus BMR, Bangun Ekosistem Pendidikan dan SDM Sulut dari Kotamobagu

Sebarkan artikel ini

Sulut1news.com, Kotamobagu — Penguatan pendidikan tinggi di Sulawesi Utara tidak hanya membutuhkan ruang kuliah dan lulusan, tetapi juga ekosistem yang mampu menopang kampus agar semakin mandiri dan adaptif terhadap kebutuhan zaman.

Ruang itulah yang mulai dibangun PT Bank SulutGo (BSG) melalui kolaborasi dengan sejumlah perguruan tinggi di Bolaang Mongondow Raya (BMR).

Mengusung semangat “Torang Pe Bank”, BSG menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan lima perguruan tinggi di BMR. Momentum tersebut berlangsung di sela rangkaian Kuliah Umum Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE dan Wisuda Bersama Perguruan Tinggi se-Kota Kotamobagu, di Ballroom Hotel Sutan Raja, Kotamobagu, Jumat (4/9/2026).

Kerja sama ini menjadi lebih dari sekadar agenda seremonial. Kehadiran BSG di lingkungan perguruan tinggi menunjukkan upaya mempertemukan sektor perbankan dengan dunia akademik, sekaligus membuka ruang kolaborasi yang dapat mendukung pengembangan institusi pendidikan dan sumber daya manusia di BMR.

Baca Juga:  Gubernur Yulius Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 di Mapolda Sulut

Penandatanganan dilakukan Direktur Utama PT Bank SulutGo Revino Pepah bersama para pimpinan perguruan tinggi.

Lima perguruan tinggi yang menjalin kerja sama dengan BSG yakni STMIK Multicom Bolaang Mongondow, Institut Agama Islam Kotamobagu, Institut Kesehatan dan Teknologi Jainudin, Institut Kesehatan dan Teknologi Graha Medika, serta Institut Agama Islam Muhammadiyah.

Untuk STMIK Multicom Bolaang Mongondow, MoU ditandatangani Supit Mamuaya dan PKS oleh Novyan Joiner Deno Mamuaya.

Institut Agama Islam Kotamobagu menandatangani MoU melalui Muliadi Mokodompit dan PKS melalui Zainul A. Lantong. Institut Kesehatan dan Teknologi Jainudin diwakili Eko Susilo untuk MoU dan Jainudin Damopolii untuk PKS.

Sementara itu, MoU dan PKS Institut Kesehatan dan Teknologi Graha Medika ditandatangani Ns. Echa Efendy Siswanto Amir. Adapun Institut Agama Islam Muhammadiyah diwakili Feiby Ismail untuk kedua dokumen kerja sama tersebut.

Kolaborasi tersebut turut disaksikan Asisten I Setdaprov Sulut Denny Mangala yang mewakili Pemerintah Provinsi Sulut, Wakil Wali Kota Kotamobagu Rendy Virgiawan Mangkat, serta sejumlah pejabat dan pimpinan perguruan tinggi.

Baca Juga:  Status Tsunami Dicabut, Pemprov Sulut Perintahkan Segera Lakukan Pendataan Kerusakan & Kerugian

Momentum kerja sama BSG dengan perguruan tinggi ini berlangsung dalam rangkaian agenda yang sejak pagi telah mempertemukan sivitas akademika dan masyarakat.

Kegiatan diawali jalan sehat di kawasan Ilongkow, lahan kampus STMIK Multicom, sekitar pukul 06.00 Wita. Rangkaian kemudian berlanjut dengan prosesi akademik, kuliah umum, hingga penandatanganan kerja sama strategis.

Bagi BSG, perguruan tinggi merupakan salah satu simpul penting dalam membangun sumber daya manusia sekaligus memperkuat konektivitas antara kebutuhan masyarakat, dunia pendidikan dan sektor ekonomi.

Kolaborasi di BMR pun memperluas ruang bagi BSG untuk hadir lebih dekat dengan komunitas akademik dan generasi muda di daerah.

Langkah tersebut sekaligus mempertegas posisi BSG sebagai bank pembangunan daerah yang tidak semata berorientasi pada layanan transaksi perbankan, tetapi juga mengambil bagian dalam berbagai aktivitas yang bersentuhan langsung dengan pembangunan daerah.

Dengan menggandeng perguruan tinggi, BSG memiliki ruang untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan di kalangan mahasiswa, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara dunia perbankan dan institusi pendidikan.

Baca Juga:  Akta Kelahiran Kini Lebih Mudah: Asas Domisili Permudah Pengurusan di Sulawesi Utara

Di sisi lain, kampus memperoleh mitra dari sektor keuangan yang dapat mendukung terbentuknya ekosistem pendidikan yang lebih terkoneksi dengan perkembangan ekonomi dan kebutuhan masyarakat.

Kolaborasi ini menjadi semakin strategis bagi BMR yang memiliki posisi penting dalam peta pembangunan Sulawesi Utara.

Melalui semangat “Torang Pe Bank”, BSG ingin memastikan kehadirannya tidak berhenti di ruang pelayanan perbankan, tetapi juga masuk ke ruang-ruang yang menentukan masa depan daerah: kampus, generasi muda dan pembangunan sumber daya manusia.

Dengan demikian, penandatanganan MoU dan PKS di Kotamobagu bukan sekadar tinta di atas dokumen kerja sama. Di baliknya terdapat agenda yang lebih besar: mempertemukan kekuatan perbankan, dunia pendidikan dan pemerintah untuk menyiapkan SDM BMR yang mampu menjadi bagian dari percepatan pembangunan Sulawesi Utara.
(EL)