Daerah

Gubernur Yulius Tantang Sarjana BMR: Jangan Hanya Cari Kerja, Ciptakan Lapangan Kerja

260
×

Gubernur Yulius Tantang Sarjana BMR: Jangan Hanya Cari Kerja, Ciptakan Lapangan Kerja

Sebarkan artikel ini

Sulut1News.com, Kotamobagu — Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus mendorong para sarjana di Bolaang Mongondow Raya (BMR) untuk tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi mampu membaca peluang dan ikut menciptakan lapangan kerja.

Pesan tersebut disampaikan Yulius saat memberikan Kuliah Umum dalam rangka Sidang Senat Terbuka Wisuda Institut Agama Islam Kotamobagu (IAIK) bersama Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STIMIK) Multicom Kotamobagu, di Ballroom Hotel Sutan Raja Kotamobagu, Jumat (4/9/2026).

Di hadapan ratusan wisudawan, Yulius menegaskan bahwa ijazah dan gelar akademik bukanlah garis akhir perjalanan pendidikan. Sebaliknya, keduanya harus menjadi modal untuk memasuki dunia kerja, membangun usaha, sekaligus mengambil bagian dalam pembangunan daerah.

Menurutnya, tantangan terbesar setelah lulus bukan sekadar mendapatkan pekerjaan, melainkan bagaimana generasi muda mampu mengubah kompetensi yang dimiliki menjadi peluang ekonomi.

Baca Juga:  Penyegelan Rumah Doa Jelang Paskah, LBH Gekira: Langgar Konstitusi

“Gelar akademik harus menjadi modal untuk masuk ke dunia kerja dan memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah. Karena itu, penciptaan lapangan kerja harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.

Yulius menilai, pemerintah daerah dan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab yang saling berkaitan dalam menyiapkan generasi muda menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin dinamis.

Perguruan tinggi, kata dia, tidak cukup hanya menghasilkan lulusan dengan kemampuan akademik. Pendidikan tinggi juga harus mampu membentuk sumber daya manusia yang adaptif, kompeten, kreatif dan memiliki keberanian untuk mengambil peluang.

Pendidikan Jadi Investasi Jangka Panjang BMR

Komitmen terhadap pendidikan juga ditegaskan Yulius sebagai bagian dari strategi meningkatkan kualitas sumber daya manusia di BMR.

Ia menyebut pendidikan memiliki posisi penting dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Peningkatan kualitas pendidikan pada akhirnya diharapkan berdampak pada meningkatnya kompetensi masyarakat, produktivitas tenaga kerja serta kesejahteraan.

Baca Juga:  Batu Keti Beach: Destinasi Pantai dengan Makna Filosofis di Ujung Utara Indonesia

Karena itu, Pemprov Sulawesi Utara, lanjut Yulius, akan terus mendorong penguatan sektor pendidikan di wilayah BMR.

Bagi Yulius, kemajuan pendidikan tidak boleh berhenti pada peningkatan jumlah lulusan. Yang lebih penting adalah memastikan lulusan memiliki kapasitas untuk bersaing, beradaptasi dengan kebutuhan zaman dan memberi nilai tambah bagi daerah.

Ia pun mengingatkan para wisudawan agar menjadikan momentum kelulusan sebagai awal dari perjalanan baru.

Gelar sarjana, menurutnya, harus diikuti kemauan untuk terus belajar, memperluas keterampilan dan berani mengambil peran di tengah masyarakat.

258 Wisudawan Siap Masuk Dunia Baru

Sidang Senat Terbuka Wisuda IAIK dan STIMIK Multicom Kotamobagu menjadi momentum bersejarah bagi 258 mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan tinggi mereka.

Baca Juga:  "Power Up Real" Meledak, Tambah Daya PLN Tembus 163%

Para lulusan kini dihadapkan pada fase baru: memasuki dunia kerja, melanjutkan pendidikan, membangun usaha maupun mengembangkan kompetensi sesuai bidang masing-masing.

Momentum ini sekaligus mempertegas peran IAIK dan STIMIK Multicom Kotamobagu dalam menyiapkan generasi muda BMR yang tidak hanya berpendidikan, tetapi juga memiliki kompetensi untuk menjawab kebutuhan dunia kerja.

Bagi Sulawesi Utara, semakin banyak lulusan perguruan tinggi yang mampu menciptakan nilai ekonomi berarti semakin besar pula potensi lahirnya lapangan kerja baru.

Pesan Gubernur Yulius pun menjadi relevan: wisuda bukan sekadar akhir masa kuliah, tetapi awal bagi generasi muda untuk membuktikan bahwa pendidikan dapat diubah menjadi karya, peluang dan kemajuan daerah. (EL)