Sulut1news.com, Minut – Rektor (Unklab), Prof. Danny Rantung, menyampaikan apresiasi tinggi atas kunjungan Gubernur Sulawesi Utara, , ke kampus Unklab di Airmadidi. Namun lebih dari sekadar kunjungan seremonial, momentum ini dinilai sebagai titik temu strategis antara dunia pendidikan tinggi dan arah pembangunan daerah.
Dalam sambutannya, Prof. Rantung menegaskan bahwa kehadiran gubernur bukan hanya bentuk perhatian pemerintah terhadap institusi pendidikan, tetapi juga sinyal kuat bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) menjadi prioritas utama di Sulawesi Utara.
“Kami sangat mengapresiasi waktu dan perhatian yang diberikan Bapak Gubernur. Harapan kami, gagasan dan pesan yang telah disampaikan dapat terimplementasi nyata dalam kehidupan mahasiswa Unklab, tidak hanya selama mereka berkuliah, tetapi juga saat terjun ke tengah masyarakat,” ujar Rantung.
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Yulius mendorong mahasiswa untuk tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membangun karakter, integritas, dan daya saing global. Pesan ini sejalan dengan visi Unklab yang selama ini menekankan pendidikan berbasis nilai dan penguatan kepemimpinan.
Prof. Rantung menilai, apa yang disampaikan gubernur menjadi penguatan moral bagi civitas akademika untuk menjadikan kampus sebagai “laboratorium kepemimpinan”—tempat mahasiswa ditempa bukan hanya secara intelektual, tetapi juga secara etika dan sosial.
Menurutnya, tantangan Sulawesi Utara ke depan tidak hanya soal infrastruktur dan investasi, tetapi juga kesiapan generasi muda dalam mengisi peluang tersebut. Karena itu, sinergi antara pemerintah provinsi dan perguruan tinggi menjadi krusial.
Rektor berharap, kolaborasi yang terbangun tidak berhenti pada diskusi, melainkan diwujudkan dalam program konkret seperti:
- Peningkatan akses magang dan riset mahasiswa di sektor strategis daerah
- Penguatan kewirausahaan muda berbasis potensi lokal
- Dukungan beasiswa dan pengembangan talenta unggul
- Keterlibatan mahasiswa dalam program pengabdian masyarakat berbasis kebutuhan desa dan kota
“Mahasiswa harus merasakan dampak langsung dari kebijakan dan visi pembangunan daerah. Di situlah pendidikan menemukan relevansinya,” tambah Rantung.
Kunjungan ini juga menjadi pesan simbolik bahwa pemerintah membuka ruang dialog dengan kalangan akademisi. Di tengah perubahan global yang cepat—mulai dari transformasi digital hingga tantangan ekonomi—kampus diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam merumuskan solusi berbasis riset dan inovasi.
Bagi Unklab, momentum ini mempertegas komitmen institusi dalam mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga adaptif, berintegritas, dan siap berkontribusi bagi pembangunan Sulawesi Utara.
Dengan semangat kolaborasi tersebut, pertemuan antara Gubernur Yulius dan civitas akademika Unklab menjadi lebih dari sekadar agenda kunjungan kerja. Ia menjadi fondasi awal untuk memperkuat jembatan antara kebijakan publik dan dunia pendidikan—demi lahirnya generasi Sulut yang unggul dan berdaya saing.
(EL)






