Sulut1news.com, Manado – Komitmen pembangunan berkelanjutan di tidak hanya berhenti pada dokumen perencanaan. di bawah kepemimpinan Srikandi Sulut, Elvira Katuuk, turun langsung ke lapangan mendukung Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) dengan membersihkan kawasan pesisir Pantai Jembatan Kuning Boulevard, Jumat (20/02/2026).
Aksi bersih-bersih ini menjadi simbol bahwa perencanaan pembangunan daerah harus berjalan seiring dengan aksi nyata menjaga lingkungan. Kawasan Jembatan Kuning yang merupakan salah satu ikon pesisir dan ruang publik favorit warga Manado dipilih sebagai lokasi kegiatan, mengingat tingginya aktivitas masyarakat serta pentingnya kawasan tersebut dalam mendukung sektor pariwisata dan ekonomi lokal.
Gerakan Indonesia ASRI sendiri digaungkan sejak awal Februari 2026 sebagai upaya membangun budaya hidup bersih, sehat, serta menciptakan ruang publik yang aman dan indah. Keterlibatan Bappeda Sulut mempertegas bahwa isu lingkungan bukan sekadar program sektoral, melainkan bagian integral dari arah kebijakan pembangunan daerah.
Elvira Katuuk menegaskan, pembangunan tidak hanya berbicara tentang infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga kualitas lingkungan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
“Perencanaan pembangunan yang baik harus berpijak pada keberlanjutan. Lingkungan yang bersih dan tertata menjadi fondasi bagi pertumbuhan pariwisata, kesehatan masyarakat, dan kenyamanan ruang hidup. Gerakan Indonesia ASRI harus kita dukung bersama, karena ini menyangkut masa depan daerah,” ujarnya.
Dukungan terhadap Gerakan Indonesia ASRI juga ditegaskan oleh . Ia menyampaikan bahwa gerakan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan gerakan perubahan pola pikir dan perilaku masyarakat.
“Indonesia ASRI adalah gerakan kolektif. Aman, Sehat, Resik, dan Indah harus menjadi budaya, bukan hanya slogan. Pemerintah provinsi mendorong seluruh perangkat daerah, kabupaten/kota, hingga masyarakat untuk terlibat aktif menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan,” tegas Gubernur.
Menurutnya, kawasan pesisir seperti Jembatan Kuning merupakan etalase daerah yang mencerminkan wajah Sulawesi Utara. Karena itu, kebersihan dan penataan lingkungan menjadi bagian penting dalam mendukung pengembangan pariwisata serta ekonomi biru.
Dalam kegiatan tersebut, jajaran pegawai Bappeda Sulut bersama unsur masyarakat dan komunitas setempat melakukan pembersihan sampah plastik dan limbah rumah tangga di sepanjang pesisir. Selain aksi bersih, kegiatan juga diisi dengan edukasi singkat mengenai pentingnya pengelolaan sampah serta pengurangan penggunaan plastik sekali pakai.
Langkah ini dinilai strategis mengingat wilayah pesisir Manado kerap menghadapi persoalan sampah kiriman dan limbah domestik. Dengan turun langsung ke lapangan, Bappeda ingin memberi pesan bahwa perubahan dimulai dari keteladanan.
Penguatan gerakan lingkungan ini juga sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam mendorong pembangunan hijau (green development) serta peningkatan daya saing daerah berbasis pariwisata.
Dari pesisir Jembatan Kuning, pesan yang digaungkan jelas: membangun Sulawesi Utara bukan hanya soal angka dan program di atas kertas, tetapi tentang menjaga ruang hidup bersama agar tetap aman, sehat, resik, dan indah.
(EL)






