ManadoSulut

Densus 88 AT Polri Perkuat Peran Orang Tua Cegah Paparan IRET dan Konten Kekerasan pada Remaja

19
×

Densus 88 AT Polri Perkuat Peran Orang Tua Cegah Paparan IRET dan Konten Kekerasan pada Remaja

Sebarkan artikel ini

Sulut1news.com, Manado – Satgaswil Sulawesi Utara Densus 88 AT Polri melaksanakan sosialisasi dan sharing session bersama ratusan orang tua/wali murid kelas XI dan XII SMA Negeri 7 Manado, Kamis (1/10/2026).

Kegiatan yang diikuti sekitar 400 orang tua dan wali murid tersebut membahas penguatan peran keluarga dalam mencegah paparan paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET), serta meningkatkan kewaspadaan terhadap konten maupun komunitas digital berisiko pada anak dan remaja, termasuk fenomena True Crime Community (TCC).

Kasatgaswil Sulawesi Utara Densus 88 AT Polri, Kombes Pol. I Nyoman Sarjana, S.I.K., M.A.P., menyampaikan bahwa keluarga memiliki peran penting sebagai lingkungan pertama dalam membentuk karakter, nilai, serta ketahanan diri anak di tengah semakin luasnya interaksi generasi muda di ruang digital.

Baca Juga:  Lulus Sekolah Lansia, Pemprov Sulut Siapkan Generasi Senior Jadi Agen Perubahan di Tengah Masyarakat

Dalam kegiatan tersebut, para orang tua diberikan pemahaman mengenai potensi pengaruh paham IRET terhadap anak dan remaja, pentingnya implementasi nilai-nilai Pancasila, toleransi dan kebhinekaan, serta perlunya membangun komunikasi yang terbuka antara orang tua dan anak.

Perhatian khusus juga diberikan terhadap pola penggunaan media sosial dan keterlibatan anak dalam berbagai komunitas digital. Orang tua didorong untuk tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi juga memberikan pendampingan, memahami perubahan perilaku anak, serta menciptakan ruang komunikasi yang aman agar anak tidak mencari penerimaan ataupun pelarian pada lingkungan digital yang berisiko.

Dalam pembahasan mengenai True Crime Community (TCC), peserta diberikan pemahaman bahwa ketertarikan terhadap konten kriminal atau true crime tidak serta-merta menunjukkan perilaku bermasalah. Namun, kewaspadaan diperlukan apabila ketertarikan tersebut berkembang ke arah ruang atau komunitas yang menormalisasi, mengglorifikasi, maupun mendorong tindakan kekerasan.

Baca Juga:  Gubernur Yulius dan Wagub Victor Rayakan Pengucapan Syukur Bersama Warga, Pesan Persatuan Menggema dari Tondano

Karena itu, kemampuan berpikir kritis dan literasi digital dinilai menjadi bagian penting dalam membangun daya tangkal anak agar mampu memilah informasi, memahami risiko interaksi di dunia maya, dan tidak mudah terpengaruh oleh narasi kebencian, ekstremisme, maupun glorifikasi kekerasan.

Selain penyampaian materi, kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sharing session. Para orang tua dan wali murid diberikan kesempatan berdiskusi mengenai pola pengasuhan, perubahan perilaku remaja, penggunaan media sosial, pergaulan di ruang digital, serta berbagai tantangan dalam mendampingi anak di era digital.

Kasatgaswil Sulut menekankan bahwa pencegahan terhadap IRET maupun berbagai bentuk kerentanan anak di ruang digital membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.

Keluarga, sekolah, masyarakat, dan aparat terkait perlu membangun ekosistem yang memberikan rasa aman, perhatian, ruang dialog, serta pendidikan nilai yang kuat bagi anak dan remaja.

Baca Juga:  Doa Bersama Anak Panti, Pesan YSK: Sulut Harus Dibangun dengan Kepedulian dan Kasih

Melalui kegiatan tersebut, Satgaswil Sulawesi Utara Densus 88 AT Polri berharap semakin terbangun kesadaran bersama bahwa pencegahan dapat dimulai dari lingkungan keluarga, melalui komunikasi yang sehat, pendampingan yang konsisten, penguatan nilai-nilai Pancasila, serta peningkatan literasi digital.

Kegiatan berlangsung aman dan lancar serta mendapatkan respons positif dari para orang tua dan wali murid yang hadir. (EL)