ManadoSulut

Di Balik Asap Mega Mall: Kepekaan Hati Gubernur Yulius dan Penghargaan Bagi Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

148
×

Di Balik Asap Mega Mall: Kepekaan Hati Gubernur Yulius dan Penghargaan Bagi Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Sebarkan artikel ini

Sulut1news.com, Manado – Di tengah kepulan asap hitam yang menelan Mega Mall Manado pada Sabtu malam, 16 Mei 2026, ada ketenangan yang dipancarkan dari arah kepemimpinan. Bukan sekadar perintah, melainkan pantauan penuh keprihatinan yang tak terputus dari Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE. Ia memilih untuk tidak hadir langsung di lokasi demi menjaga kelancaran penanganan, namun hatinya dan pikirannya sepenuhnya hadir di sana bersama para petugas yang bertaruh nyawa.

Dua hari setelah peristiwa mencekam itu, tepatnya Senin (18/05/2026), Gubernur Yulius memanggil 11 anggota Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Manado ke Wisma Negara Bumi Beringin. Bukan untuk pemeriksaan, melainkan untuk memberikan penghargaan khusus dan apresiasi setinggi-tingginya sebagai wujud pengakuan negara atas aksi heroik yang mereka lakukan.

“Saya memang tidak ke lokasi karena khawatir kehadiran pejabat justru akan mengganggu jalannya pemadaman dan mobilitas petugas, mengingat massa saat itu sangat padat. Namun, saya memerintahkan jajaran untuk turun langsung dan saya pribadi terus memonitor kerja keras kalian hingga evakuasi selesai,” ungkap Gubernur Yulius dengan nada haru saat berhadapan langsung dengan para personel Damkar.

Baca Juga:  Pasca Bupati Ditahan Korupsi: Gubernur Yulius Tunjuk Heronimus Makainas Jadi Plt Bupati Sitaro

Keputusan untuk tidak hadir di lokasi itu sendiri dinilai sebagai langkah cerdas dan bijaksana. Di saat banyak pihak mungkin berlomba tampil di depan kamera, Gubernur memilih untuk memprioritaskan keselamatan dan efektivitas kerja petugas di lapangan. Ia memahami betul bahwa di tengah situasi krisis, kehadiran pejabat bisa saja menjadi beban tambahan.

Perjuangan para petugas Damkar yang bertaruh nyawa demi keselamatan warga menjadi sorotan utama bagi orang nomor satu di Sulawesi Utara ini. Baginya, keberhasilan evakuasi dan pengendalian api itu bukan sekadar tugas rutin, melainkan bukti nyata profesionalisme yang luar biasa.

“Kalian telah menjalankan tugas pokok dengan benar, berani, dan berhasil. Ini harus menjadi contoh bagi semua aparat pelayanan publik. Saya bangga dan berterima kasih. Tolong terus tingkatkan ketangkasan dan kesiapsiagaan kalian,” tegasnya dengan nada tegas namun hangat.

Baca Juga:  Makna Ketidakhadiran Gubernur: Penghormatan Tertinggi pada Instruksi Negara

Gubernur juga menyoroti tantangan geografis Manado yang unik namun sulit: kawasan padat penduduk dan jalan-jalan sempit. Menurutnya, kondisi ini menuntut kemampuan teknis yang selalu terasah. Oleh karena itu, ia berpesan agar latihan dan pemantapan kemampuan dilakukan secara berkesinambungan, agar kesiapsiagaan selalu terjaga di masa mendatang.

Tak hanya berhenti di penghargaan bagi petugas Damkar, Gubernur Yulius juga memiliki pandangan luas dalam melihat peristiwa ini. Ia menyadari bahwa keberhasilan evakuasi juga tak lepas dari peran petugas keamanan (security) Mega Mall yang bertindak cepat dan tenang di menit-menit awal bencana. Ia pun secara khusus meminta manajemen pusat perbelanjaan tersebut untuk memberikan apresiasi yang setara kepada para petugas keamanan itu.

Baca Juga:  Tembus 109% Target, Yulius Jual “Momentum Emas” Sulut di Forum Saudagar Bugis-Makassar

Namun, di balik kisah keberhasilan dan kepahlawanan itu, Gubernur tak lupa menyampaikan duka mendalam. Ia meratapi jatuhnya satu korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut, dan mewakili seluruh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menyampaikan bela sungkawa yang tulus.

“Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya atas adanya satu korban meninggal dunia. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa,” pungkasnya.

Penghargaan yang diberikan langsung oleh Gubernur Yulius Selvanus ini bukan sekadar seremonial belaka. Ini adalah bentuk perhatian tulus seorang pemimpin yang hadir bukan hanya saat ada kemeriahan, namun juga saat rakyatnya berjuang dan berkorban. Harapannya, apresiasi ini menjadi suntikan semangat dan kekuatan moril bagi seluruh petugas lapangan di Sulawesi Utara yang setiap hari bekerja di garis terdepan, mempertaruhkan nyawa demi keselamatan kita semua.
(EL)