Jakarta

Di Tengah Ketegangan AS-Iran, Israel Gelar Latihan Militer Ganda untuk “Skenario Terburuk”

63
×

Di Tengah Ketegangan AS-Iran, Israel Gelar Latihan Militer Ganda untuk “Skenario Terburuk”

Sebarkan artikel ini

Sulut1news.com, Jakarta, 14 Februari 2026 – Sambil Amerika Serikat memperkuat posisinya dengan mengerahkan kapal induk terbesar di dunia ke wilayah Timur Tengah, Israel tidak tinggal diam. Pasukan Zionis menggelar dua latihan militer skala besar secara bersamaan sejak Kamis (12/2), dengan fokus pada simulasi “skenario yang sangat berbahaya” yang mungkin muncul akibat meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran.

Latihan yang dilakukan di dua lokasi terpisah – wilayah selatan Israel dan perairan Mediterania – menunjukkan bahwa Israel sedang bersiap menghadapi berbagai kemungkinan ancaman, mulai dari serangan rudal hingga upaya infiltrasi yang bisa mengganggu aset strategisnya.

Di Wilayah Selatan: Latihan untuk Hadapi Serangan yang Sasar Wisata dan Perbatasan

Di wilayah Eilat dan Lembah Arava, tentara Israel menjalankan latihan yang digambarkan sebagai persiapan untuk salah satu “kemungkinan terburuk”. Surat kabar Maariv, seperti dilansir Anadolu Agency, mengutip sumber dalam militer yang menyatakan bahwa simulasi ini mencakup berbagai skenario berbahaya yang mungkin mereka hadapi.

Baca Juga:  Diplomasi Senyap AS–Hamas Dimulai, Gencatan Senjata Gaza di Ujung Tanduk

Antara lain, latihan tersebut mensimulasikan serangan rudal yang menargetkan kota wisata Eilat dan sekitarnya, serangan teroris terhadap objek wisata yang ramai dikunjungi wisatawan, serta upaya infiltrasi melalui perbatasan dengan Yordania atau dari arah Laut Merah.

Tak hanya itu, pasukan juga berlatih menghadapi kemungkinan serangan dari kelompok bersenjata asal Yaman yang bisa menyerang Teluk Eilat baik melalui jalur laut maupun darat. Skenario ini menunjukkan bahwa Israel mempertimbangkan risiko perluasan konflik yang melibatkan kekuatan proksi Iran di seluruh kawasan.

Di Mediterania: Pertahanan Multi-Domain untuk Lindungi Aset Energi dan Pelabuhan

Sementara itu di perairan Mediterania, Angkatan Laut Israel menggelar latihan pertahanan skala besar yang berlangsung selama beberapa hari. Menurut lembaga penyiaran publik KAN, latihan ini mensimulasikan “ancaman multi-domain” yang datang dari bawah permukaan laut, permukaan laut, dan udara.

Baca Juga:  Mojtaba Khamenei Resmi Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Teheran Tegaskan Perang Belum Usai

Fokus utama latihan adalah mempersiapkan pertahanan terhadap serangan yang menargetkan aset strategis Israel di laut, termasuk fasilitas produksi gas lepas pantai yang menjadi tulang punggung ekonomi negara tersebut dan pelabuhan penting yang menjaga konektivitas perdagangannya.

Latihan melibatkan berbagai unit tempur, mulai dari kapal selam, kapal rudal, pasukan khusus angkatan laut, hingga pesawat angkatan udara yang beroperasi secara terkoordinasi untuk menghadapi setiap kemungkinan ancaman.

Hubungan dengan Gerakan Militer AS: Setelah Kunjungan Netanyahu ke Washington

Latihan militer Israel bertepatan dengan keputusan AS untuk mengirimkan kapal induk USS Gerald R Ford ke Timur Tengah, yang diumumkan sehari setelah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyambangi Presiden Donald Trump di Washington. Pada kunjungan tersebut, Netanyahu meminta Trump untuk mengambil sikap lebih tegas terhadap Iran, termasuk menuntut penghentian program rudal balistik dan dukungan terhadap kelompok proksi.

Baca Juga:  Mahfud MD Sorot Kejanggalan Hukum Pengalihan Kasus Febrie Adriansyah: "Bukan Sekadar Pelimpahan Berkas, Ini Langkah Tanpa Dasar KUHAP"

Meskipun Trump menolak untuk langsung mengambil tindakan militernya dan masih ingin mengupayakan jalur diplomatik, pengerahan kapal induk raksasa tersebut dianggap sebagai langkah tekanan agar Iran segera menyetujui kesepakatan terkait program nuklirnya.
(EL)
Sumber CNN Indonesia