Sulut1news.com, Manado – Pelantikan Yahya Rondonuwu sebagai Kepala Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulawesi Utara menjadi awal dari babak baru upaya pembenahan sektor pendidikan di Bumi Nyiur Melambai. Kepercayaan yang diberikan Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, tidak hanya dimaknai sebagai promosi jabatan, tetapi sebagai amanah besar untuk mengembalikan daya saing pendidikan Sulut di tingkat nasional.
Usai dilantik dan diambil sumpah jabatan di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado, Rabu (5/8/2026), Yahya mengawali pernyataannya dengan rasa syukur kepada Tuhan sekaligus menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Yulius Selvanus atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.
“Pertama saya bersyukur kepada Tuhan atas kasih karunia-Nya sehingga saya berada di titik ini. Kedua, saya berterima kasih kepada Bapak Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus yang telah memberikan kepercayaan yang begitu besar kepada saya. Ini adalah tanggung jawab yang sangat besar dan saya menyadari tantangannya tidak mudah,” ujar Yahya.
Menurutnya, amanah tersebut akan dijawab dengan kerja nyata melalui pembenahan menyeluruh di sektor pendidikan. Berbekal pengalaman sekitar tujuh hingga delapan tahun di bidang pendidikan dan pelatihan, ia optimistis mampu menerjemahkan visi dan misi Gubernur dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Sulawesi Utara.
Yahya menegaskan, masih banyak potensi pendidikan di Sulut yang belum tergarap secara maksimal. Karena itu, fokus utamanya adalah mengoptimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki daerah, mulai dari peningkatan mutu akademik, penguatan kualitas tenaga pendidik, hingga penyelesaian berbagai persoalan sarana dan prasarana pendidikan.
Ia mengakui kebijakan efisiensi anggaran menjadi tantangan tersendiri. Namun kondisi tersebut, menurutnya, tidak boleh menjadi alasan untuk mengurangi semangat berinovasi.
“Walaupun ada keterbatasan anggaran, semangat untuk terus berinovasi dan memaksimalkan potensi yang ada tidak boleh berhenti. Banyak hal yang masih bisa kita tingkatkan,” tegasnya.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian serius adalah menurunnya sejumlah indikator pendidikan, termasuk tingginya angka anak putus sekolah yang sempat menjadi sorotan publik dalam beberapa waktu terakhir.
Bagi Yahya, persoalan tersebut harus segera ditangani melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar pendidikan Sulawesi Utara kembali menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia.
“Kita dikenal sebagai daerah yang melahirkan banyak orang cerdas. Karena itu, tren penurunan yang terjadi harus menjadi alarm bagi kita semua. Angka putus sekolah dan berbagai indikator pendidikan lainnya menjadi tantangan besar yang harus kita selesaikan bersama,” katanya.
Ia menegaskan, Dinas Pendidikan Daerah akan menjadi motor penggerak dalam menerjemahkan arah kebijakan Gubernur Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay di sektor pendidikan. Seluruh program nantinya diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Sulawesi Utara sekaligus memperbaiki capaian pendidikan di tingkat nasional.
“Kami adalah penerjemah visi dan misi Bapak Gubernur. Karena itu kami akan bekerja keras agar berbagai indikator pendidikan yang menjadi ukuran nasional dapat meningkat selama masa kepemimpinan beliau,” tandas Yahya.
Pelantikan Yahya Rondonuwu diharapkan menjadi momentum percepatan transformasi pendidikan di Sulawesi Utara. Di tengah berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan anggaran, pemerataan fasilitas, hingga persoalan putus sekolah, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menargetkan lahirnya kebijakan-kebijakan yang mampu meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus mencetak generasi unggul yang siap bersaing di tingkat nasional maupun global. (EL)






