DaerahJakarta

Dito Ariotedjo: Pertemuan Jokowi-MBS Oktober 2023 Fokus Bilateral, Tidak Spesifik Bahas Kuota Haji Tambahan

234
×

Dito Ariotedjo: Pertemuan Jokowi-MBS Oktober 2023 Fokus Bilateral, Tidak Spesifik Bahas Kuota Haji Tambahan

Sebarkan artikel ini

Sulut1news.com, Jakarta 23 Januari 2026 – Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo mengungkapkan bahwa pertemuan antara Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dengan Perdana Menteri Kerajaan Arab Saudi (KAS) Mohammed bin Salman al-Saud (MBS) pada Oktober 2023 merupakan agenda bilateral yang membahas berbagai kerja sama strategis, bukan hanya berkaitan dengan haji seperti yang diperkirakan sebagian masyarakat.

Dito yang turut mendampingi Jokowi saat kunjungan kerja tersebut menyampaikan hal ini seusai menjalani pemeriksaan selama 3 jam di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Kuningan Persada, Jakarta Selatan, pada Jumat (23/1). Pemeriksaan berlangsung dari pukul 12.49 WIB hingga pukul 16.03 WIB, dengan penyidik membahas secara detail terkait kunjungan ke Arab Saudi tersebut.

Baca Juga:  KEMENHUB TEGAS! IZIN OPERASI AIRBUS A380 EMIRATES DI INDONESIA DITAHAN

“Secara garis besar memang yang dipertanyakan, ditanyakan lebih detail saat kunjungan kerja ke Arab Saudi,” ujar Dito kepada wartawan di lokasi.

Menurutnya, pembahasan dalam pertemuan tersebut meliputi beberapa poin penting, termasuk dukungan Indonesia terhadap pencalonan Arab Saudi sebagai tuan rumah Piala Dunia 2034. Selain itu, ada juga pembahasan terkait investasi, Kawasan Ibu Kota Negara (IKN), serta pelayanan haji yang muncul sebagai bagian dari tawaran bantuan dari MBS kepada Presiden Jokowi.

“Waktu itu juga kami memberikan dukungan untuk tuan rumah Piala Dunia. Dan juga setelah makan siang, saya ingat betul ada pembahasan dari perdana menteri ini menawarkan kepada Indonesia apa saja yang harus dibantu,” jelas Dito.

Baca Juga:  Inggris Tolak Permintaan Trump Gunakan Pangkalan RAF untuk Serang Iran, Aliansi Barat Retak?

Dia menegaskan bahwa meskipun topik haji menjadi bagian dari pembahasan karena menjadi perhatian masyarakat luas, pertemuan tidak secara spesifik membahas kuota haji tambahan yang pernah menjadi permasalahan. “Itu yang disampaikan Bapak Presiden, bahwa topik utama yang mungkin ada di benak masyarakat adalah haji, namun bukan fokus khusus dalam pertemuan bilateral tersebut,” tandasnya.
Redaksi Sulut1News