Sulut1news.com Manado – DPRD Provinsi Sulawesi Utara menjadi tuan rumah kunjungan kerja istimewa dari Pimpinan dan Anggota Badan Anggaran (Banggar) serta Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Provinsi DKI Jakarta, yang berlangsung selama 16 hingga 18 Juli 2026. Pertemuan ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan momen strategis pertukaran pengalaman antara daerah pusat dan daerah wilayah timur untuk menyempurnakan sistem penganggaran hingga tata kelola kelembagaan legislatif yang lebih baik.
Rombongan DKI tiba di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado pada Kamis (16/7/2026), disambut langsung oleh Sekretaris DPRD Sulut Weliam Niklas Silangen, S.Sos., M.Si., sebagai bentuk penghormatan dan bukti kesiapan menerima berbagi pengetahuan antarlembaga. Selanjutnya rombongan bergerak ke gedung DPRD Sulut, diterima secara resmi oleh Ketua DPRD Sulut dr. Fransiscus A. Silangen, didampingi Wakil Ketua Royke Anter, Anggota Amir Liputo, serta jajaran pimpinan Sekretariat DPRD.
Dalam sambutannya, dr. Fransiscus menyambut hangat inisiatif DKI Jakarta yang memilih Sulawesi Utara sebagai tujuan berbagi pengalaman. “Ini bukti nyata bahwa kemajuan tata kelola tidak hanya berpusat di satu tempat. Kita memiliki praktik baik yang bisa saling diambil manfaatnya, demi melayani rakyat di masing-masing daerah dengan lebih baik,” ujarnya.
Fokus utama diskusi adalah persiapan penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2027. Kedua belah pihak saling memaparkan mekanisme pembahasan Kebijakan Umum APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS), cara optimalisasi peran Banggar agar anggaran lebih tepat sasaran, transparan dan bebas keraguan, serta bagaimana Banmus menyusun agenda sidang yang tidak berbelit-belit namun tetap komprehensif.
Poin menarik lain yang dibahas mendalam adalah dukungan Sekretariat DPRD sebagai “tulang punggung” pelaksanaan tugas dewan. Kedua pihak sepakat bahwa kualitas dukungan administratif dan teknis sangat menentukan kecepatan dan ketepatan hasil kerja alat kelengkapan dewan, baik dalam membuat undang-undang, menyetujui anggaran, maupun mengawasi jalannya pemerintahan.
Suasana pertemuan berjalan hangat dan penuh keterbukaan, di mana setiap tantangan yang dihadapi di Jakarta maupun di Sulut dijadikan bahan untuk mencari solusi terbaik bersama. Rangkaian kegiatan ditutup dengan pertukaran cendera mata dan sesi foto bersama, sebagai simbol persahabatan yang melampaui jarak dan komitmen untuk terus membuka ruang kolaborasi di masa mendatang.
Diharapkan, hasil pertukaran pengalaman ini tidak hanya memperkuat hubungan antarlembaga, tetapi juga melahirkan inovasi dalam pengelolaan keuangan daerah dan tata kelola dewan yang lebih profesional, pada akhirnya membawa dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Sulawesi Utara maupun DKI Jakarta. (Mart10)






