Sulut

Gubernur Yulius Selvanus Pimpin Aksi Bersih Pantai Malalayang: Jadikan Peduli Lingkungan Sebagai Budaya Hidup Masyarakat Sulut

150
×

Gubernur Yulius Selvanus Pimpin Aksi Bersih Pantai Malalayang: Jadikan Peduli Lingkungan Sebagai Budaya Hidup Masyarakat Sulut

Sebarkan artikel ini

Sulut1news.com, Manado – Semangat menjaga bumi dan melestarikan alam menggema kencang di kawasan Manado Beach Walk, Pantai Malalayang. Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menggelar Apel Besar dan Korvei Massal yang diikuti ribuan elemen masyarakat, Kamis (5/6/2026). Dipimpin langsung oleh Gubernur Yulius Selvanus, SE didampingi Wakil Gubernur Victor Mailangkay kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen bersama menjaga keindahan dan kebersihan alam Bumi Nyiur Melambai.

Pantai Malalayang yang menjadi lokasi kegiatan ini bukan sekadar tempat seremonial, melainkan simbol kekayaan pesisir Sulawesi Utara yang menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab bersama. Hadir dalam kegiatan ini jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), aparatur sipil negara, prajurit TNI–Polri, pelajar, mahasiswa, komunitas peduli lingkungan, hingga warga masyarakat yang antusias turun langsung ke lapangan.

Dalam sambutannya, Gubernur Yulius Selvanus membacakan pesan resmi Pemerintah Pusat yang menekankan urgensi kolaborasi seluruh elemen bangsa di tengah tantangan kerusakan lingkungan yang semakin nyata, mulai dari pencemaran sampah plastik, kerusakan ekosistem, hingga ancaman perubahan iklim global.

Baca Juga:  Kerugian Negara Hampir Rp 686 Juta, DJP Suluttenggomalut Serahkan Tersangka Kasus Pajak ke Kejari Palu

Bagi Yulius Selvanus, peringatan hari lingkungan ini tidak boleh berhenti sebagai seremoni tahunan semata. Momen ini harus menjadi titik tolak perubahan perilaku dan peningkatan kesadaran kolektif bahwa menjaga alam adalah syarat mutlak kelangsungan hidup generasi mendatang.

“Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama, bukan hanya tugas pemerintah. Mari kita mulai dari hal‑hal sederhana namun berdampak besar: tidak membuang sampah sembarangan, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, dan selalu menjaga kebersihan lingkungan di mana pun kita berada,” tegas Yulius Selvanus di hadapan ribuan peserta apel.

Gubernur juga mengajak seluruh lapisan masyarakat Sulawesi Utara untuk mengubah pola pikir, menjadikan kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian alam sebagai gaya hidup dan budaya sehari‑hari. “Kita mewariskan alam ini kepada anak cucu kita. Sudah menjadi kewajiban kita meninggalkan bumi yang bersih, sehat, dan indah, bukan alam yang rusak dan tercemar,” tambahnya.

Baca Juga:  Pemprov Sulut Disorot soal Tambang, Ini Jawaban Tegas: Kewenangan Bukan di Daerah

Usai apel pembukaan, Yulius Selvanus bersama seluruh peserta langsung turun ke area pesisir Pantai Malalayang. Semangat kebersamaan terlihat saat para peserta bergerak menyisir sepanjang garis pantai, mengumpulkan sampah plastik, kemasan sekali pakai, dan berbagai limbah lainnya yang mencemari bibir pantai.

Pemilihan Pantai Malalayang sebagai lokasi aksi ini memiliki makna strategis. Sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Manado yang dikunjungi ribuan orang setiap harinya, kebersihan dan keindahan pantai ini menjadi wajah pariwisata Sulawesi Utara. Aksi ini menjadi pesan kuat bahwa menjaga kebersihan kawasan wisata adalah bagian dari menjaga ekonomi daerah dan kenyamanan wisatawan.

Kegiatan ini menegaskan keseriusan Pemprov Sulut dalam mendukung program pelestarian lingkungan hidup. Langkah ini sejalan dengan potensi alam Sulawesi Utara yang dikenal dunia karena keindahan laut dan kekayaan hayatinya, yang harus dijaga dari ancaman kerusakan akibat ulah manusia.

Baca Juga:  4 Jam di Gorontalo: Prabowo Tegaskan Kedekatan Sejarah dan Dorong Teknologi untuk Petani-Nelayan

Pemerintah Provinsi Sulut berharap, semangat yang berkobar pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini tidak hanya menjadi euforia sesaat. Gerakan kepedulian lingkungan ini diharapkan terus bergulir, tumbuh, dan mengakar di setiap desa, kelurahan, sekolah, dan instansi pemerintahan.

“Kami ingin gerakan ini menjadi berkelanjutan. Apa yang kita lakukan hari ini adalah langkah awal untuk mewujudkan visi Sulawesi Utara yang maju, sejahtera, bersih, hijau, dan berkelanjutan. Alam yang terjaga adalah modal utama kemajuan daerah kita ke depan,” pungkas Yulius Selvanus. (EL)