InternasionalJakarta

Hantam Peluncur Roket Iran di Pulau Larak, Selat Hormuz Kembali Jadi Titik Panas

88
×

Hantam Peluncur Roket Iran di Pulau Larak, Selat Hormuz Kembali Jadi Titik Panas

Sebarkan artikel ini

Sulut1news.com, Jakarta — Ketegangan Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memanas. Pasukan AS melancarkan serangan terhadap dua peluncur senjata milik Iran di Pulau Larak, wilayah strategis yang berada di sekitar Selat Hormuz.

Serangan tersebut menjadi operasi militer AS pertama yang diketahui menargetkan Iran sejak akhir Juli 2026. Gempuran ini sekaligus menambah ketegangan di salah satu jalur pelayaran dan perdagangan energi paling penting di dunia.

Mengutip Reuters dan Anadolu Agency, Minggu (30/8/2026), seorang pejabat AS membenarkan serangan tersebut. Ia mengatakan, pasukan AS mendeteksi unit Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran tengah mempersiapkan peluncuran roket yang dilengkapi ranjau laut.

Roket-ranjau tersebut diduga akan diarahkan ke kawasan Selat Hormuz, jalur laut yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan minyak dunia.

Baca Juga:  Dito Ariotedjo: Pertemuan Jokowi-MBS Oktober 2023 Fokus Bilateral, Tidak Spesifik Bahas Kuota Haji Tambahan

” Saya dapat mengonfirmasi bahwa hari ini pasukan AS menyerang dua peluncur Iran di Pulau Larak,” kata pejabat tersebut.

Langkah AS menunjukkan bahwa Washington melihat aktivitas militer Iran di sekitar Selat Hormuz sebagai ancaman yang harus segera dihentikan sebelum berkembang menjadi gangguan terhadap pelayaran internasional.

Pulau Larak sendiri memiliki posisi strategis karena terletak di dekat jalur masuk dan keluar Selat Hormuz. Kawasan tersebut selama ini menjadi salah satu titik penting dalam dinamika keamanan Teluk Persia.

Ancaman penggunaan ranjau laut menjadi perhatian serius karena keberadaan ranjau dapat mengganggu pergerakan kapal sekaligus meningkatkan risiko terhadap kapal komersial yang melintasi kawasan tersebut.

Serangan terbaru ini juga memperlihatkan bahwa ketegangan AS-Iran belum sepenuhnya mereda. Setelah periode relatif tanpa serangan langsung sejak akhir Juli, operasi militer di Pulau Larak kembali memperlihatkan potensi eskalasi konflik di kawasan Teluk.

Baca Juga:  PLN Group Tunjukkan Kapabilitas Global, Proyek Elektrifikasi Kereta ECRL Malaysia Rampung Lebih Cepat

Bagi pasar energi global, perkembangan tersebut menjadi perhatian karena setiap gangguan terhadap keamanan Selat Hormuz berpotensi memengaruhi distribusi minyak dan gas dunia.

Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab. Karena itu, meningkatnya aktivitas militer di sekitar kawasan tersebut tidak hanya menjadi persoalan antara Washington dan Teheran, tetapi juga dapat berdampak terhadap keamanan pelayaran dan stabilitas energi global.

Serangan AS terhadap dua peluncur Iran kini menjadi sinyal baru bahwa setiap upaya mengganggu jalur pelayaran strategis tersebut berpotensi mendapat respons militer langsung dari Washington.

Redaksi