InternasionalJakarta

Inggris Buka Semua Pangkalan untuk AS, Konflik dengan Iran Meluas hingga Samudra Hindia

203
×

Inggris Buka Semua Pangkalan untuk AS, Konflik dengan Iran Meluas hingga Samudra Hindia

Sebarkan artikel ini

Sulut1news.com, Jakarta – Eskalasi konflik di Timur Tengah memasuki babak baru yang semakin mengkhawatirkan. Pemerintah secara resmi memberikan izin penuh kepada untuk menggunakan seluruh pangkalan militernya di kawasan Timur Tengah dalam operasi militer menghadapi .

Langkah ini menandai peningkatan signifikan keterlibatan London dalam konflik yang sebelumnya didominasi oleh Washington, sekaligus memperluas potensi dampak perang di kawasan strategis, terutama di —jalur vital perdagangan energi dunia.

Juru bicara pemerintah Inggris menyatakan keputusan tersebut diambil setelah pertemuan tingkat menteri yang menyepakati dukungan terhadap “pertahanan diri kolektif” di kawasan. Kesepakatan itu mencakup pemberian akses bagi militer AS untuk melancarkan operasi yang menargetkan kemampuan rudal Iran yang dinilai mengancam jalur pelayaran internasional.

“Kesepakatan ini mencakup operasi pertahanan AS untuk melemahkan situs-situs rudal dan kemampuan yang digunakan untuk menyerang kapal-kapal di Selat Hormuz,” ujar juru bicara tersebut, dikutip dari laporan AFP, Jumat (20/3).

Dari Siprus ke Operasi Regional

Sebelumnya, Inggris telah lebih dulu membuka dua pangkalan militernya di untuk digunakan AS sejak konflik pecah pada 28 Februari lalu. Keputusan itu diambil menyusul permintaan langsung dari Presiden , meski sempat menuai ketegangan karena dinilai lambat direspons oleh London.

Baca Juga:  Dari Bantuan 500 Yuan & 76 Telur, Pendiri JD.com Kembalikan Kasih dengan Angpao Rp24 Juta per Lansia Setiap Tahun

Trump bahkan dilaporkan mendesak Inggris untuk meningkatkan kontribusi militernya, termasuk pengerahan kapal perang—permintaan yang saat itu belum sepenuhnya dipenuhi.

Serangan Balasan dan Risiko Meluas

Tak lama setelah izin diberikan, eskalasi langsung terjadi. Pangkalan militer Inggris di Siprus dilaporkan menjadi sasaran serangan drone pada 1 Maret, yang diduga dilakukan oleh kelompok milisi proksi Iran.

Serangan terbaru bahkan menunjukkan peningkatan kemampuan militer Teheran. Rudal balistik jarak jauh Iran dilaporkan menargetkan pangkalan gabungan AS-Inggris di , yang terletak di . Meski berhasil dicegat, serangan ini menjadi sinyal serius atas meluasnya jangkauan konflik.

Ini merupakan pertama kalinya Iran meluncurkan serangan dengan jangkauan sejauh itu dalam konflik yang sedang berlangsung—mengindikasikan peningkatan kapasitas militer sekaligus memperbesar risiko perang terbuka lintas kawasan.

Baca Juga:  Stok Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah, Pemerintah Percepat Swasembada Pangan

Ancaman Stabilitas Global

Dengan keterlibatan langsung Inggris dan meluasnya area serangan hingga Samudra Hindia, konflik ini tak lagi bersifat regional semata. Selat Hormuz, yang menjadi jalur utama distribusi minyak dunia, kini berada dalam ancaman nyata, memicu kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi global dan keamanan energi.

Analis menilai, keputusan Inggris membuka seluruh pangkalannya untuk AS berpotensi mempercepat eskalasi konflik, sekaligus menyeret lebih banyak aktor internasional ke dalam pusaran perang yang kian sulit dikendalikan.

Redaksi Sulut1News