Sulut

Kasus Pelecehan Oknum Staf Khusus Sulut Tak Ada Kaitan dengan Gubernur – Mewengkang: Pelaku Harus Ditindak Tegas!

202
×

Kasus Pelecehan Oknum Staf Khusus Sulut Tak Ada Kaitan dengan Gubernur – Mewengkang: Pelaku Harus Ditindak Tegas!

Sebarkan artikel ini
CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 82?

Sulut1news.com, Manado – Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan oknum Staf Khusus Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) berinisial DD menjadi sorotan publik, namun Koordinator Staf Khusus Gubernur Sulut, Ferdinand Mewengkang, dengan tegas menyatakan bahwa perkara tersebut merupakan urusan pribadi dan tidak memiliki hubungan apapun dengan Gubernur Sulut.

Peristiwa yang terjadi di sebuah rumah makan kawasan Sario, Kota Manado, tersebut diperkirakan tidak mencerminkan sikap maupun arahan kebijakan dari pihak kepemimpinan daerah.

“Persoalan ini sebenarnya sudah sangat jelas dan positif. Perlakuan yang dilakukan oknum Staf Khusus ini adalah tindakan pribadi dan tidak ada kaitannya dengan Gubernur Sulut,” tegas Ferdinand pada Minggu (1/2/2026).

Menurut dia, status jabatan sebagai Staf Khusus hanya menjadi bentuk tugas yang diemban, namun setiap tindakan pribadi yang dilakukan tidak boleh disandarkan atau dikaitkan dengan pimpinan daerah.

Baca Juga:  Emas Melesat ke Puncak 3 Bulan: Dekati US$ 4.700, Apa yang Menarik Harga ke Atas?

“Hanya kebetulan saja dia menjabat sebagai Staf Khusus saat ini. Tapi perlakuannya jangan dikaitkan dengan Bapak Gubernur karena ini masalah pribadi yang dilakukan tanpa sepengetahuan maupun persetujuan pihak manapun dari lingkungan tim kerja Gubernur,” jelasnya.

Ferdinand juga mengungkapkan rasa prihatinnya terkait beberapa pemberitaan yang secara tidak tepat menyeret nama Gubernur dalam kasus ini. Menurutnya, hal tersebut berpotensi merusak citra baik lembaga Staf Khusus yang secara esensial bertugas sebagai “mata dan telinga” Gubernur dalam berinteraksi dengan masyarakat.

“Saya tidak menerima hal seperti ini karena disebutkan melibatkan Gubernur. Marwah Staf Khusus adalah menjaga nama baik Gubernur dan memberikan dukungan yang profesional, sehingga tindakan yang dilakukan oleh oknum tersebut jelas tidak terpuji dan bertentangan dengan nilai yang kita anut,” ucapnya.

Baca Juga:  Jeane Laluyan Bongkar Celah Distribusi LPG: Harga Melonjak karena Pangkalan Nakal

Oleh karena itu, ia mendorong agar pihak Gubernur Sulut mengambil langkah yang tegas dan sesuai dengan peraturan yang berlaku terhadap pelaku.

“Tindaki saja sesuai hukum dan aturan yang ada. Sekali lagi ini adalah tindakan pribadi tanpa sepengetahuan Gubernur, apalagi sampai melakukan arogansi yang menyakitkan perasaan korban,” pungkas Ferdinand.

Sebelumnya dilaporkan, korban yang merupakan seorang wanita merasa terganggu setelah dirinya diduga dipijak dan dipegang bagian bokong oleh DD. Korban langsung memberikan reaksi dengan menyiram kepala pelaku menggunakan air dari meja makan, sebelum akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Manado untuk mendapatkan perlindungan hukum.

Sampai saat ini, pihak kepolisian tengah melakukan proses penyelidikan mendalam serta pengumpulan keterangan dari berbagai pihak terkait untuk menindaklanjuti laporan tersebut sesuai prosedur hukum yang berlaku.
( EL)