Sulut1news.com, Minahasa – Koperasi tidak lagi hanya dikenal sebagai lembaga simpan pinjam, tetapi mulai tampil sebagai solusi nyata dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat. Hal itu terlihat saat Koperasi Garudayaksa Nusantara (KGN) Cabang Sulawesi Utara menggelar pasar murah dalam rangka memperingati Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026.
Kegiatan yang dipusatkan di kawasan Pasar Bawah Tondano tersebut mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Sejak dibuka, warga berbondong-bondong memadati lokasi untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga jauh di bawah harga pasar. Bahkan stok minyak goreng yang telah disiapkan panitia habis dalam waktu singkat, meski pembeli dibatasi maksimal dua kilogram per orang.
Selain minyak goreng, KGN Sulut juga menyediakan beras medium dan gula pasir dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga di pasaran. Langkah ini dinilai sangat membantu masyarakat, terutama menjelang perayaan Pengucapan Syukur di Kabupaten Minahasa yang identik dengan meningkatnya kebutuhan rumah tangga.
Ketua KGN Sulawesi Utara, Rivel Ngantung, mengatakan pasar murah tersebut merupakan bentuk kepedulian koperasi terhadap kondisi masyarakat di tengah tren kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok.
“Momentum Hari Koperasi kami jadikan sebagai wujud nyata kehadiran koperasi di tengah masyarakat. Kami ingin membantu menjaga daya beli warga sekaligus mendukung stabilisasi harga bahan pokok menjelang Pengucapan Syukur,” ujar Rivel.
Ia mengungkapkan tingginya antusiasme masyarakat membuat stok yang telah dipersiapkan cepat habis, khususnya minyak goreng yang menjadi komoditas paling banyak dicari.
Menurutnya, keberhasilan kegiatan tersebut menjadi dorongan bagi KGN Sulut untuk memperluas jangkauan pasar murah ke berbagai daerah di Sulawesi Utara.
“Respons masyarakat sangat positif. Banyak kabupaten dan kota telah meminta agar kegiatan serupa juga dilaksanakan di wilayah mereka. Kami sedang membahas kemungkinan pasar murah ini digelar secara berkala sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Rivel juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto selaku pendiri Koperasi Garudayaksa Nusantara, Ketua KGN Pusat Sudaryono, yang kini menjabat Kepala Badan Gizi Nasional, serta Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE dan Wakil Gubernur Dr. Johannes Victor Mailangkay, SH, MH atas dukungan terhadap pengembangan koperasi di daerah.
Koordinator Bidang Usaha KGN Sulut, Jantje Wotulo, menambahkan bahwa penyediaan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau merupakan bagian dari komitmen koperasi dalam memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus membantu masyarakat menghadapi gejolak harga.
Di tengah kenaikan harga pangan yang terjadi belakangan ini, kehadiran pasar murah KGN menjadi angin segar bagi masyarakat. Saat ini harga beras medium di pasaran berkisar antara Rp16.000 hingga Rp17.000 per kilogram, minyak goreng sekitar Rp20.000 per kilogram, sementara gula pasir mencapai Rp20.000 per kilogram, bahkan lebih tinggi di tingkat eceran.
Melalui pasar murah tersebut, KGN Sulut menjual beras medium hanya Rp12.000 per kilogram dengan batas pembelian lima kilogram per orang, minyak goreng Rp15.700 per kilogram, serta gula pasir Rp19.000 per kilogram. Selisih harga yang cukup signifikan membuat masyarakat rela mengantre demi memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih hemat.
Salah seorang warga, Sofie, mengaku sangat terbantu dengan program tersebut. Menurutnya, pasar murah seperti ini memberikan dampak langsung bagi ekonomi keluarga, terutama saat kebutuhan rumah tangga meningkat.
“Semoga kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan secara rutin. Harganya sangat membantu kami sebagai masyarakat,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Koperasi Garudayaksa Nusantara Sulawesi Utara menunjukkan bahwa koperasi mampu bertransformasi menjadi penggerak ekonomi rakyat yang tidak hanya memperkuat sektor usaha anggotanya, tetapi juga hadir sebagai mitra masyarakat dalam menjaga keterjangkauan harga pangan dan memperkuat ketahanan ekonomi daerah. (EL)






