Minahasa

Hari Kedua Operasi SAR: Tim Gabungan Perluas Pencarian Queentania di Kawasan Air Terjun Paris

32
×

Hari Kedua Operasi SAR: Tim Gabungan Perluas Pencarian Queentania di Kawasan Air Terjun Paris

Sebarkan artikel ini

Sulut1news.com, Minahasa – Misi kemanusiaan demi menemukan Queentania Makal (11 tahun), warga Desa Ampreng, Kecamatan Langowan Barat yang hilang di kawasan wisata Air Terjun Paris, Desa Kayuuwi, Kecamatan Kawangkoan Barat, terus dijalankan dengan segala upaya maksimal. Memasuki hari kedua operasi pencarian, Minggu (24/5/2026), tim gabungan lintas instansi kembali menurunkan seluruh kekuatan personel untuk memperluas jangkauan penyisiran, menyusuri setiap jengkal aliran sungai dan kawasan rawan di sekitar lokasi kejadian.

Sinergitas yang solid terlihat nyata di lapangan. Personel Polsek Kawangkoan bersatu padu bersama tim Badan SAR Nasional (Basarnas), BPBD Kabupaten Minahasa, jajaran pemerintah kecamatan dan desa, para relawan, serta warga masyarakat setempat. Semua bergabung dalam satu barisan, bergerak bersama dengan satu tujuan mulia: menemukan korban selamat dan mengembalikannya ke pelukan keluarga.

Baca Juga:  21 Eselon II Minahasa Dilantik, Bupati Robby Minta Terobosan untuk Percepat Birokrasi

Sebelum memulai pergerakan, seluruh elemen yang terlibat berkumpul dalam apel persiapan Operasi SAR yang berlangsung khidmat. Apel ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Kawangkoan, IPDA Rinto R. M. Langi, sebagai bentuk penguatan koordinasi, penyamaan arah gerak, serta memastikan kesiapan teknis dan keselamatan seluruh personel yang akan bertugas di medan yang cukup berat dan berisiko.

Dalam arahannya, IPDA Rinto Langi menekankan dua hal utama: keberhasilan misi dan keselamatan petugas. Ia meminta agar komunikasi antarpos dan antarregu tetap terjaga lancar, serta setiap langkah yang diambil di lapangan harus didasari prosedur keselamatan kerja yang ketat mengingat kondisi lokasi yang curam dan arus sungai yang cukup deras.

Baca Juga:  Komitmen Wagub Victor Mailangkay dorong swasembada pangan dan perkuat sinergi pusat–daerah

“Kami bersama tim gabungan akan terus berupaya maksimal, tak kenal lelah, sampai korban ditemukan. Ini adalah bentuk kepedulian dan kerja sama tulus kami untuk membantu masyarakat yang sedang mengalami musibah berat. Kami tidak berhenti, kami terus bergerak,” tegas Kapolsek Rinto Langi, menegaskan komitmen penuh aparat penegak hukum dalam misi kemanusiaan ini.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Pusdalops BPBD Kabupaten Minahasa, peristiwa nahas ini bermula pada Sabtu (23/5/2026) sekitar pukul 12.15 WITA. Saat itu, Queentania diduga terpeleset saat berada di kawasan sekitar air terjun. Kejadian itu membuatnya hilang kendali dan terbawa arus sungai yang cukup deras, hingga akhirnya menghilang dari pandangan saksi mata. Sejak saat itu, upaya pencarian dan penyelamatan terus digalakkan tanpa henti.

Baca Juga:  Martin Daniel Tumbelaka Bangun Jalan di Kampung Halaman Pakai Dana Pribadi: Bukti Cinta Putra Daerah Tak Pernah Pudar

Usai apel dan pembagian tugas, tim gabungan segera bergerak menyisir sejumlah titik kritis. Area pencarian kini diperluas tidak hanya di sekitar bibir air terjun, tetapi juga mengikuti alur sungai ke arah hilir, melewati bebatuan, semak belukar, dan lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi tempat tersangkutnya korban.

Semangat gotong royong dan kepedulian tinggi yang ditunjukkan aparat, pemerintah, dan warga dalam operasi SAR ini menjadi bukti nyata bahwa nilai solidaritas kemanusiaan masih sangat kuat melekat di tanah Minahasa. Doa dan harapan baik terus mengalir dari seluruh lapisan masyarakat agar operasi pencarian ini segera membuahkan hasil dan Queentania dapat ditemukan dalam keadaan selamat. (EL)