Sulut

Lagu Ciptaan Ny. Anik Yulius Selvanus Jadi “Suara Sulut” di Panggung Dunia Choir Competition World Coconut Day 2026

185
×

Lagu Ciptaan Ny. Anik Yulius Selvanus Jadi “Suara Sulut” di Panggung Dunia Choir Competition World Coconut Day 2026

Sebarkan artikel ini

Sulut1news.com, Manado — Bukan sekadar kompetisi menyanyi. Choir Competition dalam rangkaian World Coconut Day 2026 yang dibuka Rabu (7/10/2026) di Ballroom Courtyard by Marriott Grand Kawanua, Manado, menghadirkan sesuatu yang lebih dalam: sebuah lagu wajib ciptaan sendiri dari Ny. Anik Yulius Selvanus yang menjadi “suara” Sulawesi Utara di hadapan delegasi internasional.

Ketua TP-PKK Provinsi Sulawesi Utara sekaligus Ketua Umum Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Sulut itu resmi membuka kompetisi paduan suara yang menjadi salah satu highlight budaya perhelatan besar International Coconut Community (ICC) bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Acara dihadiri Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, S.E., Wakil Gubernur beserta istri, jajaran pejabat tinggi pratama, Tim Ahli Gubernur, Direktur Jenderal ICC Dr. Jelfina C. Alouw, serta delegasi dan peserta dari berbagai negara.

Baca Juga:  PERISTIWA MERAH PUTIH TOMOHON 1946: KETIKA GUNTING JADI SENJATA PERJUANGAN KEMERDEKAAN

Para paduan suara wajib membawakan “Coconut for the World”, karya orisinal Ny. Anik Yulius Selvanus, dilengkapi satu lagu pilihan. Lagu ini bukan hanya melodi. Ia membawa pesan bahwa kelapa adalah sumber kehidupan, penghidupan, dan ketahanan di tengah ketidakpastian global—selaras dengan tema besar World Coconut Day 2026: *“Coconut in Times of Uncertainty: Securing Food, Energy, and Livelihoods”*.

Dalam sambutannya, Ny. Anik menekankan makna lebih dalam dari paduan suara. “Ini bukan sekadar kemampuan bernyanyi. Paduan suara mengajarkan disiplin, kebersamaan, saling mendengar, dan menghargai perbedaan. Beragam suara yang berpadu menghasilkan harmoni indah, seperti semangat persatuan dan gotong royong yang kita butuhkan untuk membangun Sulawesi Utara,” ujarnya.

Ketua Umum Panitia World Coconut Day 2026, Jemmy Ringkuangan (Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Sulawesi Utara), memberikan apresiasi khusus. Ia menilai lagu ciptaan Ny. Anik memberi dimensi emosional dan identitas yang kuat bagi kompetisi ini. Melalui seni vokal, pesan tentang kelapa dan kebersamaan bisa disampaikan secara menyentuh sekaligus memperkenalkan wajah kreatif Sulawesi Utara kepada dunia.

Baca Juga:  Amir Liputo Soroti Pengunduran Diri Direksi Perumda Sulut, Biro Hukum Bantah Ada Pengunduran Diri Massal

World Coconut Day 2026 yang berlangsung 7–10 Oktober di Sulawesi Utara bukan hanya konferensi bisnis dan pameran hilirisasi kelapa. Kehadiran kompetisi paduan suara internasional dengan lagu wajib lokal menjadikan event ini berbeda. Sulawesi Utara tidak hanya menawarkan potensi ekonomi kelapa, tetapi juga menyampaikan narasi budaya: bahwa kekuatan daerah lahir dari kemampuan menyatukan perbedaan menjadi harmoni.

Lagu “Coconut for the World” menjadi simbol kepemilikan lokal atas isu global. Di saat dunia membahas ketahanan pangan, energi, dan penghidupan, Sulawesi Utara menjawab dengan cara yang khas—melalui karya seni yang lahir dari tanah sendiri. Hal ini memperkuat citra “Bumi Nyiur Melambai” bukan hanya sebagai penghasil kelapa, melainkan sebagai daerah yang mampu memadukan tradisi, kreativitas, dan visi pembangunan.

Baca Juga:  Gubernur Yulius Selvanus Dorong Obligasi Daerah sebagai Motor Pembangunan Sulawesi Utara

Kompetisi ini membuka ruang bagi peserta untuk menampilkan talenta sekaligus membawa identitas daerah ke panggung yang dihadiri delegasi internasional. Dari harmoni suara yang memenuhi ballroom hingga pesan kelapa yang dibawa lagu ciptaan Ny. Anik, Sulawesi Utara menyampaikan satu pesan jelas: di tengah ketidakpastian, kebersamaan dan kreativitas adalah kekuatan yang mampu membangun masa depan yang lebih tangguh.

Dengan demikian, Choir Competition bukan pelengkap acara. Ia menjadi salah satu cara paling elegan Sulawesi Utara berbicara kepada dunia—melalui suara yang menyentuh, lagu yang bermakna, dan semangat yang menyatukan. (EL)