DaerahSulut

Lantunan Suara Kawanua Menggema di Tanah Papua: Kontingen Binaan Manado Pukau Panggung Pesparawi Nasional

34
×

Lantunan Suara Kawanua Menggema di Tanah Papua: Kontingen Binaan Manado Pukau Panggung Pesparawi Nasional

Sebarkan artikel ini

Sulut1news.com, Manokwari – Bawa semangat persaudaraan dan kualitas seni vokal terbaik, kontingen binaan Pemerintah Kota Manado yang tergabung dalam Lembaga Pembinaan Pesparawi Daerah (LPPD) Sulawesi Utara sukses mencuri perhatian di ajang Pesparawi Nasional XIV di Manokwari, Papua Barat. Penampilan mereka bukan sekadar lomba, melainkan jembatan budaya dan spiritual yang mempersatukan dua wilayah di ujung timur Indonesia.

Mengawali perjuangan, tim Paduan Suara Remaja Pemuda (PSRP) tampil perdana di Gedung Auditorium Universitas Papua sekitar pukul 11.00 WIT. Di bawah arahan dirigen berpengalaman Noldi Tamunu, mereka membawakan tiga lagu: Puji Tuhanmu di Segala Waktu, Kupuji Namamu Selamanya, dan He’s Got The Whole World in His Hand. Harmoni suara yang apik dipadukan dengan koreografi yang rapi berhasil memikat hati para penonton dan juri.

Tak kalah memukau, tim Vocal Group tampil memanaskan suasana di Aula Polda Papua Barat pada sesi malam. Dengan nuansa yang khas, mereka menyanyikan Nyanyian Papua sebagai bentuk penghormatan kepada tuan rumah, dilanjutkan Pujilah Tuhan, serta medley lagu rohani modern yang memukau. Penampilan ini menuai sambutan meriah, bahkan mendapatkan pujian langsung dari pengamat musik setempat.

Baca Juga:  Terima Delegasi Uni Eropa, Gubernur Yulius: Laut Sulut Bukan Sekadar Wilayah, Melainkan Urat Nadi Masa Depan Bersama

“Saya terkesan sekali. Suara mereka padu, aransemennya enak didengar, dan terlihat ada kerja keras yang luar biasa. Ini adalah standar yang sangat tinggi,” ujar Paul, salah satu penggiat seni musik di Manokwari.

Ketua LPPD Kota Manado, dr. Merry Sualang-Mawardi, didampingi Ketua Tim Kerja Pdt. Soan Sumilat, S.Th, mengaku bangga sekaligus bersyukur atas capaian awal ini. Baginya, keberhasilan tampil maksimal adalah kemenangan pertama, terlepas dari keputusan akhir juri.

“Anak-anak sudah memberikan persembahan terbaik. Kami serahkan hasilnya kepada Tuhan. Yang paling berharga adalah semangat kebersamaan dan doa yang mereka bawa dari Manado hingga ke sini,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan penuh Pemerintah Kota Manado. “Terima kasih kepada Wali Kota Andrei Angouw, Wakil Wali Kota Richard Sualang, dan seluruh jajaran yang memfasilitasi mulai dari persiapan, latihan, hingga perjalanan ke Manokwari. Ini adalah bukti nyata perhatian daerah terhadap pembinaan generasi muda dan seni budaya rohani,” tambahnya.

Baca Juga:  Di Bawah Kepemimpinan Yulius–Mailangkay, Kinerja Keuangan Sulut 2025 Tampil Solid dan Kompetitif

Perjuangan kontingen Manado belum berakhir total. Tim PSRP dan Vocal Group dijadwalkan kembali ke Manado pada Rabu (24/6) dini hari, sedangkan kategori Paduan Suara Wanita (PSW) masih bersiap dan akan berangkat menyusul pada Jumat (26/6).

Manager tim Vocal Group, Pnt. Kiki Tamara, mengungkapkan persiapan yang ditempuh tidaklah mudah. “Selama lebih dari tiga bulan mereka latihan rutin, meluangkan waktu di tengah kesibukan sekolah dan aktivitas lain. Hari ini hasilnya terlihat: mereka percaya diri dan tampil sepenuh hati,” ungkapnya.

Semangat ini juga didukung langsung oleh tokoh-tokoh gereja dan komunitas Kawanua yang berada di Manokwari, antara lain Sekretaris LPPD Janni Ohy, Ketua BKSAUA Manado Pdt. Judy Tunari, serta Ketua BAMAG Sulut Pdt. Johan Manampiring. Kehadiran mereka menjadi penyemangat tambahan bagi para peserta.

Baca Juga:  Pewarna Sulut Gelar Aksi Sosial Natal di Panti Barthemeus, Bagi Kasih Kristus Lewat Bantuan Bahan Pokok

Kini, seluruh mata menantikan pengumuman hasil resmi yang akan dibacakan pada upacara penutupan Pesparawi Nasional tanggal 28 Juni mendatang. Apa pun hasilnya, kontingen Manado telah berhasil membuktikan bahwa lantunan suara dari Bumi Nyiur Melambai mampu menyatukan hati dan mempererat persaudaraan Nusantara.