Manado

May Day di Manado: Buruh Gelar Dialog Hangat, Soroti Komitmen Pemerintah dan Hak yang Belum Tuntas

162
×

May Day di Manado: Buruh Gelar Dialog Hangat, Soroti Komitmen Pemerintah dan Hak yang Belum Tuntas

Sebarkan artikel ini

Sulut1news.com, Manado – Berbeda dengan perayaan May Day yang biasanya identik dengan aksi unjuk rasa massa yang besar, peringatan Hari Buruh Internasional tahun 2026 di Sulawesi Utara diwarnai dengan diskusi hangat namun kritis. Puluhan perwakilan serikat pekerja dan elemen masyarakat berkumpul di Taman Kesatuan Bangsa (TKB) Manado, Jumat (1/5/2026), untuk merenungi perjuangan masa lalu sekaligus memetakan tantangan kesejahteraan saat ini.

Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen organisasi, mulai dari Federasi Serikat Pekerja Niaga Perbankan Jasa Asuransi (NIBA) Sulut, DPC Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) yang diwakili John Pade, hingga Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) yang diwakili Danny Sorongan. Kehadiran mereka menjadi bukti solidaritas lintas sektor dalam satu wadah perjuangan yang sama.

Baca Juga:  Manado Hadirkan Layanan Dukcapil Tanpa Hari Libur, Demi Akses Warga Tanpa Batas

Memaknai Perjuangan, Menuntut Hak

Koordinator acara, Johanis, menegaskan bahwa pertemuan ini bukan sekadar seremonial, melainkan momen refleksi.

“Kami berkumpul untuk merayakan hari bersejarah ini sekaligus mendiskusikan makna perjuangan para pendahulu kita. Namun, di sisi lain, kami juga membicarakan realita bahwa hak-hak pekerja di Sulawesi Utara masih banyak yang belum terpenuhi sepenuhnya oleh pemberi kerja,” ujar Johanis kepada awak media.

Diskusi yang berlangsung cukup alot tersebut menyoroti berbagai isu strategis. Para aktivis seperti Yuni Wahyuni, John Pade, Johanis, dan Danny Sorongan secara tegas menyampaikan keprihatinan mendalam terkait nasib buruh lokal. Mereka menekankan pentingnya perhatian lebih dari pemerintah daerah untuk memastikan kesejahteraan pekerja terjaga.

Baca Juga:  Cegah Radikalisme Daring dan Kekerasan Pada Anak, Densus 88 dan Polda Sulut Edukasi Siswa SMA Eben Haezer Manado

Siap Bergerak Lagi pada 4 Mei

Dalam kesempatan tersebut, seluruh elemen yang hadir juga menyatakan kesiapannya untuk memperkuat gerakan peringatan May Day yang akan digelar kembali oleh panitia pusat pada hari Senin, 4 Mei 2026 mendatang. Hal ini menunjukkan bahwa semangat perjuangan buruh tidak hanya berhenti pada tanggal 1 Mei saja, namun menjadi gerakan yang berkelanjutan.

Ujian Nyata Komitmen Pemerintah

Sementara itu, Pengamat Politik, Taufik Tumbelaka, memberikan apresiasi tinggi terhadap cara buruh di Sulut menyikapi May Day tahun ini melalui pendekatan dialog dan pertukaran pikiran.

Menurut Tumbelaka, alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) ini, peringatan May Day 2026 menjadi sebuah “ujian nyata” bagi komitmen pemerintahan saat ini.

Baca Juga:  Dorong Transformasi Digital, Pemkot Manado Wajibkan Tiap OPD Ciptakan Inovasi Tiap Tahun

“May Day ini adalah tolak ukur seberapa serius pemerintah membangkitkan ekonomi rakyat kecil dan kesejahteraan pekerja. Respons dan kehadiran negara terhadap aspirasi buruh adalah indikator kuat apakah komitmen tersebut hanya di atas kertas atau benar-benar dijalankan, khususnya di Sulawesi Utara,” tegas Tumbelaka.

Peringatan tahun ini pun menjadi catatan penting bahwa perjuangan buruh kini tidak hanya soal tuntutan, tetapi juga soal membangun kesadaran kolektif dan menekankan tanggung jawab negara serta pengusaha dalam menciptakan lingkungan kerja yang adil dan manusiawi.
EL